5 Kejahatan FBI Yang Buktikan Kekejaman Amerika Serikat

Sudah sejak lama publik Amerika mengenal FBI sebagai salah satu lembaga paling hebat di negerinya. Berbeda dengan CIA yang kadang sudah main “nakal”, FBI dikenal sangat bersih hingga dicintai oleh rakyatnya. Namun, FBI ternyata tak sebersih yang diduga. Kelompok intelijen Amerika ini juga kerap melakukan aksi kriminal yang sangat mengerikan di masa lalu. Bahkan dosanya kepada masyarakat tidaklah sedikit.

Mereka juga kerap melakukan aksi-aksi kriminal yang tentu akan ditutup-tutupi agar tak banyak diketahui orang. Saat ini nama FBI sudah mulai tercemar dan membuat banyak orang jadi sedikit ragu dengan eksistensinya. Oh ya, inilah lima aksi kriminal mengerikan yang dilakukan oleh para anggota FBI.

Memaksa Martin Luther King Jr. untuk Bunuh Diri

lensaterkini.web.id - Martin Luther King Jr. adalah seorang aktivis yang banyak sekali melakukan protes akan kesamaan hak kulit hitam dan putih. Pidato-pidato yang ia lakukan selalu membuat banyak orang kulit hitam jadi semangat dan mau berjuang untuk kesamaan hak. Apa yang dilakukan oleh Martin tentu ancaman besar bagi pihak-pihak berkepentingan di Amerika yang tak suka dengan eksistensi orang kulit hitam.

Akhirnya FBI dengan menyamar menjadi seseorang menulis surat untuk memaksa Martin bunuh diri. Ia juga dituduh melakukan hal-hal mengerikan, terlibat dengan kasus kriminal hingga perlakuan asusila dengan sekelompok orang. Jika Martin tak juga melakukan bunuh diri maka skandalnya akan dibongkar dan diketahui oleh banyak orang. Untungnya, ia tak mau bunuh diri dan terus berjuang untuk pergerakan orang kulit hitam.

Menuduh Orang Tak Bersalah Melakukan Kejahatan

Pada tahun 1960-an, FBI tak mau menangkap Joseph Barboza yang banyak melakukan tindakan mengerikan. Pembunuhan hingga penyiksaan terhadap banyak orang dilakukan oleh Joseph dengan brutal. Untuk menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Joseph, FBI melakukan penipuan dan membuat empat orang tak berdosa harus mendekam di dalam penjara selama puluhan tahun.

Oh ya, empat orang yang tak tahu apa-apa ini dibuat FBI mengaku karena mendapatkan ancaman. Mereka akhirnya mau saja dipenjara meski tak tahu apa-apa. Pada tahun 2001, kasus mereka dibersihkan dan tak dianggap bersalah. Sayangnya dua orang dari mereka meninggal di penjara. Joseph yang harusnya mempertanggungjawabkan tindakan ini meninggal karena dibunuh pada pertengahan tahun 70-an.

Merencanakan Teror Lalu Berusaha Memecahkannya

lensaterkini.web.id - Pasca hancurnya gedung WTC di Amerika pada tahun 2001. Tindak terorisme di Amerika mendadak menjadi meningkat. Bahkan FBI tak sekali dua kali berhasil menggagalkan aksi penembakan dan juga bom yang nantinya akan dilakukan di tempat yang ramai penduduk. Namun, tak semua aksi teror yang terjadi benar-benar dilakukan oleh para teroris, ternyata  banyak yang sengaja dibuat oleh FBI.

Ya, mereka sengaja membuat penduduk jadi panik karena adanya isu teror yang beredar. Lalu mereka dengan sekuat tenaga berhasil menangani hal ini. Masalah nanti akan memakan korban jiwa dari orang lain bukan menjadi masalah. Yang penting misi mempropagandakan teroris dan menaikkan pamor dari FBI bisa dilakukan dalam sekali jalan. Benar-benar taktik yang mengerikan.

Menutupi Pembunuhan Anggota Black Student Union (BSU)

FBI sudah sejak lama memata-matai sebuah grup kulit hitam yang banyak sekali melakukan protes. Mereka tidak mau kecolongan jika suatu saat kelompok siswa ini menjadi anarki dan menyusahkan banyak orang. Sayangnya, saat hal ini dilakukan salah satu ketua BSU berjuluk Black Panther justru diciduk oleh polisi setempat lalu dieksekusi dengan sangat mengerikan. Bahkan terkesan tidak manusiawi.

Mengetahui hal ini, FBI justru menutup-nutupi. Mereka tidak melakukan penyelidikan dengan baik. Justru merencanakan semacam rencana agar pembunuhan ini terlihat lebih wajar. FBI benar-benar tak ingin kejadian ini menjadi angin besar bagi pihak kepolisian. Jadi meski salah mereka tak mau masyarakat menyalahkannya.

Memata-Matai Mahkamah Agung

lensaterkini.web.id - Mahkamah Agung adalah salah satu lembaga paling penting yang akan menentukan banyak kebijakan di Amerika. Itulah mengapa, lembaga ini menjadi incaran banyak sekali kelompok di Amerika termasuk FBI itu sendiri. Bahkan mereka sengaja mengirim mata-mata yang sangat andal untuk mengetahui apa-apa saja yang dilakukan oleh orang-orang di Mahkamah Agung. Bila perlu mereka harus ikut andil dalam pengambilan keputusan.

Hal ini terjadi sekitar tahun 30-an di mana FBI merekam apa saja di dalam rapat internal Mahkamah Agung. Seharusnya Mahkamah Agung tak dimasuki lembaga-lembaga seperti FBI. Jika Mahkamah Agung sampai diintervensi maka nilai demokrasi di Amerika tidak akan berjalan dengan baik.

Inilah lima aksi kriminal mengerikan yang dilakukan oleh FBI dan menjadi bukti kekejaman Amerika. Seharusnya lembaga seperti ini bekerja tanpa harus merugikan orang lain, atau paling parah sampai ikut membunuh. Oh ya, di Indonesia ada nggak ya kasus penegak hukum yang justru melakukan tindak kriminal?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola