5 Kisah Wartawan Yang Disiksa Teroris Paling Kejam di Dunia

Tidak ada pekerjaan yang tanpa resiko. Bahkan penyapu di jalan yang mungkin dianggap oleh banyak orang adalah pekerjaan untuk diberikan, juga memiliki risiko. Entah itu atau mungkin motor kontak serempet dengan arit saat membersihkan rumput. Setiap pekerjaan ada resiko, perbedaannya adalah tingkat besar atau kecil risiko yang dimiliki.

Berbicara tentang pekerjaan dengan resiko tinggi, mungkin banyak yang bisa disebutkan. Nah, salah satu dari deretan bahwa mereka mengambil risiko pekerjaan besar itu adalah wartawan. Ya, berita adalah pencari kerja dengan risiko besar. Apalagi jika ditugaskan untuk menutupi konflik sensitif. Risikonya tidak terluka atau cedera lagi, tapi kematian.

Sudah banyak bukti dari wartawan yang diculik dan disiksa-siksaan dan bahkan dibunuh. Berikut adalah cerita di alam semesta jurnalisme menyedihkan yang membuat pekerjaan yang satu ini sehingga memiliki julukan pekerjaan yang paling berbahaya di dunia alias pekerjaan yang paling berbahaya di dunia. Mari simak ulasan dari 5 kisah penyiksaan para wartawan paling kejam di dunia.

Akhir Hidup James Foley di Tangan Tukang Jagal ISIS

lensaterkini.web.id - Wartawan adalah pekerjaan mulia, tanpa mereka kita informasi buta. Sayangnya, akhir kehidupan seorang pencari mungkin tidak selalu menjadi berita baik karena kabar baik itu mencakup. Ini adalah apa yang terjadi dalam James Foley. Wartawan asal Amerika yang terkenal. Seperti yang Anda mungkin sudah membaca, reporter satu ini dipenggal oleh ISIS.

Sebelum disembelih secara brutal, pertama Foley diculik. Kemudian, dari ISIS sendiri kemudian membuat tawaran kepada pemerintah AS untuk swap Foley dengan beberapa permintaan. Sayangnya, AS sendiri enggan untuk menenangkan ISIS dan akhirnya eksekusi dilakukan. Meskipun akhir menyedihkan, ibu dari James Foley mengatakan dia bangga akan anaknya.

John Cantlie Disiksa Bagai Tahanan Guantanamo

Banyak melaporkan jika James Foley tidak ditahan saja, tetapi beberapa orang sekaligus. Salah satunya adalah seorang wartawan Inggris bernama John Cantlie. Memang, John tidak dibunuh, tetapi ia menderita penyiksaan kejam yang mungkin menjadi pengalaman pahit dalam hidupnya.

John mengakui bahwa ia disiksa seperti seorang tahanan Guantanamo. Salah satu perlakuan yang diterima oleh waterboarding wartawan Inggris adalah penyiksaan, yang terpaksa membuka mulutnya dan kemudian ditutup dengan kain dan menuangkan air beberapa kali. Teknik penyiksaan ini dikenal juga dilakukan sipir penjara Guantanamo ke tahanan. John nasib tidak diketahui pada saat ini, rumor menyatakan bahwa ia masih hidup hari ini.

Daniel Pearl, Dibunuh Gara-Gara Dirinya Yahudi

lensaterkini.web.id - Daniel Pearl adalah seorang wartawan Amerika yang telah ditugaskan untuk mewawancarai pemimpin agama di Pakistan. Hal ini terkait dengan kasus seorang pria bernama Richard Colvin Reid tertangkap ketika terjadi pemboman. Reid sendiri diduga mereka memiliki hubungan darah dengan seseorang yang akan dihadapi Pearl. Para wartawan sendiri tampaknya antusias ini, sayangnya, ini akan menjadi akhir dari hidupnya.

Belum sempat bertemu karakter yang bersangkutan, Pearl sudah telah diculik oleh kelompok diklaim adalah utusan Al-Qaeda. Organisasi ini kemudian membuat penawaran kepada pemerintah Pakistan untuk membebaskan tiga tahanan. Pemerintah Pakistan menolak, sampai akhinya Pearl dibunuh. Sebelum pisau menggorok lehernya, kata Pearl sambil tersenyum, "Nama saya Daniel Pearl. Aku Yahudi Amerika dari Encino, California, USA. Yahudi ayah saya, ibu saya Yahudi, aku Yahudi. Keluarga saya berikut Yudaisme ... "Pearl tewas seketika.

Kenji Goto, Bukti Nyata Kekejaman ISIS

Tidak hanya James Foley, ISIS ketenaran juga disebabkan oleh seorang wartawan Jepang bernama Kenji Goto. Niat untuk membuat rekaman dokumenter tentang kehidupan orang-orang Suriah, justru di penangkaran ISIS. Tak lama kemudian, Kenji meninggal dengan cara yang sama seperti yang dialami oleh Foley.

Sebelum kejadian ini, Kenji dugaan upaya penculikan penyelamatan terhadap lainnya, juga dari Jepang bernama Haruna Yukawa. Sayangnya, mereka tampaknya gagal. Yukawa sendiri juga dieksekusi oleh ISIS.

Dua Wartawan Perancis Dibunuh Teroris Mali

lensaterkini.web.id - Kabar menyedihkan bagi wartawan juga datang dari tanah Afrika. Dua wartawan Perancis telah dilaporkan tewas di Mali oleh kelompok anarkis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Claude Verlon dan Ghislaine Dupont tewas setelah diculik selama 3 tahun.

Sebagai tanggapan, Presiden Prancis Francois Hollande menunjukkan kemarahan kepada pelaku. Hal ini juga dilapis oleh pemerintah Mali melalui juru bicara yang said'm maaf dan akan melakukan segala upaya untuk memerangi terorisme di negaranya.

Efek samping seperti deretan orang juga dialami oleh wartawan dari Indonesia, Meutya Hafid. Wartawan Metro TV telah diculik oleh sekelompok orang bersenjata ketika ia ditugaskan ke Irak. Untungnya, di akhir Mutya dirilis, bahkan dia juga merilis buku laris yang kata pengantar ditulis oleh Presiden.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola