5 Perawat Kesehatan Ini Ternyata Seorang Pembunuh Berantai

Rumah sakit adalah tempat di mana kita bisa menyerahkan semua masalah kesehatan tanpa perlu khawatir lagi. Kita memercayakan segala hal kepada dokter dan juga perawat yang setiap saat berjaga untuk memantau keadaan pasien. Sayangnya, tak semua orang di rumah sakit bisa dipercaya dengan baik. Di Indonesia banyak sekali kecurangan hingga malapraktik terjadi dan merugikan banyak sekali orang.

Di luar negeri, hal yang sama juga terjadi di dunia medisnya. Bahkan ada yang lebih parah dari apa yang terjadi di negeri ini. Di sana ternyata ada perawat yang justru menjadi seorang pembunuh berantai. Mereka membunuh banyak sekali orang dan menggunakan kedok perawatnya untuk bersembunyi. Yuk, simak siapa sajakah mereka di 5 orang perawat kesehatan yang jadi pembunuh berantai.

Efren Saldivar

Efren Salvidar adalah seorang perawat yang bertugas jaga malam di sebuah ruang sakit bernama Glendale Adventist Medical Center. Ia terbukti membunuh setidaknya tujuh orang manula yang harusnya ia rawat dengan menyuntikkan mereka beberapa obat berbahaya. Kejadian ini menjadi heboh di tahun 90-an dan membuat banyak perawat mendapatkan stigma negatif.

Efren ditangkap setelah polisi menemukan beberapa obat aneh di loker miliknya. Dari sana polisi menyeret Efren dan memberikan hukuman mati sebagai ganjaran. Meski merasa bersalah dan siap menerima hukuman, Efren mengatakan kepada media jika dirinya akan membunuh 200 orang. Sayangnya polisi terlalu cepat menangkapnya.

Genene Anne Jones

Genene Anne Jones adalah seorang perawat paling mengerikan yang pernah ada. Ia telah membunuh setidaknya 46 bayi tak berdosa di dalam ruangan inkubator. Selama bekerja menjadi perawat di ruang bayi, perawat ini banyak sekali menyuntikkan sejenis muscle relaxant kepada bayi yang baru saja lahir.

Banyaknya bayi yang meninggal dengan sangat aneh membuat pihak rumah sakit curiga. Akhirnya setelah dilakukan penyelidikan didapat fakta jika Genene Anne Jones lah yang membunuh semua bayi mungil itu. Ia akhirnya mendapatkan hukuman dengan total 99 tahun untuk pembunuhan berencana ini.

Stephen Letter

Stephen Letter adalah seorang perawat yang bekerja di Jerman sejak tahun 2003-2004. Selama setahun mengemban tugas untuk menjaga para manula berumur 70 tahun ke atas, ia telah membunuh setidaknya 12 orang. Pembunuhan dilakukan dengan menyuntikkan semacam zat beracun dalam tubuh korban yang mengalami gangguan kesehatan yang parah. Ia berpendapat jika melakukan itu akan mengurangi penderitaan dari orang yang telah sekarat itu, dan pihak rumah sakit menyuruhnya.

Perkataan itu tentu ditolak oleh pihak rumah sakit. Mereka menyatakan jika tidak memberikan perintah mengerikan seperti itu. Tak ada yang namanya pembunuhan untuk kebaikan. Stephen Letter akhirnya dipenjara dan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Ia tela mengakui semua perbuatan dan menyesal telah melakukan hal mengerikan itu. Ia sadar seharusnya tugas perawat bukanlah menghilangkan rasa sakit dengan membunuh pasien.

Robert Diaz

Robert Diaz adalah perawat lepas yang bekerja di tiga rumah sakit yang berbeda. Pada tahun 1981, ia banyak sekali membunuh pasien renta dengan menyuntikkan obat-obat dengan dosis yang sangat tinggi. Rata-rata korban mengalami gangguan pernapasan dan juga lumpuh pada tubuh hingga akhirnya meninggal dengan cara yang mengenaskan.

Polisi mengembangkan penyelidikan di tiga rumah sakit dan mendapatkan fakta jika Robert Diaz adalah pelakunya. Dia didakwa telah melakukan pembunuhan berencana kepada 19 pasien di tiga rumah sakit. Akibat hal ini Robert Diaz mendapatkan hukuman mati di tahun 1984. Namun sebelum dieksekusi ia telah meninggal secara alami di tahun 2010 kemarin saat umurnya mencapai 72 tahun.

Richard Angelo

Richard Angelo adalah seorang perawat yang telah melakukan pembunuhan terhadap 25 orang dengan metode yang sama. Richard menyuntikkan obat dengan dosis tinggi kepada para pasiennya yang sudah lanjut usia. Akibat penyuntikkan obat ini, banyak sekali pasien yang mengalami gangguan pada fungsi pernapasan hingga mengakibatkan mereka mati secara mendadak.

Awalnya Richard menolak dituduh sebagai pembunuh. Ia mengatakan hanya melakukan injeksi sesuai dengan prosedur. Namun setelah beberapa saat ia mengakui telah melakukan tindakan mengerikan itu dan membuat banyak pasiennya meninggal dunia.

Nah, terbukti kan jika di luar negeri ada perawat yang justru melakukan hal-hal mengerikan seperti ini. Bagaimana menurut pendapat sobat Boombastis terkait dengan kasus mengerikan seperti ini?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola