9 Anak Indonesia Yang Bekerja Keras Demi Membutuhi Keluarganya

Setiap ditambah ada minus tentu saja, tidak ada hitam dan putih dan sebagainya, serta apa yang terjadi di Indonesia. Namun, dari kedua belah pihak, sisi putihlah lebih sering terkena daripada sisi hitam.

Indonesia selain memiliki banyak talenta muda yang berprestasi di tingkat nasional serta lingkup internasional, ada juga anak-anak yang benar-benar harus berjuang mengarungi kesulitan karena faktor ekonomi.

Bahkan beberapa dari mereka yang harus putus sekolah untuk membantu ekonomi keluarga atau juga bekerja setelah sekolah dan tidur larut malam yang membuat mereka terlalu lelah untuk belajar atau hanya untuk sekedar mengulang apa yang diajarkan oleh guru di pagi hingga siang hari .

Berikut adalah cerita anak-anak sedih di Indonesia yang berjuang dalam kerasnya kehidupan, tetapi mereka masih usia yang sangat kecil atau muda. Mari simak ulasan dari 9 Anak Yang Pantang Menyerah Menjalani Kehidupann Meski Bekerja Keras.

Taspirin

lensaterkini.web.id - Tasripin adalah seorang remaja dari Pesawahan Dusun, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, yang harus bekerja keras untuk mengelola dan dukungan 3 adik. Bahkan untuk melakukan itu, ia harus mengorbankan pendidikan dan sekolahnya putus.

Pada usia yang sangat muda, Taspirin harus benar-benar bekerja keras untuk ayah, Kuswito, pergi ke Kalimantan untuk mencari uang. Karena kasih sayang, banyak orang di sekitar yang memberikan bantuan kepada Taspirin.Untung hanya sederhana, pada 2013 lalu, kisah Taspirin juga didengar oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang akhirnya menyumbangkan pakaian, makanan dan perumahan untuk remaja satu ini.

Ai Eka Citra Lestari

Nasib seorang gadis remaja yang satu ini tidak seindah namanya, dalam usia yang relatif muda, Ai Eka Citra Lestari atau yang biasa disebut Ai harus seorang diri menjaga adiknya pada saat yang sama merawat ibunya yang menderita gangguan mental.

Meskipun mendapatkan pengiriman dari dua bersaudara yang bekerja di luar kota, tapi apa gadis kecil yang tinggal di desa Leles Girang, Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya tentu saja sangat berat, karena ia sangat muda untuk mengurus semuanya sendiri. Bahkan, dia masih bingung untuk melanjutkan pendidikan ke SMP karena harus menjaga adiknya dan merawat ibunya, serta kurangnya dana.

Siti Aisyah Pulungan

lensaterkini.web.id - Selama kurang lebih dua tahunan sejak pindah dari asalnya Pekanbaru, Riau, Siti Aisyah Pulungan masih usia yang sangat kecil harus mengurus ayahnya yang hanya bisa berbaring di becak saja, sebuah diri.Ayahnya bernama Nawawi yang telah berpisah dengan istrinya karena ekonomi faktor bergerak dari Riau untuk mencari pekerjaan baru di lapangan.

Tapi itu pekerjaan barunya sebagai tukang becak tidak dapat diandalkan karena hasilnya sangat minim. Bahkan, mereka tidak bisa menyewa kontrak atau kost, hanya untuk tempat tinggal. Dan, mereka harus tetap di atas becak.Nasib Aisha semakin khawatir setelah Nawai menderita penyakit paru-paru dan tidak bisa bergerak lagi, selain berbaring di becaknya. Dalam usia yang sangat kecil, Aisyah harus merawat ayahnya dan meminta air, makanan atau uang kepada siapa pun.

Dewi Anggraeni

Gadis remaja ini harus melewati waktu untuk bersenang-senang seperti anak-anak seusianya. Namun, karena faktor ekonomi, bukan harus membayar hutang kedua orang tua yang dikenakan kepadanya dengan pergi ke persimpangan jalan setelah sekolah sampai akhir malam.Semenjak kedua orang tuanya meninggal, dia yang harus membayar meskipun dia memiliki kakak yang memutuskan pergi meninggalkannya sendirian.

Sendirian dengan beban sebesar utang Rp 6 juta yang akan digunakan untuk pengobatan ibunya, Dewi harus menjadi tetangga diperlakukan. Bahkan dalam satu hari, Dewi harus mendapatkan setidaknya Rp 50 ribu yang akan dibayarkan kepada tetangganya sehingga ia dapat melunasi hutang.

Rahma Ren’el

lensaterkini.web.id - Sebagai anak tertua di rumah hanya setelah ada berita lebih dari adiknya, pekerja laundry Rahma Ren'el harus sekitar setelah sekolah dan terus berharap ada orang yang mau menggunakan jasanya setiap hari.Rahma melakukan pekerjaan ini karena dia memiliki untuk tetap bersekolah dan 3 adik hidup sendiri setelah ibunya meninggal dan ayahnya memutuskan untuk pergi menikah dengan wanita lain.

Rahma dan ketiga saudara tinggal di sebuah rumah berukuran hanya 4 × 6 istirahat tanah di daerah Wara, Desa Batu Merah, Ambon. Dengan sangat memprihantinkan hidup dan jika pencahayaan malam diperlukan untuk belajar tidak dapat membantu, Rahma masih berjuang keras dan tidak mau menyerah pada nasib, meskipun sulit baginya untuk menjadi ayah dan ibu untuk adik ketiga.

Ayu Ramayanti dan hafid

2 remaja berusia sangat muda dan saudara dan saudara perempuan bernama Ayu hafid Ramayanti dan harus menjalani kerasnya kehidupan di teman-teman saat ini sebayannya sedang menikmati hari-hari mereka dengan orang-orang seperti cita.Keduanya harus bekerja setelah sekolah sementara merawat ibunya yang memiliki lumpuh sejak beberapa tahun lalu. Ayu yang menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggalkan mereka bertiga, bekerja sebagai warung sate dengan upah Rp 10-15 ribu per hari.

Sementara Hafid bekerja sebagai cuci mobil dengan biaya hanya $ 5 ribu per hari.Banyak yang merasa kasihan dan kasih sayang terhadap kedua dengan menyediakan ala kadarnya, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa guru di sekolah Ayu, bahwa mereka berani untuk mengumpulkan uang yang menghasilkan diberikan kepada Ayu untuk hidup sehari-hari.

Samsul

lensaterkini.web.id - Di kaki Gunung Slamet, Desa Bumijawa, Tegal, ada jajanan makanan ringan, cilok, usia yang sangat muda bernama Samson. Dia adalah anak tertua dari empat bersaudara yang harus bekerja keras setelah sekolah untuk membantu ekonomi keluarganya.Di usia yang sangat muda dan tubuh yang kecil, ia harus menanggung ciloknya keranjang di sekitar desa. Dalam sehari, hasil ciloknya hanya sekitar Rp 12 ribu.

Namun, keinginannya untuk tetap di sekolah sangat tinggi. Tapi tidak seperti yang diharapkan, faktor ekonomi yang dihadapi keinginan Samsul Samsul tersebut.Sebenarnya masih memiliki orang tua biologis, tetapi pekerjaan ayahnya yang sewenang-wenang ditambah dengan ibunya yang sering sakit serta untuk membantu baik dalam mendukung adik-adik, maka pekerjaan dilakukan rela tulus.

Zainal dan Zubaidah

Jika Anda melihat usia dan kondisi, Anda pasti tidak akan tega. Zainal dan Zubaidah adalah putra dayung becak bernama Husairi. Keduanya memutuskan untuk tidak masuk sekolah karena mereka ingin fokus pada membantu ayah mereka mendapatkan uang dengan mendorong becak dari belakang dengan sepeda.

Selain Zainal dan Zubaidah, Husairi juga masih memiliki lebih banyak anak yang masih balita dan harus diadopsi oleh para tetangga di kampung halamannya setelah istrinya meninggal. Husairi dan dua anaknya tidak punya tempat untuk tinggal dan harus tidur di depan pintu atau di becak setiap harinya.Bahkan dalam kondisi seperti itu, dan Zubaidah Zainal tetap dengan sekuat tenaga untuk membantu ayahnya, mengetahui ayahnya sakit yang cukup akut.

Rian Saputra

lensaterkini.web.id - Anak bernama Rian Saputra yang menjadi yatim piatu setelah tsunami melanda Aceh beberapa tahun yang lalu itu akhirnya harus hidup sendiri dan menjadi penyemir sepatu untuk mendapatkan uang.Memang ia diselamatkan oleh seseorang yang tidak pahaman ketika tsunami melanda dan membunuh orang tuanya, tapi dia harus melarikan diri karena merasa akan dijual oleh orang yang diselamatkan itu.

Hidup dan kehidupan yang tidak menentu, akhirnya dia didopsi oleh pasangan Nilawati dan Salmi yang juga memiliki enam anak dan hidup di bawah garis kemiskinan. Tetapi tidak ingin bergantung pada pengasuh, Rian lebih memilih untuk menjadi penyemir sepatu dari kios ke kios dan tak jarang ia harus tidur di belakang pintu pada saat itu tidak pulang Nilawati.

Selain yang di atas, ada ratusan atau bahkan ribuan anak-anak yang mengalami nasib yang sama dan tidak terkena. Mereka adalah sisi hitam bakat muda cerah hebat Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola