3 Kasus Polisi Yang Tega Menembak Istri Sendiri Hingga Tewas

Seorang polisi harus menimbulkan rasa aman bagi keluarga dan lingkungan. Polisi diberi wewenang untuk menggunakan senjata sebagai penopang dalam melayani sebagai bentuk pertahanan diri dan keamanan.

Namun tidak sedikit polisi menggunakan senjata yang akan menghilangkan nyawa keluarganya sendiri. Apakah dalih apa yang mereka digunakan pistolnya untuk menganiaya dan bahkan membunuh anggota keluarganya. Mari simak ulasan dari 3 polisi yang nekat tembak istri sendiri.

Anggota Polsek Rokan Hulu tembak sang istri hingga tewas

lensaterkini.web.id - Karena perselisihan dengan istri Polisi Bhabinkamtibmas Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Bripka St Simanjuntak (BC) tega menembak Risma Nainggolan, istrinya sendiri sampai mati. Risma dibunuh oleh lima peluru dimentahkan oleh suaminya sendiri.

Berdasarkan pengakuan keluarga, pasangan sering bertengkar tentang rumah tangga, tapi keluarga tidak berani untuk campur tangan.

"Beberapa kali kami mencoba untuk mendamaikan mereka. Memang, banyak kali masalah mereka. Tapi ITU kan masalah domestik sehingga kita tidak terlalu banyak ikut campur," kata Sian D Boru, kakak ipar Risma, Selasa (12/10).

Setelah menembak istrinya mati seorang polisi yang juga bertanggung jawab PAM sebuah bank swasta segera melarikan diri. Menurut bos Bripka BC, Ipda Safaruddin, BC suka minum alkohol bahkan mabuk. Tapi tugas tidak yakin apa yang harus dilakukan SM untuk istrinya terpengaruh oleh alkohol atau tidak.

"Tapi dalam insiden ini, kita tidak tahu apakah dia mabuk atau tidak, itu belum bisa memastikan. Karena sampai sekarang dia (Bripka SM) belum ditangkap," kata Safaruddin.

Brigadir Aris tembak istri lalu coba bunuh diri

Untuk beberapa alasan Brigadir Aris Chandra Kuswanto (28) tega menembak istrinya Fitriani (26). Fitri tewas oleh peluru ke kuil dahi.

Acara yang berlangsung di kediaman orangtua Fitriani Cikarang di RT 02 RW 02, Kampung Tower, Desa Hegarmukti Cikarang, Bekasi sangat mengejutkan. Karena tanpa mendengar suara-suara dari orang tua Fitriani mendengar ledakan dari kamar anaknya. Setelah melihat apa yang terjadi, orang tuanya Fitriani ditemukan tergeletak di lantai.

"Hukum TKP di rumah mertua Brigadir ARS. Keterangan, tidak rewel tiba-tiba ada suara tembakan. Adapun sumber suara, dia melihat anaknya tergeletak di samping tempat tidur lantai," Kepala Humas Polda Kabupaten Bekasi Inspektur Makmur, Sabtu (12/3).

Setelah kejadian itu, Brigadir Aris mencoba untuk bunuh diri, dengan menembakkan pistol ke sisi kanan rahangnya, namun berhasil digagalkan. Menurut senjata Makmur Iptu digunakan Brigadir Aris adalah pistol Colt. "Pelaku menembak istrinya dengan colt pistol," katanya.

Brigadir tembak sang istri usai cekcok

lensaterkini.web.id - Karena memiliki wanita idaman lain, anggota Polisi Donggala Brigadir Hendra beruang dengan pistol menembaki istrinya sampai mati. Istri Hendra meninggal setelah peluru menembus lengan perut dan kanan.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 18:15 WIB di rumah korban di Himalaya Perumahan Garden, Desa Tinggede, Sigi. Padahal sebelumnya pasangan itu meninggalkan rumah pukul 17.00 WIB dan kemudian kembali ke rumah sambil menunggu panggilan untuk maghrib doa. Entah adalah bagaimana mereka berdua bertengkar sampai ada perkelahian gun.

"Hendra diduga menembak istrinya selama perjuangan untuk pistol. Dia juga diduga lalai menyimpan senjata yang mengakibatkan kematian," kata Kepala Humas Komisaris Polisi Sulawesi Tengah Rostin Tumalo Untuk waktu. Seperti dikutip Antara.

Dari kejadian ini petugas telah menyita barang bukti berupa pistol, sebuah 0,38 mm selongsong peluru, empat butir amunisi kaliber 38 mm, seprei, dan bercak darah. Hendra juga dianggap tindakan disengaja atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa tak bersalah, sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP dan 359 KUHP.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola