4 Kelakuan Guru Paling Kejam Hajar Murid Sampai Tewas

Guru sebagai model peran untuk mengajar siswa sikap benar terpuji sebagai bekal masa depan. Kesabaran diuji benar ditunjukkan guru ketika menghadapi siswa.

Namun, tidak semua, beberapa dari mereka bahkan menunjukkan sikap berlawanan. Tidak memiliki kesabaran dan memilih untuk ringan tangan.

Mereka dengan mudah disiksa murid digambarkan sebagai anak-anak mereka sendiri. Lebih buruk lagi, beberapa dari mereka telah disiksa, berdasarkan kesalahan hanya sepele. Mari simak ulasan dari 4 guru paling kejam bikin muris babak belur.

Akibat sepeda dimodifikasi, guru ini aniaya muridnya sampai bonyok

lensaterkini.web.id - Khairul Najwan (12), seorang siswa kelas enam dari tetangga Sekolah Dasar Negeri mengaku mendapat perlakuan kasar dari guru ketika ia terlambat ke kelas akhir. Khairul dicekik, dipukuli, yang diinjak-injak.

Insiden brutal ini terjadi pada Rabu di Batu menikam dekat Sungai Petani, Malaysia. Dia mengatakan penganiayaan bukan hanya karena keterlambatan, namun karena sepeda yang dikendarainya sudah melanggar aturan.

"Seorang guru menahan saya di kelas karena terlambat, ia juga mengatakan bahwa jika salahku bukan hanya itu, tapi ada di setang sepeda saya akan dinilai melanggar peraturan sekolah. Pada waktu itu saya dicekik, dipukuli , dan kaki saya menginjak, "jelasnya dengan sekelompok aktivis sosial Nor Hasni Saad mengatakan kepada mitra media lokal, seperti dikutip dari laman AsiaOne, Minggu (6/3). Beberapa guru melihat langsung membantu saya, memberi saya sedikit makanan. Mereka mengatakan bahwa jika saya harus minta maaf karena ini kesalahan saya.

"Setelah saya menghadapi guru dan meminta maaf, dia memberi saya dua potong uang RM1 (setara dengan Rp 6 ribu) dan kertas catatan meminta saya untuk tutup mulut untuk tidak memberitahu kejadian tersebut kepada siapa pun," kata Khairul.

Khairul yang didampingi ayahnya, Jamsari Mohammad Hasan (46) untuk memprotes kekerasan. "Anak saya punya sejumlah memar di leher, wajah, dan kaki, ketika istri saya mengatakan jika anak-anak kita sudah mendapat perlakuan semacam ini, jelas saya langsung datang ke sekolah dan meminta pertanggungjawaban, tapi sayangnya tidak ada alasan bahwa masuk akal, "protes ayah.

Sang ayah membantah alasan yang tidak masuk akal pelanggaran-sekolah terkait aturan sekolah yang mengatakan jika sepeda Khairul telah melanggar peraturan sekolah. "Tidak dapat diterima, sepeda anak saya sering digunakan yang rusak, dan tidak ada hak anak-anak mereka untuk menghukum saya seperti ini," jelasnya.

Tidak diketahui, Kuala Muda Polisi telah menangani kasus tersebut, Asisten Kepala Polisi Zukir Isa mengatakan, kasus itu diberikan Pasal 323 KUHP. "Kondisis anak saya secara psikologis sangat terganggu, ia sekarang takut untuk kembali ke sekolah, dan karena itu saya mendesak Kementerian Pendidikan untuk mengatasi ini dengan serius," kata Jamsari.

Ketahuan meleng saat belajar, Guru ini tampar murid sampai tewas

Chen, seorang guru di Cina, dilaporkan memukuli muridnya, Huang Pin-guang, 13, sampai mati. Menurut situs Shanghaiist.com, Huang, siswa di sekolah dasar Bei Zhi, tertangkap berbau dan waktu bermain matematika.

Chen, yang saat itu mengajar, segera dimarahi murid-muridnya. Huang tidak diterima bahkan berbalik melawan guru. Dia bahkan menghina istri Chen, seperti dilansir Asia One, Jumat (27/06/2014).

Polisi mengatakan Chen kemudian menampar Huang sampai ia pingsan. Tak lama kemudian ia meninggal ketika diangkut ke rumah sakit.

Tapi mahasiswa yang menjadi saksi mata mengatakan Chen Huang mengalahkan di wajah, kaki, dan belakang kepala. Saksi kemudian disebut mulut Huang berbusa dan pendarahan dari hidung dan mulut sebelum akhirnya pingsan.

Orang tua Huang melihat ada jejak memar di tubuh anaknya sehingga mereka mencurigai Huang dipukuli. Sejumlah foto di Internet menunjukkan orang tuanya Huang berbaring di depan keadilan menuntut sekolah. Surat kabar Hong Kong Apple Daily melaporkan bahwa polisi telah menangkap Chen sekarang untuk ditanyai.

Guru edan ini banting dan tendang muridnya

lensaterkini.web.id - Durasi perekaman video dari 41 detik dari kamera CCTV di taman kanak-kanak di Provinsi Shanxi, China menunjukkan guru yang menyiksa gadis berusia empat tahun.

Dalam ruang untuk bermain dan olahraga, guru perempuan tampaknya mengguncang tubuhnya sudah tergeletak di lantai. Dia kemudian membanting dan menendang anak naas. Murid dan sejumlah guru lain di ruangan itu hanya tampak dan tidak repot-repot dengan insiden tersebut. Yang lain tetap bermain basket dengan apatis nya.

Media setempat mengatakan mahasiswi disiksa secara mental dan ketika ia berada dalam kondisi tidak sadar. Akibatnya, anak itu menderita kerusakan otak lebih parah. Menguasai ini kejam awalnya membantah tindakannya. Tapi sekarang, ia telah dihukum. Beberapa komentar di situs Youtube mengecam tindakan guru. "Guru tidak memiliki rasa kemanusiaan. Nya melakukan seperti binatang."

Tak bisa berhitung angka 1-10, guru ini tampar murid berulang kali

Seorang guru perempuan di China tertangkap kamera CCTV sedang ditampar dan ditendang siswa sekolah di kelas TK. guru menampar empat anak lebih dari 120 kali dalam setengah jam karena mereka tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Surat kabar Daily Mail melaporkan, Rabu (24/10/2012), insiden itu terjadi di taman kanak-kanak di kota Taiyuan, provinsi Shanxi. kamera CCTV terlihat dari guru gila awalnya menampar seorang murid duduk di kanannya berulang kali dengan tamparan keras dari samping dan depan untuk anak itu angguk kepala. Segera guru juga menampar siswa perempuan duduk di sebelah kiri dengan tamparan sama keras berkali-kali.

Tidak hanya itu guru juga terlihat gaun menarik anak laki-laki dan menggoncang keras. Insiden ini terungkap setelah ayah dari anak perempuan TK adalah untuk mencari tahu mengapa wajahnya memar babak belur.

Han, nama ayah siswa, memaksa drama sekolah rekaman kamera CCTV yang mengungkapkan insiden tersebut. Dia mengatakan itu bukan pertama kalinya anaknya pulang dari sekolah dengan wajah babak belur. Tapi dia selalu berpikir anaknya terluka karena bermain di sekolah. "Guru meminta anak saya untuk menghitung lebih dari sepuluh tapi dia tidak bisa menjawab dan kemudian ditampar," katanya.

Han mengatakan bahwa dalam sekitar setengah jam guru menampar putrinya 43 kali dan menendangnya dua kali. Dia juga menampar tiga anak laki-laki lainnya masing-masing 43 kali, 27 kali, l dan 10 kali. "Dia tidak lagi seorang guru. Dia sebuah rakasa!" Han mengatakan muram.
Menurut laporan media China, sekolah mengatakan guru kini telah diberhentikan.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola