5 Hal Unik Suku Dani Yang Menguasai Pegunungan Jayawijaya

Indonesia memiliki ratusan suku dari ujung utara Sumatera sampai Papua. Suku-suku ini berkembang sejak zaman kuno, mungkin ratusan tahun yang lalu sejak penjajahan Belanda di Indonesia masih dilakukan. Salah satu suku yang masih bertahan setelah ratusan tahun berjalan tradisi Dani di Papua.

Suku ini sampai sekarang terus mempertahankan tradisi. Bahkan modernisasi yang masuk ke Indonesia tidak membuat mereka begitu terpesona. Namun, Dani masih suku besar yang menjadi penguasa Jayawijaya sangat megah. Dan ini adalah fakta unik dari mereka di 5 fakta tentan suku dani yang unik.

Punya Mumi Hitam yang Merupakan Mayat Leluhur

lensaterkini.web.id - Satu hal yang menarik dan membedakan Dani dengan suku-suku lain adalah bahwa mereka memiliki mumi. Biasanya ini adalah mumi leluhur yang dianggap memiliki manfaat yang sangat besar. Salah satu mumi tertua di tempat ini berusia 300 tahun. Mumi ini memiliki nama Wim Montok Mabel dan selalu ditempatkan di Pilamo atau rumah laki-laki.

Mumi Dani memiliki warna hitam dan memiliki posisi duduk dan kepala ke atas. Mumi ini sering dikeluarkan ketika ada wisatawan yang ingin melihatnya. Yang mengatakan, mayat mumi dibuat dengan pengeringan dan kemudian udara mayat di atas perapian kering dan berubah warna menjadi hitam.

Tradisi Potong Jari Sebagai Ungkapan Berduka Cita

Dani memiliki tradisi unik dalam mengekspresikan rasa berkabung. Mereka tidak akan menangis atau membaca doa. Dani akan memotong jari-jari mereka (buku-buku jari) sebagai perwujudan dari rasa sakit karena telah ditinggalkan. Mereka biasanya akan memotong jari dengan benda tajam, digigit putus atau renda-up baru dipotong jari mati.

Untuk Dani, jari adalah simbol dari keluarga, kekerabatan dan kebersamaan. Ketika salah satu keluarga meninggal akan mengungkapkan rasa sakit itu sangat parah dengan ikipalin atau memotong jari. Tradisi ini masih ada meskipun perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Kepercayaan Roh Nenek Moyang yang Bertahan Hingga Sekarang

lensaterkini.web.id - Dani tidak mengakui agama-agama resmi di Indonesia. Mereka memeluk keyakinan bahwa menghormati roh leluhur sebagai kekuatan terbesar di alam semesta. Mereka percaya bahwa jika kekuatan sihir akan diwariskan dari generasi ke generasi patrilineal atau keturunan laki-laki.

Mereka percaya pada kekuatan sihir bernama atou. Kekuatan sihir akhirnya dibagi lagi menjadi gaya yang menjaga kebun, kekuatan menyembuhkan penyakit dan penolak bala, dan yang terakhir adalah kekuatan untuk menyuburkan tanah. Keyakinan ini terus diselenggarakan pada pertama dengan tidak ada perubahan sama sekali.

Perang Suku Dani yang Unik di Era Modern

Ada begitu banyak suku di dunia ini untuk melakukan pertempuran untuk wilayah, berebut makanan untuk menjaga harga turun. Hal yang sama dilakukan oleh Dani. Di masa lalu mereka melakukan banyak korban perang. Biasanya, konflik kepemilikan lahan antara desa-desa untuk memicu perang antara suku-suku juga akan berdekatan.

Di era modern seperti sekarang ini, perang tidak dilakukan sampai banyak orang terluka sampai mati. Perang ini dilakukan untuk menyambut wisatawan yang datang untuk melihat tradisi Dani yang sangat unik. Setahun sekali di kediaman Lembah Baliem Dani sehingga selalu ada festival Baliem. Pada suku Dani festival ini dan suku-suku lain seperti suku suku Lani dan Yali akan melawan. Tentu saja perang ini untuk pertunjukan pada saat yang sama melestarikan tradisi.

Tradisi Pesta Bakar Batu Sebagai Wujud Kerukunan

lensaterkini.web.id - Dani sering pesta besar untuk menyambut pernikahan kelahiran dan juga kemenangan perang. Pesta ini akan disiapkan oleh semua orang di desa tanpa terkecuali. Dani suka memasak daging babi dan umbi-umbian. Makanan ini akan dimasukkan ke dalam lubang yang telah diberi batu dan daun. Mereka memasak makanan yang sangat banyak untuk dibagikan kepada semua orang.

Dani tidak menggunakan korek api atau bahan bakar. Mereka hanya menggosok-gosok batu menyebabkan panas yang akan diambil oleh dedaunan. Setelah mengangkat api kecil, para juru masak akan diperbesar dan akan digunakan sebagai tumpukan kapal dari bahan yang ada di antara batu-batu. Proses pematangan makanan ini biasanya berlangsung selama berjam-jam. Setelah semuanya dimasak, makanan akan dibagikan kepada semua orang yang datang, termasuk wisatawan.

Berikut adalah lima fakta unik dari Dani yang adalah penguasa Pegunungan Jayawijaya. Mereka adalah suku yang ramah, bijaksana dan selalu menjaga budaya dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang Dani akan lebih kuat dalam melawan gempuran modernisasi yang melanda Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola