4 Tradisi Mencengangkan Saling Membunuh Sesama Orang Yang Ada di Indonesia

Mendengar kata pembunuhan, mungkin kita akan segera bergidik membayangkan menanduk dan tubuh bengkak. Kengerian itu akan diperdalam ketika kita mendengar adanya kelompok-kelompok tertentu yang membuat pembunuhan dari adat dan tradisi. Jadi apa yang akan Anda pikirkan jika pembunuhan itu terjadi sangat dekat dengan lingkungan kita?

Nah, bagi anda yang tidak tahu, ternyata ada beberapa suku di Indonesia, yang membuat pembunuhan sebagai salah satu tradisi. Ada berbagai alasan dan tujuan di balik tindakan sadis yang mereka lakukan. Mana suku memiliki tradisi saling membunuh, dan apa tujuan mereka melakukan itu? Berikut ulasannya di 4 tradisi aneh salin bunuh sesama orang di indonesia.

Carok, Madura

Tradisi carok menjadi alasan mengapa beberapa orang bergidik ketika saya harus pergi ke pulau Madura. Ketika timbul sengketa, orang Madura akan mengambil sabit (pisau tajam melengkung yang merupakan senjata sangat khas Madura), dan tidak ragu-ragu membacokkannya pada lawan.

Selain itu, orang Madura dikenal memiliki temperamen yang tinggi sehingga aksi carok dilakukan untuk menjaga harga diri. Tradisi ini jelas dilarang karena bertentangan dengan hukum. Namun dalam beberapa kasus, beberapa orang Madura mereka sering melakukannya untuk melawan musuh yang dirasakan.

Kanibalisme, Papua

lensaterkini.web.id - Masih ingat kasus Sumanto memakan tubuh manusia beberapa waktu lalu? Nah, itu bukan kasus pertama terjadi di Indonesia. Ternyata, negara kita dihuni oleh suku-suku yang berlatih kanibalisme.

Beberapa tahun yang lalu ada laporan praktek kanibalisme dilakukan suku Korowai, di mana seorang ayah mengambil putrinya berusia tiga tahun. Tragisnya, gadis dimakan oleh gigitan lehernya, kemudian menikmati daging dan darah. Menurut berbagai sumber, kanibalisme ritual hanya dilakukan pada mereka yang melakukan pelanggaran adat dan hukum.

Ngayau, Kalimantan

Ngayau atau kayau adalah tradisi berburu kepala dilakukan Dayak, Kalimantan. Dalam bahasa Dayak itu sendiri kayau tidak berarti musuh. Dengan kata lain, akan berarti kepala musuh berburu ngayau. Tapi dengan ngayau tidak berarti Dayak adalah suku yang kejam yang tidak mengakui kemanusiaan.

Bahkan, pengayauan Dayak hanya dilakukan ketika orang merasa terancam, misalnya dalam perang. Selain itu, tidak sembarang orang yang bisa melakukan kayau. Pemotongan kepala musuh sendiri lakukan karena mereka percaya dengan cara ini akan menghindari semangat gangguan musuh.

Ritual Suku Naulu, Maluku

lensaterkini.web.id - Jika ada tradisi di ngayau Kalimantan untuk mempertahankan kekuasaan, yang lain juga di Maluku. Ada satu suku bernama Naulu yang dikenal memiliki tradisi manusia dipenggal untuk persembahan. Untuk suku Naulu, menawarkan kepala manusia adalah ritual suci yang akan meluncurkan kehidupan mereka. Persembahan kepala biasanya dilakukan ketika seorang pria mengusulkan untuk wanita, atau peresmian anak laki-laki menjadi seorang pria. Selain itu, ritual ini juga dilakukan untuk melindungi rumah dan warga dari kemalangan.

Telah dinyatakan punah, ritual ini masih berlanjut sampai tahun 2005. Pada saat itu, dua mayat tanpa kepala ditemukan di wilayah Maluku. Setelah ditelusuri, mereka ternyata menjadi korban untuk menjaga rumah suku. Pemerintah setempat juga bertindak tegas dan melarang tradisi ini terus. Beberapa pelaku dieksekusi, sementara yang lain dipenjara seumur hidup.

Benar-benar cerita mengerikan bukan? Untungnya, Indonesia telah menerapkan hukum yang ketat pada pembunuhan sehingga peristiwa ini dapat diminimalkan. Sesuai dengan perkembangan yang ada, pemerintah harus menetapkan nilai-nilai yang lebih cocok dengan keragaman masyarakat saat ini.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola