5 Kehidupan Nyeleneh Masyarakat Mesir Kuno Yang Telah Lama Punah

Kalau dilihat dari sejarahnya, Mesir kuno adalah bangsa besar yang peradabannya sudah bisa dibilang maju. Bahkan kalau dikomparasikan dengan bangsa lain se-zamannya, Mesir lama adalah yang paling tinggi tingkat peradabannya. Sistem kemasyarakatan mereka yang sudah sedikit menyentuh HAM, temuan peralatan sehari-hari yang fundamental, sampai sistem analisis pembangunan mereka yang gila. Banyak sumbangsih Mesir bagi dunia yang dampaknya bisa terasa hingga hari ini.

Meskipun begitu hebat, namun Mesir juga punya sisi gelap. Bukan soal rajanya yang konon banyak yang zalim itu, hal ini adalah tentang kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya yang bisa dibilang sangat janggal dan tidak lazim. Saking nylenehnya, jika kebiasaan tersebut tetap dilakukan sampai sekarang, mungkin kita bakal ramai-ramai mengutuk Mesir sebagai negerinya orang gila. Lalu, hal-hal apa sih yang bisa dibilang menjadi aib bagi Mesir kuno ini? Simak ulasannya berikut di 5 hal nyeleneh kehidupan masyarakat mesir kuno di zaman dulu.

Perkawinan Sedarah Lazim Dilakukan

Di era kekinian sangat tabu yang namanya hubungan sedarah. Alasannya sudah jelas karena ini adalah aksi amoral yang tidak beretika. Jika ada perilaku yang demikian sekarang ini, maka pelakunya bisa dipidanakan bahkan kena hukuman sosial. Kembali ke Mesir Kuno, hal ini ternyata adalah sesuatu yang lazim.

Saudara sekandung bisa menikah, ayah bisa dengan putrinya dan sebagainya. Orang Mesir sendiri punya tujuan khusus kenapa melakukan itu. Hal tersebut tak lain untuk menjaga keaslian garis keturunan. Keluarga kerajaan juga sering melakukan pernikahan sedarah ini. Dan seperti yang kita duga, banyak anak-anak yang tidak normal lahir dari sistem perkawinan yang seperti ini.

Memuja Paraoh Seperti Dewa

Raja adalah orang yang paling disegani di sebuah kerajaan, di Mesir kuno juga sama. Namun bedanya, raja-raja Mesir mendapatkan penghormatan yang sangat berlebihan. Kesannya raja di sana seolah-olah selevel dengan dewa. Dalam praktiknya sendiri demikian, raja dipuja bak Tuhan.

Salah satu buktinya adalah kisah terkenal Ramses II yang terang-terangan menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Rakyat kala itu disuruh menyembahnya seperti dewa, dan yang membangkang akan dibantai. Kemudian muncul Nabi Musa untuk menghentikan kegilaan Ramses II. Beginilah potret masyarakat Mesir Kuno yang begitu mendewa-dewakan rajanya.

Membunuh Kucing = Hukuman Mati

Masyarakat Mesir sangat menghormati kucing. Bagi mereka, hewan satu ini sangat bertuah dan sebisa mungkin harus dijaga agar tidak timbul bencana dan sebagainya. Intinya, kucing adalah hewan yang sangat dikeramatkan orang-orang Mesir. Lantaran kucing begitu sangat dihormati, maka barang siapa yang macam-macam dengan hewan lucu itu akan mendapatkan konsekuensi yang besar pula.

Seseorang akan dihukum berat kalau ketahuan melakukan penyiksaan terhadap kucing. Bahkan kalau sampai membunuh, maka tidak ada hukuman lain selain mati. Kucing sendiri juga sering diidentikan sebagai perwujudan dari seorang dewi. Makanya, membunuh kucing, sama saja secara tidak langsung membunuh dewi.

Alat Kontrol Kehamilan Mengerikan

Mesir kuno dikenal sebagai bangsa pertama yang sudah mengenal cara untuk mengontrol kelahiran. Bukan dengan menggunakan alat kontrasepsi atau pil tentu saja. Namun, pakai trik yang bisa dibilang menjijikkan dan ngeri. Sedikit gambaran, alat kontrol kehamilan ini berupa ramuan dan melibatkan hewan buas penghuni sungai nil. Ya, buaya.

Agar bisa menunda kehamilan orang-orang Mesir kuno membuat sebuah ramuan unik, di mana mereka mencampurkan madu plus lumpur dan juga kotoran buaya. Tidak diketahui secara pasti berapa takarannya, yang jelas semua bahan ini diaduk menjadi satu dan dipakai oleh para wanita. Ngeri dan menjijikkan, tapi rupanya alat kontrol kehamilan ini bekerja dengan baik.

Fashion Orang Mesir Sangat Buruk

Meskipun berperadaban maju, tapi dalam satu hal mereka tetap sangat udik. Ya, ini adalah tentang penampilan orang-orang Mesir kuno yang bisa dibilang buruk dan buta fashion. Para pria, mereka hanya akan mengenakan rok di atas lutut tanpa atasan, sedangkan para wanitanya sudah bisa dibilang normal lantaran memakai gaun.

Hal yang lebih menghebohkan lagi, para orangtua di sana sudah biasa dengan tidak memberikan anak-anak mereka baju. Kebiasaan ini dilakukan sampai anak-anak tersebut sudah tumbuh remaja. Alasan kenapa para orangtua melakukan ini adalah agar anaknya tidak merasa kepanasan. Miris ya, bangsa hebat kok anak-anaknya dibiarkan telanjang.

Inilah hal-hal nyleneh yang ada di Mesir. Untungnya, kebiasaan-kebiasaan ngawur di atas turut menghilang seiring dengan punahnya peradaban Mesir Kuno. Jika masih ada sampai sekarang, tak terbayang bagaimana jadinya. Mesir mungkin akan jadi negara paling dihujat sedunia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola