5 Kisah Seorang Mahasiswa UGM Buat Skripsi Tentang Film Porno Jepang

Video porno Jepang membuat Naufal Muhammad Ridha tertarik untuk mengeksplorasi lebih dalam. Siswa yang terdaftar di Departemen Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada ini membuat penelitian menargetkan penggemar JAV, atau Jepang Adult Video di kampus.

Meskipun tabu bagi masyarakat, Naufal tetap yakin bahan tesis ini dapat respon positif. bunga ini berasal dari Jepang lomba pidato diadakan kampus. Cerita tentang video porno Jepang menerima umpan balik positif dari penerjemah, ia juga ingin membuatnya menjadi sebuah tesis berjudul sambutannya JAPAN DEWASA VIDEO (STUDI KASUS 4 MADA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH FANS JAV).

"Apa yang belum saya masih tabu, setelah pidato itu tentang JAV, tapi karena ada juri dari Jepang, saya tidak baik, saya akhirnya berubah menjadi situs porno," katanya pada merdeka.com, Rabu (4/2 ) sore.

Gagasan tersebut muncul di tengah-tengah dari produk Jepang di negara ini. Sebagai film Doraemon dan Tsubasa orang disukai Indonesia, yang tampaknya untuk menghapus jarak antara Sakura dengan Indonesia. Mari simak ulasan dari 5 kisah unik mahasiswa UGM bikin Skripsi Tentang film porno jepang.

Dari anime, Jepang kini dikenal dari video porno

lensaterkini.web.id - Mulai dari lomba pidato bahasa Jepang, Muhammad Naufal Rida, yang masih belajar Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, UGM melakukan studi para penggemar JAV (Japan Adult Video) di kampus. Dalam lomba pidato dia situs-situs porno tema. Ketika Anda mendapatkan umpan balik yang baik dari para juri, ia juga berniat untuk membuat pidato dan kemudian ke tesis.

"Apa yang belum saya masih tabu, setelah pidato itu tentang JAV, tapi karena ada juri dari Jepang, saya tidak baik, saya akhirnya berubah menjadi situs porno," katanya pada merdeka.com, Rabu (4/2 ) sore.

Ide awal studi penggemar JAV sendiri berasal dari perubahan dalam persepsi Indonesia dari Jepang. Dia mengatakan anak-anak yang merasakan dahsyatnya efek film Doraemon dan menciptakan persepsi Jepang Tsubasa erat dengan sikap orang-orang Jepang yang disiplin, selalu bersemangat, rajin dan lain-lain seperti yang digambarkan dalam film.

"Sebelumnya saya pikir sih dari persepsi orang Jepang, jika angkatan 2006 ke bawah ketika ditanya apa yang diketahui tentang Jepang, maka ia ingat Doraemon, Tsubasa. Tapi tidak ada angkatan 2009, kebetulan saya ada yang berlaku," katanya kata.

Pada tahun 2006 ke atas generasi, tambahnya, orang tidak tahu lagi Doraemon dan Tsubasa. Sebaliknya mereka tahu adalah JAV.

"Saya tidak pernah kontak dengan orang yang sama, kata Departemen Sastra Jepang, komentar mereka segera, keren wah dong bisa chatting dengan Miyabi, ternyata itulah yang keluar. Soal bokepnya," jelasnya.

Dipandang sebelah mata oleh dosen

Pada tahun 2013, di kemudian hari kemudian mengajukan tesis dengan judul JAPAN ADULT VIDEO (STUDI KASUS 4 MADA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH FANS JAV). Ia belajar empat mahasiswa dari empat siswa dari kelas 2007-2011 yang merupakan penggemar dari JAWA.

"Saya memilihnya pakai bola salju, meminta mereka untuk teman-teman, yang ya koleksi yang luar biasa dari JAV. Akhirnya dapat empat. Dari empat yang saya wawancara, jika ada perubahan persepsi yang ditanamkan melalui film seperti Doraemon di Jepang setelah melihat JAV , "jelasnya,

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata persepsi Jepang tidak berubah setelah menonton JAV. "Awalnya dosen mengatakan, ini tidak perlu belajar, hasilnya akan berubah. Tapi itu adalah penggemar khusus, tidak ada perubahan. Mereka menganggap sama. Mereka sadar, setiap negara memiliki juga produk pornografi, jadi biasa-biasa saja," katanya.

Sayangnya, meskipun banyak pujian, tapi kertas tidak mendapatkan skor tinggi. Karena fan sampel JAV hanya empat orang.

"Terlalu sedikit empat kata dosen. Tidak bisa mendapatkan nilai. Tetapi jika sampel adalah plus saya juga pusing, empat saja rumit," katanya.

Video porno Jepang lebih kreatif dibanding Barat

lensaterkini.web.id - Sebuah studi mahasiswa penggemar JAV (Japan Adult Video) atau porno Jepang, oleh Muhammad Naufal Rida pada 2013 memunculkan fakta-fakta baru yang menarik. Dari pengakuan keempat penggemar JAV ia belajar, hampir semua dari mereka setuju bahwa jika JAV lebih kreatif dari produk pornografi Barat.

"Alasan mereka suka JAV untuk lebih kreatif dan juga memiliki ciri khas yang berbeda dari barat," katanya pada merdeka.com, Rabu (4/2) sore.

Misalnya, dari adegan, lebih JAV memiliki alur yang lambat tapi menarik. Selain alur cerita yang lebih luas tetapi tidak bertele-tele. Bahkan beberapa inovasi lokasi adegan yang bervariasi.

"Misalnya di Barat sekarang ngetrend taksi palsu, adegan dalam taksi. Jepang sudah jauh lebih awal. Proses pemanasan untuk begituannya juga khas. Ada juga waktu jangka stopper. Pacar diam-diam seperti patung dan kemudian memutar. Ini bahwa mereka berpikir lebih kreatif dari barat, "jelasnya.

Terlepas dari aspek kreativitas, kedekatan budaya dan daerah membuat para fans JAV juga semakin bersemangat. Menurut dia, penggemar lebih mudah untuk membayangkan wajah asia familiar di Indonesia.

"Menurut mereka, kombinasi kedekatan budaya, kreativitas dan alur penasaran yang membuat JAV sangat pas untuk orang-orang Asia. Jika barat yang berbeda, namun tidak ada telah terbuka terbuka, begitu," katanya.

Anggota Rohis ikut koleksi video porno Jepang

Melakukan studi dari empat mahasiswa penggemar JAV (Japan Adult Video) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Naufal Ridha terkejut ketika ia menemukan salah satu sampel penelitian adalah aktivis dari organisasi keagamaan. Bahkan salah satu dari mereka sampel mengatakan mereka telah dicalonkan untuk menjadi ketua organisasi Spiritual Muslim (Rohis).

"Terkejut dan ia memiliki koleksi yang cukup. Dia telah dinominasikan untuk menjadi presiden cerita Rohis begitu, tapi dia tidak ingin, karena ia merasa tidak layak," kata Naufal pada merdeka.com, Rabu (4/2) sore.

Tidak hanya itu, salah satu siswa yang menjadi sampel juga diklaim memiliki koleksi JAV hingga 500 gigabyte. Bahkan siswa diterima berlangganan kafe untuk men-download JAV dalam kualitas HD yang bisa berlangsung berjam-jam.

"Siapa saja bangun ke koleksi 500 giga juga menakutkan. Banyak yang membuat kejutan," katanya.

Indonesia paling kepo soal JAV

lensaterkini.web.id - Naufal mengaku selama studi pengerjaan selama tiga bulan dia mendapatkan banyak fakta mengejutkan selain pengakuan dari empat mahasiswa menjadi sampel.

"Saya dapat data, pada tahun 2008, catatan Google menunjukkan bahwa sebagian besar pencari JAV Indonesia. Di kota terbesar Yogyakarta, Jakarta dan Bandung. Super untuk polisi benar kami di JAV, secara luas digunakan kata negara paling pencarian itu , "katanya.

Bahkan sampai-sampai Indonesia sudah beberapa kali mengundang beberapa artis JAV untuk bermain film.

"Kami bicara, film aneh bahwa kita dukung-dukungan pada artis, bukan film artis mendompleng. Dulu Miyabi membuat keributan, film Suster Keramas enggak akan menjual jika enggak Rin Sakuragi (artis JAV)," katanya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola