5 Tradisi Miris Jual Anak Gadis Guna Bayar Hutang di Pakistan

Tidak semua tradisi yang ada di dunia ini yang bisa diterima oleh akal sehat manusia. Tradisi misalnya dari tubuh manusia makan lebih banyak dilakukan di masa lalu. Kemudian tradisi menyakiti diri pada hari-hari tertentu untuk memberikan tubuh berdarah. Terakhir ada tradisi yang mengharuskan orang tua untuk menjual anak perempuan mereka yang masih kecil untuk orang lain untuk melunasi utang. Tingkat keparahan gadis itu akan menikah saat masih muda.

Tradisi yang mengerikan ini menjadi mimpi buruk bagi banyak perempuan di Pakistan (dan Afghanistan). Mereka seperti tidak memiliki hak untuk hidup dan mendapatkan kebahagiaan mereka sendiri. Berikut adalah fakta yang menyedihkan tentang tradisi swara ini. Mari simak ulasan dari 5 fakta tradisi jual anak gadis untuk bayar hutang di pakistan.

Masih Merebaknya Perang Antar Suku

lensaterkini.web.id - Seperti Indonesia, Pakistan juga memiliki banyak suku-suku yang menyebar ke hampir semua daerah. Suku-suku yang di daerah terpencil yang biasanya masih memiliki tradisi yang kadang-kadang tidak sesuai dengan dunia modern. Salah satu tradisi yang berjuang untuk menunjukkan kekuasaan antara klan.

Suku pedalaman di Pakistan akan melakukan serangkaian perang untuk melawan sesuatu. Jika kekalahan suku mereka diwajibkan untuk membayar banyak denda. Biasanya denda bisa barang atau memberikan gadis yang dimiliki oleh suku.

Tradisi yang Bertahan Ratusan Tahun

Tradisi ini mengerikan ternyata telah ada sejak 400 tahun yang lalu. Jauh sebelum Pakistan modern terbentuk, suku-suku di daerah ini sering berperang sekaligus menjarah wilayah tersebut hingga habis. suku yang kuat berarti berhak untuk apa-apa. Sementara suku yang lemah harus memberikan sesuatu yang mereka punya. Jika ada barang ana gadis terkecil maka mereka harus diberikan.

Akhirnya mulai membentuk tradisi dimana swara itu. Tradisi ini mewajibkan suku seperti kekalahan atau memiliki utang yang besar untuk memberikan anak perempuan mereka. Jika hal ini tidak dilakukan maka perang besar akan terjadi. Bahkan akan ada korban jiwa jauh lebih besar.

Gadis Kecil Untuk Dinikahkan

lensaterkini.web.id - Sebagai kompensasi atas kekalahan dalam perang atau karena ada kasus-kasus tertentu, seorang gadis swara harus menerima kenyataan pahit. Dia harus melakukan apa yang ia inginkan orang tua. gadis itu rela diberikan kepada orang-orang dari suku-suku lain untuk diperlakukan sebagai budak atau menikah dengan pria yang lebih tua.

Rata-rata digunakan sebagai gadis swara berusia 9-12 tahun. Pada usia yang sangat muda ia harus menjalani seperti kehidupan yang mengerikan. Orang tua yang ia cintai ternyata membuangnya. Ia dianggap benda-benda yang dapat digunakan untuk melunasi semua hutang yang ada. Dengan demikian kehidupan sukunya akan berjalan sangat lancar.

Pernikahan Muda di Pakistan yang Membawa Bencana

Swara akhirnya menjadi budaya dan membuat wanita menikah banyak anak-anak muda di Pakistan. Sekitar 70% dari gadis kecil di wilayah ini menikah pada usia 16 tahun. Mereka sebagian besar dipaksa oleh orang tua mereka karena mereka memiliki kehidupan yang tidak terlalu baik. Anak dianggap sebagai penyelamat orang tua.

Kasus pernikahan pada anak-anak, terutama gadis di Pakistan telah mengkhawatirkan. Banyak lembaga perlindungan dunia mengutuk tindakan ini. Seorang wanita harus diberikan hak-hak yang banyak untuk memilih, menentukan masa depan sendiri. Tidak dengan memaksa dia ke istri seorang pria pada usia yang sangat muda.

Mulai Dianggap Sebagai Tindakan Kriminal

lensaterkini.web.id - Apa yang terjadi dengan gadis-gadis kecil di Pakistan sekarang dianggap sebagai salah satu tindak pidana. Bahkan polisi Pakistan akan menangkap siapa pun, termasuk orang tua dari gadis yang digunakan sebagai utang pelunas. Aktivis dari anak-anak dan perlindungan perempuan di Pakistan menyambut baik saran yang dibuat oleh pemerintah untuk memutuskan rantai ini tindakan yang tidak manusiawi.

Meski dilarang dan bisa menyeret pelakunya ke penjara. Praktek swara masih dilakukan di pakistan, terutama di daerah yang masih sangat jauh. Di wilayah gadis-gadis tidak memiliki apa-apa kecuali harga yang harus diberikan ke bagian lain jika diperlukan. Selama dia belum berusia lebih dari 13 tahun, ia masih memiliki risiko untuk orang tuanya digadaikan.

Berikut adalah lima fakta tentang tradisi sedih swara, di mana gadis-gadis kecil yang digunakan sebagai utang pelunas. Apa pendapat Anda tentang tradisi mengerikan ini.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola