7 Pembantaian Yang di Diamkan Dari Publik Selama Bertahun-Tahun

Sejarah yang pernah terjadi di berbagai negara di dunia ini tidak selalu menyenangkan dan indah. Beberapa kali tercatat adanya kekejaman berupa penjajahan dan bahkan pembantaian demi bisa memperluas wilayah atau mendapatkan produk lokal yang langka.

Terkadang saking mengerikan atau banyaknya korban yang berjatuhan, pemerintah akhirnya memutuskan untuk merahasiakan pembantaian tersebut. Barulah beberapa tahun kemudian pembunuhan tersebut terungkap. Mari simak ulasan dari 7 pembantaian terkeji yang di diamkan dari publik.

Pembantaian Paris, 1961

Tahun 1961 di Paris, Polisi Nasional Perancis menyerang 30 ribu orang demonstran yang sedang melakukan protes menuntut kemerdekaan Algeria dari Perancis. Polisi melepaskan tembakan ke arah kerumunan, memukuli beberapa orang demonstran hingga tewas, serta melemparkan beberapa diantaranya dari jembatan ke sungai Seine hingga tenggelam.

Pemerintahan Perancis menutupi tindakan keji tersebut dan menyatakan hanya 3 orang demonstran yang tewas dalam kejadian. Pembantaian tersebut dirahasiakan hingga 37 tahun sampai akhirnya sebuah dokumen perang yang dirilis mengungkapkan bahwa lebih dari 200 orang demonstran tewas pada hari itu. Meski sudah ada bukti jelas, pemerintah Perancis hanya bertanggungjawab atas 40 kematian demonstran.

Pembantaian Suku Ashaninka

Di kedalaman hutan Peru, terdapat suku asli Ashaninka yang tinggal terisolasi dari dunia luar. Namun pada 2014 lalu, sekelompok pengedar narkoba menerobos lahan mereka, membakar rumah-rumah penduduk dan membunuh beberapa orang tua dari suku tersebut. Karena lokasinya yang terisolasi, pembantaian ini tidak disadari oleh masyarakat umum.

Penyerangan tersebut baru terungkap setelah sekelompok suku Ashaninka menyeberang dari Peru ke Brazil dan menceritakan penyerangan tersebut secara mendetail kepada para peneliti. Mereka menceritakan semua ini dengan harapan akan mendapatkan bantuan senjata untuk melindungi diri mereka sendiri dari penyerangan lain yang mungkin akan terjadi.

Pembantaian Pulau Bentinck

Selama berabad-abad, suku Aborigin Kaiadilt tinggal dengan damai di pulau Bentinck, Australia. Tapi semua berubah sejak tahun 1911 ketika seorang pria bernama McKenzie diberi kewenangan atas pulau tersebut oleh pemerintah Queensland. Ia berusaha memusnahkan seluruh penduduk lokal yang ada di sana. McKenzie menggiring penduduk ke pantai untuk dieksekusi dengan cara ditembak.

Beberapa yang selamat malah diperkosa dan ditahan di gubuk milik McKenzie. Karena klan Kaiadilt terisolasi sepanjang abad 20, pembantaian kejam tersebut tidak diketahui hingga tahun 1980an ketika para peneliti berhasil bertemu dan bicara dengan mereka yang selamat. Meski begitu, kasus ini tidak pernah disidangkan dan McKenzie tidak pernah dituntut atas kejahatannya ini.

Pembunuhan Batang Kali

Tahun 1948, pekerja pekerbunan karet di Malaysia dibantai oleh pasukan Inggris dan menewaskan 24 penduduk desa yang tidak bersenjata. Detail pembunuhan tersebut masih menjadi misteri, namun laporan menyebutkan bahwa wanita dan anak-anak diangkut dalam satu truk dan dibawa pergi sementara pria ditembak kepalanya.

Pembunuhan tersebut tidak terkuak hingga tahun 1960an. Namun selama 50 tahun, pemerintahan Inggris tidak mau disalahkan dan menolak melakukan penyelidikan resmi. Tahun 2012, Kejaksaan Tinggi memutuskan bahwa Inggris bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, tapi keadilan tidak pernah benar-benar terlaksana dan pelaku tidak pernah dituntut.

Pembantaian My Lai

Tahun 1968 di sebuah desa kecil My Lai, tentara Amerika melakukan pembantaian besar-besaran di desa tersebut. Ketika mencari musuh mereka yaitu tentara Viet Cong, tentara tiba-tiba melepaskan tembakan ke para petani, memperkosa para wanita beramai-ramai dan membunuh 500 warga yang sama sekali tidak bersenjata.

28 orang tentara menghilangkan dan menutupi bukti adanya pembantaian ini selama hampir 2 tahun sampai para saksi mata kemudian memutuskan untuk bicara dan membongkar penyerangan sadis ini. Ketua uni, Letnan Calley dituntut penjara seumur hidup karena membunuh 104 penduduk desa. Namun keesokan harinya ia dibebaskan karena mendapatkan pengampunan dari presiden Richard Nixon. Hingga saat ini, tidak ada satu tentara pun yang dihukum.

Pembantaian Wagalla

Pada pertengahan tahun 1980an di provinsi Wajir, Kenya, muncul perseteruan antara klan Somalia bernama Degodia yang bersenjata lengkap. Perseteruan ini kemudian berkembang menjadi penyerangan oleh pasukan keamanan Kenya. Pasukan keamanan Kenya ini memukuli dan membiarkan para anggota klan mati kelaparan.

Pemerintah Kenya menolak tuduhan pembunuhan dan mengatakan bahwa hanya 57 orang yang tewas dalam operasi keamanan untuk melumpuhkan persenjataan penduduk. 16 tahun kemudian, barulah mereka mengakui keterlibatannya dalam kejahatan tersebut. Jumlah korban yang tewas juga ternyata mencapai 5 ribu orang.

Pembunuhan Katyn

Di bawah perintah Stalin, polisi rahasia Soviet mengeksekusi lebih dari 22 ribu tahanan perang Polandia yang dianggap sebagai ancaman untuk pemerintahan komunis. Para tahanan diborgol dan dibawa ke ruangan kedap suara. Di sana, mereka dipaksa untuk berlutut sebelum kemudian kepala mereka ditembak dari belakang.

Mayat mereka kemudian ditumpuk dan dikubur dalam kuburan massal. Pemerintah Soviet menolak bertanggung jawab atas pembantaian tersebut selama 40 tahun. Barulah pada tahun 1990, pembunuhan tersebut terungkap ketika presiden Gorbachev secara publik mengakui kejahatan tersebut.

Itulah tadi beberapa pembantaian kejam yang sempat menjadi rahasia dari mata publik. Meski demikan, pembantaian dan pembunuhan rupanya juga bukan menjadi kisah di masa lalu saja karena saat ini pun peperangan dan pembunuhan masih terus terjadi. Hal yang sangat disayangkan karena ternyata kekejaman dan pembunuhan masih juga belum bisa dihilangkan dari muka bumi.

Sumber
Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Misterius
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola