5 Kasus Pelajar Mengancam Seorang Polwan dan Ngaku Anaknya Jenderal

Aksi konvoi siswa setelah ujian nasional (UN) di Medan, Rabu (6/4) sore, diwarnai tindakan arogan dari seorang siswa. Selain melanggar aturan lalu lintas bersama dengan temannya, ia mengancam petugas polisi lalu lintas.

Aksi mahasiswa arogan terjadi di Jalan Sudirman, Medan. Pada saat itu, hitam Honda Brio nomor plat mobil BK 1428 IG melintas dengan pintu belakang terbuka ke atas. Mobil yang membawa tujuh siswa SMA dengan seragam bertuliskan Methodist saya berhenti seorang polisi, Ipda Perida Panjaitan.

Polisi lalu lintas polisi dan dua negara lainnya akan mengikuti dan membawa mobil ke kantor Satlantas Polresta Medan. Seorang mahasiswa dengan rambut panjang emosi lurus. Alih-alih mengakui kesalahannya, anak sekolah hanya marah dan diklaim memiliki backing. Saat itu, ia mengaku sebagai Jenderal Polisi. Mari simak ulasan dari 5 fakta siswi mengancam polwan dan ngaku anak jenderal.

Ngaku anak Irjen Arman Depari

lensaterkini.web.id - Seorang mahasiswa dari tujuh siswa yang berada di Honda Brio langsung sombong ketika Ipda Perida Panjaitan dimarahi. Dia mengaku putra Deputi Badan Pemberantasan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari. Dia mengancam wanita polisi dan mengatakan untuk bersiap-siap untuk turun karena akan mengadukan hal ini kepada Arman Depari.

"Oh oke, mau dibawa? Dapatkan langkah sanksi siap turun ya. Saya juga punya backing," kata suara mahasiswa. Dia juga terus marah dan titik-titik polisi lalu lintas yang menghentikannya. "Oke Mom ya, aku tidak bercanda ya Bu. Saya ditandai ya Ibu. Aku anak Arman Depari," katanya.

Ipda Perida tidak banyak bicara. "Ya, ya," katanya sambil meletakkan jari ke bibirnya. Siswa memegang telepon dan tampaknya ingin menelepon. "Orang ini di mana ya," tanyanya pada polisi lalu lintas lain.

Saat dikonfirmasi, apakah putri Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), siswa tidak ingin menjawab. Sebaliknya, ia langsung.

Bentak Polwan karena heran diberhentikan, mobil lain tidak

Ketika mobil Ipda Perida Panjaitan diberhentikan, seorang mahasiswa yang belum bernama protes. Mereka tidak senang karena banyak mobil lain yang melanggar aturan, tapi hanya mereka yang dihentikan. Polisi lalu lintas polisi dan dua negara lainnya akan mengikuti dan membawa mobil ke kantor Satlantas Polresta Medan. Siswa benar-benar marah.

Ketika marah, dia menunjuk tangannya ke arah wajah Ipda Perida Panjaitan. Ipda Perida sendiri hanya diam ketika siswa dimarahi itu dan itu tidak mengekang sarjana. Setelah itu, Ipda Perida meminta mereka untuk kembali ke rumah mereka.

Arman Depari bantah punya anak perempuan

lensaterkini.web.id - Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari membantah bahwa seperti anak mahasiswa arogan. Dia menegaskan tidak ada anak perempuan.

"Tidak juga, saya tidak punya anak perempuan," kata Arman kepada merdeka.com, Rabu (6/4) malam. Arman mengatakan ia memiliki tiga anak dan semuanya laki-laki. "Anak saya itu semua laki-laki dan semua di Jakarta," katanya.

Aksi mahasiswa arogan terjadi di Jalan Sudirman, Medan. Pada saat itu, hitam Honda Brio nomor plat mobil BK 1428 IG melintas dengan pintu belakang terbuka ke atas. Mobil yang membawa tujuh siswa SMA dengan seragam bertuliskan Methodist saya berhenti seorang polisi, Ipda Perida Panjaitan.

Di Instagram, panggil Arman Depari Paman

Ditelusuri di instagram, siswa bernama Sonya Depari untuk meng-upload foto dengan akun instagramnya @sonyadepari saat acara adat Tanah Karo 'Njunjungi Beras Piher' Arman Depari saat masih menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Foto yang diunggah di November 8, 2014 Sonya upload dengan judul 'Pauda' yang berarti paman.

"Paudaa #kapoldabatam #kepulauanriau," tulis Sonya melalui akun instagramnya dikutip merdeka.com, Kamis (7/4).

Setelah Sonya gerakan yang mengancam Polwan dilaporkan oleh beberapa media nasional, pengguna instagram langsung tiba-tiba bertemu di kolom komentar foto. Salah satu komentar yang ditulis oleh bistok_mcp akun tampak terkejut mengetahui Arman Depari bukan ayah sebagai dibilang Sonya sementara mengancam polwan yang ingin memastikan memesannya. "Busettt. Pakuda doang nya. Hahahaa," tulis akun tersebut.

Polisi buru siswi SMA yang ngaku anak jenderal dan ancam Polwan

lensaterkini.web.id - Aksi siswa SMA arogan yang mengaku jenderal anak ketika konvoi di Jalan Sudirman, Medan, Rabu (6/4) siang, berbuntut panjang. Polisi mencari remaja Medan menyatakan bahwa setelah munculnya penolakan Deputi Badan Pemberantasan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari.

Salah satu upaya pencarian dilakukan dengan melacak pemilik Honda Brio BK 1428 IG. "Rencana Tindak lanjut, Satuan Lalu Lintas akan mengejar para pemilik kendaraan ini dan akan memeriksa, memeriksa hasilnya akan dilaporkan," kata kepala polisi Medan Pol Mardiaz Kusin Dwi Hananto.

Dia menjelaskan Arman Depari mempertanyakan Inspektur Jenderal terkait dengan siswa yang diamankan petugas Medan Polisi Satlantas konvoi yang mengaku anaknya.

"Dia menyatakan bahwa setelah melihat medsos tidak mengakui anak dan ketiga anaknya adalah laki-laki dan semua sekolah di Jakarta," kata Mardiaz.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola