5 Cara Ritual Pengorbanan Manusia Paling Sadis Dimasa Lalu

Di masa lalu, ritual pengorbanan manusia masih banyak terjadi di masyarakat dunia. Mereka melakukannya untuk mengharapkan sesuatu dari apa yang mereka percaya, misalnya dewa. Dengan melakukan ritual pengorbanan manusia, maka apa yang mereka inginkan akan terwujud dengan cepat. Misalkan mereka ingin hujan, ingin panen yang berlimpah, untuk menolak bencana mendatang diprediksi.

Ritual pengorbanan manusia tentu beragam. Tapi apa yang akan dibaca di bawah ini adalah yang paling sadis. Mereka akan melakukan hal-hal seperti itu meskipun manusia. Segera, mari kita bahas satu persatu 5 cara paling kejam yang melakukan ritual pengorbanan manusia. Mari simak ulasan dari 5 kekejaman ritual pengorbanan manusia di zaman dulu.

Memasukkan Bayi ke Dalam Api

lensaterkini.web.id - Berdasarkan beberapa data dari Fenisia dan Kartago, tidak ada kelompok agama yang melakukan ritual mengerikan pada waktu itu. Mereka sangat sering mengorbankan anak-anak mereka yang masih bayi dengan desa dan kehidupan mereka akan bebas dari bahaya untuk beberapa waktu.

Akhirnya mereka akan memberikan bayi mereka kepada dewa mereka percaya. Bayi ini akan hooped dimasukkan ke dalam ruang yang berisi cetusnya api. Setelah bayi terbakar sempurna, semua orang akan senang untuk menyambut kehidupan akan berjalan dengan baik.

Dikuliti Hidup-hidup

Aztec dikenal mengerikan dalam hal pengorbanan manusia. Bangsa ini sering memotong jantung dari musuh yang akan digunakan sebagai persembahan ritual untuk dewa matahari bernama Huitzilopchtli. Selain menewaskan dengan memotong jantung, ada ritual yang tidak kalah kejam.

Mereka akan kulit Anda hidup anak laki-laki. Kemudian kulit akan didedikasikan untuk dewa Tlaloc, Xipe Totec, dan Teteoinnan. Dalam ritual tersebut, mereka akan mengeksekusi anak-anak terpilih sesuai petunjuk dari tabib yang ada di sana.

Dilemparkan ke Dalam Sumur

lensaterkini.web.id - Maya memiliki keyakinan ketika melakukan pengorbanan manusia akan membuat mereka memberikan restu. Biasanya ketika kemarau panjang datang, Maya akan melakukan ritual dengan melemparkan seorang gadis ke dalam lubang yang sangat dalam dan dinamai cenote. Lubang ini diyakini untuk menghubungkan dunia ini dengan dunia kematian diyakini memberi mereka apa yang mereka inginkan.

Biasanya Maya akan mendorong perempuan muda di sana. Masuk ke dalam lubang tidak dianggap sebagai kematian. Bahkan, mereka dianggap tetap hidup dan abadi. Jika wanita ini diterima dunia bawah, maka kemungkinan besar hujan akan datang dengan sangat cepat. Jika mereka tidak harus melakukan pengorbanan manusia ritual lagi ini sampai satu hari hujan akan datang dengan sendirinya.

Dikubur Hidup-hidup

Pada awal peradaban Mesir kuno, banyak pelayan yang dikorbankan untuk mati bersama dengan tuannya. Biasanya ketika Firaun meninggal, pegawainya harus pergi ke kuburan. Mereka akan dikubur hidup-hidup berdekatan dengan raja. Para anggota keluarga kerajaan untuk melakukan hal ini sehingga dalam dunia Firaun mati masih memiliki pelayan untuk tidak perlu melakukan apa-apa dengan sendiri.

Oh ya, arkeolog yang melakukan penelitian tentang fenomena ini menegaskan penguburan hidup. Para pelayan biasanya juga disuntik dengan obat untuk membuat mereka mati perlahan-lahan. Dengan memberikan obat para pelayan tidak akan membusuk bahkan di tanah selama bertahun-tahun.

Dicekik Hingga Tak Bernyawa

lensaterkini.web.id - Di masa lalu, janda bagian dari Fiji serta dies dengan suaminya. Bagaimana tidak, setelah suami dari wanita itu meninggal, jenazah harus disertai dengan istri. Dalam arti janda baru ini harus mati untuk memenuhi tradisi yang ada. Mereka harus dicekik dengan sangat kuat sampai mati dengan cepat dan tragis.

Lebih parah lagi, mereka yang harus melakukan ritual yang merupakan saudara dari wanita yang menjadi janda sebelumnya. Pria itu harus mencekik saudaranya sendiri untuk bersatu dengan suaminya yang telah meninggal. Persatuan suami istri akhirnya dirayakan di sebuah pesta suku cukup meriah.

Berikut adalah lima cara yang paling sadis dilakukan di pengorbanan manusia ritual. Di masa lalu, kehidupan manusia dianggap sebagai sesuatu yang mampu membuat dewa sehingga mencair dan memberikan apapun. Meskipun kita beruntung dilahirkan di hari ini, beberapa ritual gila masih ada di beberapa negara, bahkan di Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola