5 Tes Ujian Terseram Hingga Nyaris Bugil Saat Ujian Berlangsung

Mencontek adalah cikal bakal korupsi. Mereka yang sedari kecil terbiasa curang mendapatkan sesuatu tanpa berusaha kelak besarnya akan menjadi koruptor. Demikian yang sering kita dengar selama ini.

Menghindari hal tersebut, negara-negara dengan tingkat kesadaran tinggi berusaha menerapkan pencegahan untuk meminimalisir praktik mencontek dan kecurangan selama ujian. Berbagai cara unik diterapkan, seperti dilarang menggunakan bra hingga tanpa menggunakan sehelai benang pun. Mari simak ulasan dari 5 ujian paling aneh juga menyeramkan di dunia.

Hindari mencontek, murid perempuan China dilarang pakai kutang

Murid perempuan di Provinsi Jilin, China dilarang memakai kutang selama ujian. Ini lantaran kutang sering digunakan dalam aksi mencontek.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Ahad (7/7/2013), murid masuk ke kelas demi mengikuti ujian diperiksa dengan alat pendeteksi logam. Alat ini berbunyi saat ada benda logam, termasuk kutang berkawat, dan ponsel bisa juga untuk berbuat kecurangan. Mereka terkena pemeriksaan tidak diizinkan ikut ujian.

Para murid yang ditubuhnya ditanam logam seperti alat sambung anggota tubuh harus membawa surat dokter.

Para guru menyarankan murid-muridnya untuk tidak mengenakan apapun dari logam. Mereka dianjurkan memakai celana karet dibanding jins, selain itu penggunaan kutang tanpa kawat diperbolehkan namun jarang sekali perempuan China memakainya.

Tahun lalu polisi menahan sekitar 1.500 murid ketahuan nyontek dan mencuri kertas ujian. Para orang tua murid mengaku kaget dengan peraturan ini. Menurut mereka ini tidak masuk akal dan malah membuat anak-anaknya tambah frustasi menghadapi ujian.

Kampus di Thailand bikin alat anti nyontek

Universitas Kasetsart, Thailand, membuat alat sederhana anti nyontek dan menyuruh mahasiswa mereka memakainya. Ini demi mendukung kejujuran dalam ujian. Kantor berita AFP melaporkan, Jumat (16/8/2014), alat ini terbuat dari dua kertas berukuran A4 disambungkan dengan pengikat kepala. Sekitar 100 mahasiswa ikut ujian memakainya.

Ide ini datang dari seorang profesor bernama Nattadon Rungruangkitrai tersohor di Negeri Gajah Putih itu. Dia prihatin dengan tingginya kasus mencontek di kalangan kampus. Saat foto mahasiswa mengenakan alat anti contek itu beredar di jejaring sosial mereka jadi bahan tertawaan oleh banyak media. Ini sebabnya kebijakan itu berhenti sementara.

Rungruangkitrai merasa perlu menjelaskan idenya itu hanya untuk meningkatkan konsentrasi. Ide itu muncul setelah berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa demi mendapat upaya mencegah mereka nyontek.

Sementara seorang pakar pendidikan dari Universitas Chulalongkorn bernama Somphong Chitradub mendukung kebijakan ini. Dia mengatakan mahasiswa harus belajar menghargai diri mereka dan sadar ujian sambil mencontek bukan hal yang bisa dibanggakan.

Cegah nyontek, China pakai drone buat awasi ujian siswa

Kementerian Pendidikan China Senin lalu mengerahkan sebuah pesawat tanpa awak alias drone untuk melacak sinyal ponsel di lokasi ujian masuk perguruan tinggi negeri Senin lalu. Ponsel siswa bisa digunakan buat menyontek saat ujian.

Pesawat tanpa awak dengan enam baling-baling itu menyisir lokasi ujian di Luoyang, China, seperti dilaporkan koran the Guardian dan dilansir majalah TIME, Selasa (9/6/2015). Drone seharga puluhan ribu dolar itu mampu mengudara setinggi 1.600 kaki di atas tanah.

Ujian masuk perguruan tinggi negeri di China ini cukup menentukan nasib para peserta untuk masa depan mereka dalam mencari kerja nanti.

Sejak Mei lalu Kementerian Pendidikan China sudah menangkap 23 siswa yang mencoba menyontek dalam ujian. Hukuman bagi para penyontek adalah larangan mengikuti ujian selama tiga tahun. Sekitar 9,5 juta siswa China mengikuti ujian masuk perguruan tinggi pada Senin lalu.

Sekolah ini gelar ujian di tempat terbuka guna hindari mencontek

China memang tidak habis akal dalam mencegah praktik kecurangan. Sebuah fenomena unik ditunjukkan sebuah sekolah di China yang menggelar tes berlatarkan hutan terbuka. Sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Henan dengan 800 orang murid kelas 8 secara serempak mengerjakan ujian di area seluas 3.000 meter persegi di Kota Xinxiang.

"Hutan terbuka dengan area pepohonan menjadi tempat ideal untuk anak-anak menjadi fokus lantaran atmosfernya yang dingin dan sejuk," terang Kepala Sekolah Jia Gongjie, seperti diberitakan Shanghaiist, Minggu (5/7/2015).

Diketahui pada nulan sebelumnya, tepatnya April, sebanyak 1.700 siswa melakukan hal serupa. Bedanya latar tempat terbuka dihelat di lapangan luas di sekolah mereka di Yichuan County, Provinsi Shaanxi.

Diketahui kedua langkah ini ditempuh guna mengurangai potensi kecurangan seperti mencontek, dan saling bekerja sama selama ujian berlangsung.

Tentara India diharuskan nyaris bugil buat ikut ujian

Sebuah cara unik menghindari perbuatan curang mencontek diterapkan militer India dalam melakukan ujian penyaringan masuk Angkatan Darat. Calon taruna (catar) yang mengikuti tes tertulis menghampar di lapangan luas dan bukan di dalam kelas tanpa sehelai benang pun, kecuali celana dalam.

Bertempat di Bihar Muzaffarpur, ratusan catar mengerjakan dengan serius soal-soal mereka. Reaksi luar biasa justru datang bukan dari para catar, melainkan netizen, termasuk menteri pertahanan India sendiri yang menanyakan langsung kepada Panglima Militer Jendral Dalbir Singh Suhaag. Seorang catar, Harishambhu Kumar (21), mengaku tidak tahu menahu terkait peraturan ini.

"Saat datang dan hendak menjalankan tes, pengawas mengatakan untuk melepas seluruh pakaian kecuali celana dalam, jujur saya merasa malu, namun mereka mengatakan hal ini sebagai upaya meredam aksi mencontek selama ujian," ujar Kumar, seperti dikutip dari laman NDTV, Selasa (1/3).

Menurut keterangan resmi militer India, hal ini dapat meredam kemungkinan para catar menyembunyikan contekannya yang disimpan di dalam baju mereka.

"Hal ini dilakukan lantaran tahun lalu ada dua catar yang kedapatan menyembunyikan ponsel mereka dan kertas contekan di balik rompi mereka," terang Kolonel Godhara, tentara daerah setempat. Netizen yang tidak sepaham dengan cara ini mengeluhkan kenyamanan catar dalam menjawab soal-soal ujian.

"Meski hanya satu jam, namun mereka pasti kedinginan dan tidaklah nyaman," ungkap mereka. Walau begitu, Kolonel Godhara mengatakan sudah sesuai prosedural. "Nantinya tes fisik yang mereka jalani akan lebih berat," tegasnya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola