4 Tradisi Mumi Paling Aneh di Indonesia Bikin Geleng Kepala

Apa yang kita tahu, mumi adalah tradisi mayat pengawetan yang banyak dilakukan di zaman Mesir kuno. Pada saat itu, raja dan ratu yang memerintah diawetkan agar di masa depan layanan mereka dapat terus diingat. Itu sebabnya banyak mumi ditemukan dalam budaya Mesir, terutama di piramida yang digunakan untuk kuburan.

Tradisi mumi atau pelestarian badan juga dilakukan di Indonesia. Beberapa suku-suku asli mengawetkan mayat nenek moyang karena mereka memberikan keberuntungan. Berikut cerita lengkap tentang tradisi mumi di Indonesia. Mari simak ulasan dari 4 tradisi mumi yang dijumpai di indonesia.

Mumi Suku Dani – Papua

lensaterkini.web.id - Dani di Papua memiliki tradisi panjang sejak tubuh mengkhawatirkan. Mayat yang diawetkan atau sepele disebut mumi ini memiliki warna hitam pekat. Tidak seperti mumi di wilayah Mesir, mumi di sini tidak dibungkus. Pun duduk posisi, dengan kepala mendongak dan mulut terbuka lebar. Mumi biasanya disimpan di rumah dan akan dikeluarkan jika ada wisatawan yang datang.

Proses pembuatan mumi sini dibalsam tidak seperti yang ada di Mesir. Mumi di sini biasanya dikeringkan dan disimpan di dalam gua. Setelah mumi yang agak kering akan berada di tempat di atas perapian dan kemudian ditusuk dengan tulang babi untuk menghilangkan lemak. Secara bertahap, mumi akan menghitam dengan sendirinya.

Mumi Suku Toraja – Sulawesi Selatan

Toraja suku yang tersebar di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Toraja Utara juga memiliki tradisi mumi. Biasanya orang yang telah meninggal akan diberikan ramuan khusus dan membuat mereka tidak akan membusuk. Mayat akan kering dan kemudian disimpan dalam batu liang di bukit berbatu bukti.

Pada beberapa kesempatan, suku Toraja akan mengadakan upacara yang disebut Ma'nene. Upacara ini dilakukan untuk membersihkan nenek moyang puluhan mereka untuk ratusan tahun. Biasanya kemeja mumi akan diganti dengan yang baru dan diarak keliling desa. Mayat kadang-kadang tidak ada yang bisa berjalan sendiri. Acara ini akhirnya menarik banyak wisatawan datang. Mereka ingin membuktikan apakah mumi itu benar-benar bisa berjalan.

Mumi Kampung Wolondopo – NTT

lensaterkini.web.id - Dalam satu desa bernama Wolondopo, NTT, ada sebuah bangunan yang berisi mumi yang diawetkan secara alami. Lebih mumi bernama Kaki tidak pernah mengalami pembalseman tubuh. Dia hanya dimasukkan ke dalam peti mati dan kemudian kering. Berjalan Morea adalah keturunan mosalaki keluarga atau tokoh masyarakat. Ketika dia meninggal dia disarankan untuk tidak menguburnya.

Akhirnya tubuh ini kering dan sekarang sering dikunjungi oleh wisatawan. Mumi terletak di Wolondopo adalah terbuka untuk umum. Tapi seseorang yang datang harus mengundang pengurus yang merupakan keturunan dari Legs Lebih. Di dalam gedung, Kaki Lebih berbaring di sisinya dengan tubuhnya dibungkus kain batik.

Mumi Suku Moni – Papua

Satu mumi lebih yang berasal dari Papua. Setelah Dani menunjukkan mumi hitam solid, kali ini giliran suku Moni yang menunjukkan mumi terbesar. mumi bernama Belau Mala. Ia ditempatkan dalam sebuah kotak di depan desa. Mummy pembuat tubuh Belau Mala dilakukan karena ia dianggap sangat berjasa. Dia memimpin para misionaris pertama ke desa ini dengan aman.

Pemurnian biasanya dilakukan dengan tubuh diolesi dengan lemak babi. Selanjutnya, jenazah akan ditempatkan di perapian sampai kering dan tidak membusuk. Seseorang yang ingin melihat mumi Belau Mala biasanya dikenakan tarif. Uang dari tur tersebut akan digunakan untuk pengobatan mumi dan juga kesejahteraan warga desa.

Ini adalah mumi 4 tradisi yang ditemukan di Indonesia. mumi diawetkan keempat di atas dengan cara yang berbeda. Tapi tujuan membuat sama. Menghormati leluhur yang telah banyak dilakukan baik di dunia. Ayo, biarkan saya berbagi banyak dari teman-teman tahu tentang mumi yang unik di Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola