5 Alasan TV Series Amerika Lebih Greget Dibandingkan Sinetron Indonesia

Fakta yang menyedihkan ketika berbicara tentang tayangan di negeri ini, terutama sinetron. Alasannya jelas karena kualitas yang baik cerita, akting, animasi dan sebagainya masih di bawah standar. Belum lagi, banyak hal-hal buruk yang dimuat, misalnya, cinta-cinta gaya anak yang diduga benar-benar memberikan pengaruh buruk pada anak-anak. Karena banyak orang yang akhirnya mendapatkan malas lagi menatap televisi di jam prime time.

Jujur sinetron lokal seperti hiburan murah dibuat asal-asalan. Tidak benar-benar menguntungkan, baik dari segi pesan moral lebih menghibur. Pencipta sinetron di Indonesia tampaknya harus banyak belajar lagi terutama bagi para pembuat film di luar lebih oke misalnya Amerika Serikat. Bila dibandingkan dengan seri TV AS, sinetron kita kehilangan sangat berat untuk pihak mana saja.


Totalitas Gila-Gilaan Bikin Gambar Jadi Keren

lensaterkini.web.id - Pembuat film US dingin itu adalah kegregetan mereka menakutkan. Sama sekali tidak ada setengah dalam melakukan sesuatu bahkan jika hanya untuk membuat serial televisi saja. Mari kita mengambil contoh dari The Flash Series, dalam seri ini kita dapat melihat bagaimana acara TV dibuat sebagai film. Tidak ada efek dari tingkat dewa ada ditambah ledakan memang dibuat dalam bahasa aslinya.

Tidak hanya itu, dari sisi pendukung juga menakutkan. Entah makeup atau menetapkan latar belakang. Benar-benar sangat edan. Bila dibandingkan dengan sinetron Indonesia, Oh tidak, terlalu jauh. Tayangan seri lokal kami tidak ada yang pernah kehilangan minat pada apa pun. Semuanya seperti setengah-setengah. Entah bagaimana, mungkin estetika hanya akan membuat produsen kehilangan lebih banyak uang.

Aktor dan Aktrisnya Greget dan Punya Pengalaman Segudang

Tidak ada hal seperti seorang amatir di industri film televisi Amerika. Semua posisi diisi oleh orang-orang berbakat dan memiliki pengalaman. Lebih-lebih aktor dan aktris yang bermain di dalamnya. Setiap aktor dan aktris telah pasti telah bermain di seri sebelumnya lainnya sama. Hampir jarang dipilih pemain baru, terutama karena peran utama untuk seri terkenal.

Mari kita ambil contoh adalah Tom Cavanagh, yang bermain Dr. Wells dalam serial The Flash. Meskipun peran tidak sebanyak protagonis, tapi orang ini memiliki banyak pengalaman yang luar biasa. Bahkan ia juga bolak-balik untuk bermain layar lebar. Di Indonesia, tidak memperhatikan parameter atau jam pengalaman terbang. Awalnya tampan wajah dan indah atau keturunan indo, pasti akan lulus casting dan langsung bisa bermain. Hasil? Ya, jelaskan sendiri.

Cerita dan Tema Sangat Oke, Kreatif, dan, Boombastis

lensaterkini.web.id - Tidak hanya pemain yang memiliki apa-apa atau totalitas kemasan, seri gaya Amerika selalu memiliki tema muram. Sebut saja tema Walking Dead Apocalypse, atau mungkin tema pahlawan seperti The Flash, Arrow, atau Supergirl. Bahkan beberapa tema yang unik seperti yang muncul dalam Game of Thrones.

Dilihat dari cerita, seri Amerika juga sangat catchy. Tidak seperti sinetron Indonesia yang terdengar dipaksakan begitu lama, ada cerita dikemas dengan baik, pas dan gurih. Tidak terlalu lama sehingga tidak bisa membuat bosan. Dalam rincian cerita, penulis naskah yang selalu bisa membawa ketegangan dalam gaya film-film box office.

Jam Tayang serta Jumlah Episode yang Pas

Tidak seperti sinetron Indonesia, seri Amerika memiliki durasi panjang dan episode yang banyak. Setiap waktu bermain, durasi seri dengan mungkin hanya satu jam, itu mereka ditayangkan seminggu sekali. Jumlah episode itu sendiri sekitar selusin dua lusin saja.

Di Indonesia, lain sama sekali. Sinetron bermain setiap durasi hari karuan, bahkan sinetron yang pernah ada hingga 2 jam. Seperti makanan, seri Amerika seperti sepiring nasi padang porsi lengkap dan pas, sementara sinetron Indonesia seperti padang nasi nasi dengan lauk pauk yang keranjang kecil dan kami diberitahu untuk menghabiskan semuanya sekaligus.

Ditutup Dengan Nilai Moral yang Sangat Jelas

lensaterkini.web.id - Tidak secara eksklusif berfokus pada cerita, gambar atau aktor, adalah sama pentingnya dengan pesan moral juga tidak pernah lupa disematkan pembuat film Amerika ini. Setiap seri TV pasti dimasukkan dengan hal-hal yang baik. Misalnya dalam seri ketika Barry Allen flash memperoleh kekuatan baru, itu tidak selalu sok menjadi pahlawan. Dia melewati banyak hal yang akhirnya membuatnya superhero.

Sinetron indonesia tidak baik masih ada pesan moral yang disampaikan, tetapi bagian-bagian yang sangat kecil. Itu juga seperti nilai yang dikenakan. Misalnya intimidasi adegan di mana pemain memimpin dilecehkan tapi dia sangat sabar dan dapat mengikhlaskan semua. Bahkan di-lebay-lebay-kan dengan membalas kejahatan dengan perilaku yang baik. Itu membuat pesan moralnya, tetapi hal-hal seperti ini sebenarnya jauh dari implementasi.

Sinetron Indonesia harus mulai banyak membersihkan. Ya, meskipun tidak secara langsung sesuai dengan kualitas dari seri luar, memperbaiki apa pun yang bisa. Apakah cerita, durasi, dan lain-lain. Jika setiap pembuat film sinetron ingin melakukan hal ini, maka orang-orang akan menggandrungi televisi. Ingat Si Doel? Ya, ini adalah bukti bahwa sinetron juga bisa sangat bagus.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Movies
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola