5 Alasan Negara Asing Ingin Perang Proksi di Indonesia

Beberapa hari yang lalu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan jika fenomena LGBT hubungannya dengan perang proxy (proxy war). Masalah ini sengaja dibesar-besarkan sehingga negara ini sehingga gaduh dan ada banyak konflik di semua sisi. Ryamizard juga menambahkan jika perang proxy jauh lebih berbahaya daripada perang konvensional. Karena ketika perang ini terjadi,

Lawan tidak diketahui siapa. Aku tahu itu dan mulai menguasai diam-diam. perang proxy itu sendiri adalah perang yang dilakukan oleh dua negara atau lebih tetapi tidak ingin terlibat langsung. Mereka menggunakan negara-negara lain dengan menyediakan dana atau lembaga, dan isu-isu sosial yang sengaja meledakkan.

Perang Proxy ini bisa dibilang perang murah karena tidak perlu menggunakan sistem senjata. Tapi efeknya bisa lebih mengerikan, bahkan cuci otak. Mari simak ulasan dari 5 alasan kenapa negara asing ingin bikin perang proksi di indonesia.

Penuh Sumber Daya Alam

lensaterkini.web.id - Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang diminati oleh banyak negara di dunia. Sayangnya, di era modern seperti sekarang ini, perang secara langsung sangat tidak mungkin. Kerugian yang diperoleh akan sangat besar dan "nama baik" dari negara akan tercoreng di dunia internasional. Akhirnya, dengan berbagai trik, proxy war dilancarkan ke Indonesia untuk menguasai beberapa sektor penting tanpa harus menggunakan sistem senjata.

Proxy war ancaman bahkan sudah ada sejak Indonesia merdeka dari Belanda. Presiden Sukarno mengatakan bahwa jika akan ada banyak ancaman di berbagai lini di Indonesia. Dan semuanya dilakukan dengan sumber daya alam yang melimpah.

Indonesia telah berusaha untuk melarikan diri dari cengkeraman perang proxy. Gerakan Non-Blok adalah salah satu bentuk. Dengan tidak menguntungkan salah satu blok, maka tidak akan ada negara sengaja mengendarai Indonesia untuk kepentingan mereka.

Persatuan dan Kesatuan di Indonesia yang Masih Sering Goyah

Memiliki banyak ras, etnis, dan agama bisa menjadi bumerang bagi Indonesia. Karena perbedaan sudut pandang sering menjadi penyebab konflik yang dapat diperbesar secara bertahap. Kita mungkin memiliki kesatuan dalam keragaman, tetapi untuk mewujudkan cita-cita itu bisa dibilang sangat sulit. Bahkan perjuangan yang tidak kecil.

Ini adalah keberagaman ini bahwa negara-negara lain yang digunakan untuk menciptakan konflik. Mereka mengadu dengan isu-isu tertentu (jika mengatakan isu Menteri Pertahanan LGBT adalah salah satu isu yang mengadu). Mengingat masalah ini, maka semua orang akan mudah untuk melawan dan akhirnya negara akan hancur.

Mudah Diiming-Imingi Kekuasaan

lensaterkini.web.id - Banyak orang di Indonesia hidup dalam kesulitan. Kemiskinan di mana-mana, terutama di daerah yang menghasilkan sumber daya alam yang besar. Dari sini, masukkan negara atau kelompok tertentu dan menciptakan organisasi pembebasan atau milisi. Mereka memberikan iming-iming kehidupan yang layak untuk membuat mereka semangat pemberontakan.

Akhirnya datang pembebasan beberapa organisasi di Indonesia. Membuat negara ini harus melakukan segala upaya untuk mempertahankan apa yang Anda miliki. Konflik di Indonesia rentan untuk menciptakan pelanggaran hak asasi manusia. Hal ini semakin memperburuk situasi yang ada di Indonesia.

Masyarakat Indonesia Mudah Terprovokasi

Kejahatan yang kita tidak menyangkal lain dari Indonesia. Bangsa ini mudah terprovokasi oleh isu-isu tertentu. Tidak sekali atau dua kali, bangsa ini gembira dengan isu-isu nyata palsu dan tidak layak dibahas. Perkembangan media sosial di Indonesia juga menjadi pemicu mengapa isu yang memprovokasi perpecahan sangat mudah berkembang biak di Indonesia.

Lebih buruk lagi, masyarakat Indonesia tidak memiliki budaya membaca yang sangat baik. Apa saja mengingat segera dimakan. Bahkan hanya dengan melihat judul headline bengkok langsung percaya. Meskipun mencari tahu kebenaran dari hal ini sangat penting. Mudah alam memprovokasi mudah dimanipulasi oleh kelompok tertentu atau negara bahkan mendominasi Indonesia.

Pusat Kekuatan Asia Tenggara

lensaterkini.web.id - Indonesia adalah negara yang tidak boleh diremehkan begitu saja. Untuk masalah ekonomi negara ini sudah mulai naik, bahkan krisis besar di masa lalu dapat dilalui dengan baik. Selanjutnya, negara ini juga memiliki kekuatan militer yang sangat kuat, terutama di Asia Tenggara. Hal ini membuat beberapa negara begitu frustrasi dan ingin membuat Indonesia hancur di semua biaya.

Menghancurkan Indonesia serta menghancurkan Asia Tenggara. Menguasai Asia Tenggara akan memberikan banyak manfaat bagi banyak negara. Selain masalah sumber daya alam, daerah ini juga dikenal sangat cepat di bidang perdagangan dan investasi. Memanggang wilayah ini khususnya Indonesia adalah jackpot yang sangat besar.

Berikut adalah lima alasan mengapa negara-negara lain ingin melakukan perang proksi di Indonesia. Dengan menonton lima alasan di atas, sudah sepantasnya Indonesia mulai waspada. Terutama orang-orang yang dengan mudah menjadi "baper" begitu melihat isu-isu tertentu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola