5 Orang Asal Belanda Yang Pernah Berjuang Demi Kemerdekaan Indonesia

Indonesia merdeka sangat sulit. Selama bertahun-tahun ratusan orang di Indonesia (bahkan sebelum itu bernama Indonesia) berjuang mati-matian untuk bebas dari penjajahan. Mereka yang berjuang adalah orang-orang muda lintas agama, lintas etnis, lintas bahkan berpikir. Semua berjuang tanpa label untuk membuat ibu pertiwi bisa bebas dari kuasa Perusahaan.

Menariknya, ada juga seorang pejuang yang sebenarnya Belanda (atau Indo-Belanda) tetapi sangat membela negara ini. Mereka begitu cinta dengan cinta Indonesia mengalami untuk Belanda. Ini adalah kisah lima orang Belanda yang berjuang sampai akhir yang pahit bagi masa depan Indonesia. Mari simak ulasan dari 5 orang belanda yang berjuang untuk kemerdekaan indonesia.

Eduard Douwes Dekker (Multatuli)

lensaterkini.web.id - Meskipun tidak secara langsung melawan menggunakan senjata di medan perang. Apa yang dilakukan oleh Multatuli dampak yang signifikan terhadap perjuangan di Indonesia. Dia menulis sebuah buku berjudul Max Havelaar (1860). Buku ini berisi sindiran kepada pemerintah kolonial Belanda menyiksa orang di Hindia atau Indonesia di masa lalu.

Buku ini berisi penderitaan rakyat di Indonesia secara signifikan tertangkap di mata Multatuli. Penderitaan akhirnya membuat semangat juang kuat. Selain itu, dalam novel ini juga menggambarkan perilaku orang Belanda dipenjara saat itu sangat mengerikan. Bahkan bisa dibilang Indonesia menganggap orang-orang seperti ternak.

Baron van Hoevell

Baron van Hoevell adalah seorang negarawan dan juga seorang pendeta di Belanda. Dia ditugaskan untuk bekerja di Batavia pada tahun 1848. Selama tinggal di Jawa, Baron banyak protes, bahkan menjadi pemimpin demonstrasi untuk kebebasan pers dan pembangunan sekolah di koloni. Pada tindakan ini ia diusir oleh pemerintah Belanda karena dianggap sangat radikal.

Meskipun diusir, akhirnya Baron kembali dan protes. Dia tidak suka perilaku yang merugikan Belanda warga setempat, terutama dalam budidaya atau cultuurstelsel. Baron Menutut memberikan banyak keuntungan kepada penduduk asli. Hal ini juga mencari kesejahteraan penduduk asli, salah satunya adalah pengembangan pendidikan yang layak untuk semua orang.

Johannes Cornelis Princen

lensaterkini.web.id - Cornelis Johannes Princen, kadang-kadang disebut Poncke Princen adalah seorang prajurit Belanda yang luar biasa. Ia terlibat dalam banyak perang di Indonesia. Meskipun tidak pernah terlibat dalam perang, ia benar-benar memihak Indonesia pada tahun 1948. Poncke sudah muak melihat aksi negaranya tidak akan memberikan kemerdekaan penuh untuk Indonesia. Bahkan terus menekan tanpa belas kasihan.

Akhirnya Poncke menyeberang dan bergabung dengan pejuang Indonesia. Dia tampak serangan umum 1 Maret 1949 dengan bergabung bersama divisi Siliwangi. Berkat tindakan ini sangat besar, Poncke menerima penghargaan dari Presiden Soekarno Bintang Gerilya. Pada saat itu ia adalah seorang warga negara Belanda. Anda bisa membayangkan betapa besar perjuangan dilancarkan seorang Belanda untuk kemerdekaan Indonesia.

Husni Tamrin

Tidak bisa dipungkiri lagi jika darah Belanda asli yang mengalir dalam tubuh Husni Tamrin. Ayahnya adalah seorang Belanda yang menikahi wanita Betawi. Sayangnya, setelah ayahnya meninggal, dia dibawa oleh keluarga dari ibu untuk tidak memiliki nama Belanda. Sejak kecil ia melihat penderitaan orang pribumi untuk membentuknya menjadi pemberontak pribadi.

Akhirnya, sebagai orang dewasa ia mulai menjadi banyak orang yang memprotes kepada Belanda. Husni juga memimpin pemberontakan rakyat melawan penindasan Betawi. Sayangnya ia meninggal begitu cepat, ada kecurigaan dia tewas saat di penjara. Pada pemakaman Husni Tamrin melakukan setidaknya 10.000 pelayat datang saat melakukan demonstrasi melawan Belanda. Oh ya, Husni Tamrin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Ernest Douwes Dekker

lensaterkini.web.id - Ernest Douwes Dekker memiliki hubungan darah dengan Belanda dan masih Multatuli. Ernest lahir dan dibesarkan di Pasuruan, Jawa Timur. Meskipun tinggal di Belanda yang dihormati keluarga, ia telah tumbuh menjadi pertahanan tanah air adalah tanah air. Bahkan idenya ke dalam salah satu fondasi penting dari pembangunan Indonesia di masa depan.

Ia dikenal sebagai salah satu Triad dengan dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Ernest adalah orang yang memperkenalkan nama nusantara sebagai pengganti Hindia Belanda. Pada tindakan ini ia dibuang ke Suriname oleh pemerintah Belanda. Pada pertengahan 1946 ia berjuang untuk kembali ke Indonesia. Akhirnya ia tiba di Yogyakarta pada tahun 1947. Tiga tahun kemudian ia meninggal. kehebatannya di masa lalu membuatnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Berikut adalah lima orang Belanda yang benar-benar berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak lagi peduli tentang kehidupan yang mereka inginkan adalah untuk kemerdekaan negara ini dan kebebasan dari bangsa kolonial. Bagaimana sobat Boombastis tentang tindakan heroik mereka?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola