4 Kasus Anggota DPRD Cabuli Siswi SMA Hingga Hamil

Setiap anggota DPR baik di pusat maupun di daerah harus memperjuangkan aspirasi rakyat. Tidak hanya itu, wakil rakyat yang notabene pejabat negara dan pejabat publik tentu saja wajib menjunjung tinggi norma-norma dan etika.

Tidak cukup sebaliknya, mengambil tindakan tercela dan tidak etis serta pelecehan seksual. Tidak sedikit orang yang menjadi deputi bukannya melakukan tindakan barbar.

Terbaru, Polisi Natuna, Kepulauan Riau, kasus menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dialami siswa kelas 2 SMA di Ranai Natuna legislator yang melakukan berinisial AH. Polisi menerima laporan dari orang tua korban karena anak-anak mereka tidak pulang.

"Jadi beberapa waktu lalu ada laporan, pada Jumat, 18 Maret lalu, orang tua NV dilaporkan ke Natuna Polisi jika anaknya tidak pulang sejak sehari sebelumnya," kata Kepala Kepolisian Inspektur Amazona Pelamonia Natuna. Mari simak ulasan dari 4 Kasus Pencabulan Siswi SMA Yang Dilakukan Anggota DPRD.

Anggota DPRD Bangka Selatan setubuhi anak di bawah umur

lensaterkini.web.id - Penangkapan Kepulauan Bangka Belitung Kepolisian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Selatan Kabupaten Bangka (Basel), Oa. Anggota DPR ditangkap sehubungan dengan kasus hubungan seksual anak di bawah umur.

"Inisiatif Dilaporkan menyerah pada Jumat (7/7) sore setelah kita melakukan panggilan untuk ketiga kalinya. Setelah pengajuan, langsung Oa penahanan," kata Kasubdit IV Pemuda Anak dan Wanita (Renata) Polda Ditreskrimum Bangka Belitung (Babel), AKBP Arbain, Minggu (9/8).

Arbain mengatakan, Oa akan dikenakan biaya di bawah undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang ini mengatur banyak ketentuan yang melindungi kepentingan anak.

"Dalam undang-undang yang menggambarkan anak yang dimaksudkan adalah orang di bawah 18 tahun. Setiap anak saat dalam perawatan orang tua, wali atau pihak lain yang bertanggung jawab untuk perawatan, hak atas perlindungan dari kekerasan yang salah atau tidak pantas," dia menjelaskan.

Usai hamili siswi SMA, anggota DPRD Natuna ajak aborsi ke Batam

Polisi Natuna, Kepulauan Riau, menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami NV, siswa kelas dua di SMA yang melakukan Ranai Natuna legislator berinisial AH. Polisi menerima laporan dari orang tua korban karena anak-anak mereka tidak pulang.

Untuk polisi, orang tua disertai NV terakhirnya pergi ke sekolah pada hari Kamis (31/3). Namun, guru di SMA 1 Ranai mengatakan jika NV perpisahan ingin pergi untuk pengobatan usus buntu ke Batam. Ternyata tanpa sepengetahuan orang tua dari remaja.

NV kemudian didanai tiket ke Batam, ia pergi sendiri dari Natuna. Sementara di Bandara Hang Nadim Batam sudah orang lain untuk menjemputnya, tugas AH. Selama tiga hari di Batam, NV tinggal di hotel dan juga harus rumah sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam untuk melakukan aborsi.

"Kami sudah meminta dari resepsionis hotel di Batam, guru, dan rekan-rekannya di sekolahnya di Natuna untuk perawat dalam semua kegiatan yang berhubungan RSBK gadis remaja bersama dengan AH," kata Kepala Kepolisian Inspektur Amazona Pelamonia Natuna.

Mesum dengan siswi SMA, anggota DPRD dipolisikan

lensaterkini.web.id - LSM di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung Provinsi menyertai anak di bawah umur korban pelecehan seksual. Pelaku diduga anggota DPRD.

"Kami berharap penyelidikan polisi lebih mendalam untuk menjerat legislator yang diduga menyalahgunakan SMA seorang gadis di Lepar Pulau Pongok," kata Ketua Kabupaten Bangka Forum Notifikasi Awal Masyarakat Selatan, Marzam Nurapandi di Toboali, seperti dikutip Antara, Selasa (9 / 6).

Sementara itu, Kapolres Bangka Selatan Inspektur U Zainudin mengatakan perusahaan masih menyelidiki kasus pelecehan seksual yang dialami oleh siswa SMA Lepar Pongok diduga dilakukan oleh anggota parlemen dari Bangka Selatan. "Kasus ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," katanya.

Anggota DPRD Bangkalan tiduri anak mantan istri

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur alias Kasmo berinisial AA, cabul LT (16) anak tahu mantan istrinya. Bahkan, hubungan antara korban dan tersangka cukup dekat meskipun bukan anak kandungnya.

"Korban adalah anak dari mantan istri tersangka, yang kemudian menikah lagi dengan orang lain, dan kemudian memiliki anak, sehingga korban tersebut," kata Kepala Humas Hal ini diungkapkan oleh Polda Jatim, Pol Awi Setiyono, Selasa ( 3/2).

Meskipun anak seorang mantan istri, kata Awi, jangan lepaskan dari hubungan antara terdakwa dan mantan istrinya. "Sangking hubungan dekat antara keduanya, korban jika tersangka panggilan ya ayah. Korban sering melampiaskan tersangka," lanjutnya.

Dalam kepercayaan untuk tersangka, korban mengaku mengalami masalah dengan keluarganya dan ingin melarikan diri dari rumah. "Rupanya, tersangka mengambil kesempatan ini untuk melakukan cabul kepada korban," kata Awi.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola