7 Pasangan Negara Ini Saling Membenci Hingga Kini

Bagi manusia, menjalin suatu hubungan bukanlah perkara yang mudah. Suatu ketika pasti ada cekcok hingga akhirnya menimbulkan masalah yang pelik, bahkan dendam. Hal yang sama juga dialami oleh dua negara yang saling berhubungan. Suatu ketika hubungan diplomatik mereka sangat baik, namun di lain kesempatan hubungan ini bisa jadi mengerikan, bahkan terlibat perang.

Inilah 7 pasangan negara yang dari dahulu dan sampai sekarang masih saling benci. Bahkan beberapa di antaranya terlibat perang secara sengit dan membuat banyak orang jadi sengsara. Mari simak ulasan dari 7 pasangan negara yang selalu ribut.

Korea Utara dan Korea Selatan

Korea Utara dan Korea Selatan telah mengalami konflik sejak puluhan tahun yang lalu. Di mulai dari perang Korea di tahun 1950 dan berakhir di tahun 1953. Perang ini akhirnya menghasilkan kesepakatan bahwa Korea akhirnya dipecah menjadi dua bagian. Sejak pemecahan wilayah ini Korea Utara dikuasai oleh klan Kim yang terus melakukan propaganda kebencian akan Korea Selatan.

Akhirnya selama bertahun-tahun, Korea Utara terus melakukan tekanan kepada Korea Selatan bahkan di perbatasan sering ada baku tembak. Korea Selatan tentu tidak mau kalah dengan saudara serumpunnya ini. Mereka akhirnya menyiapkan banyak persenjataan jika sewaktu-waktu akan ada perang. Terlebih lagi Korea Selatan mendapatkan dukungan penuh dari Amerika.

India dan Pakistan

India dan Pakistan memiliki banyak masalah terkait perbatasan dan juga wilayah yang diklaim satu sama lain. Salah satu wilayah yang masih menjadi konflik adalah wilayah Kashmir. Saat ini Kashmir telah masuk ke wilayah India, namun banyak sekali dari penduduknya yang masih berjuang untuk kebebasan dan masuk ke wilayah Pakistan yang secara historis dan agama memiliki kedekatan yang erat.

Selain masalah Kashmir, perbatasan-perbatasan di sekitar India dan Pakistan juga kerap menjadi ajang perang. Bahkan hampir setiap tahun banyak orang meninggal akibat perkelahian tanpa batas ini. Oh ya, masalah sungai, dua negara ini juga kerap berkonflik. India ingin menguasai semua sungai yang mengarah ke Pakistan dan menjadikannya sebagai sumber pembangkit listrik. Dengan pembendungan ini daerah di Pakistan akan mengalami kekeringan yang mengerikan.

Israel dan Palestina

Pertempuran antara Israel dan Palestina telah terjadi sejak pertengahan abad ke-20. Namun baru benar-benar dahsyat pada tahun 1964-1993. Pertempuran yang terjadi antara dua negara ini seperti tidak ada habisnya. Dua negara saling membenci dan saling berebut wilayah kekuasaan yang dilakukan dengan perang.

Israel dibantu oleh Amerika untuk merebut wilayah yang dianggap miliknya. Sementara itu Palestina terus bertahan meski kini wilayahnya sudah semakin sempit dan habis. Konflik antara dua negara ini diprediksi tidak akan selesai sampai ada salah satu negara yang hancur. Lalu, wilayah negeri itu hanya dikuasai oleh satu negara saja.

Rusia dan Amerika

Hubungan antara Amerika dan juga Rusia terus memburuk sejak berakhirnya perang dunia ke-II. Dua negeri ini terus berusaha membuat dirinya menjadi yang terkuat dalam banyak hal, terutama dalam bidang politik. Amerika dan Rusia terus berusaha memberikan pengaruh secara global agar dipandang sebagai sebagai negeri adidaya dan berhak melakukan banyak sekali hal.

Dominasi masalah politik ini sampai membuat Amerika memerintahkan sekutunya, yaitu negara NATO untuk siap menyerang Rusia. Dua negara ini seperti kucing dan anjing yang berebut wilayah kekuasaan hingga rela melakukan apa saja.

Tiongkok dan Amerika

Tiongkok dan Amerika juga merupakan negara yang menjadi rival berat sejak lama. Jika Amerika dan Rusia berkonflik dan saling benci gara-gara masalah politik dan kekuatan. Tiongkok dan Amerika saling benci dalam dominasi dunia ekonomi.

Seperti yang kita tahu sebelumnya Tiongkok adalah raksasa ekonomi dunia. Sementara itu, Amerika yang ada di bawahnya masih berusaha bertahan untuk menggapai negeri besar ini. Kebencian Amerika kian meningkat saat Tiongkok dan juga Rusia terlibat kerja sama besar dalam bidang perminyakan. Keduanya juga terlibat kerja sama dalam pertahanan dan keamanan. Jika sampai Rusia dan Tiongkok bersatu, Amerika akan mengalami masalah yang sangat besar.

Arab Saudi dan Iran

Arab Saudi dan Iran telah mengalami konflik sejak lama. Masalah utama yang mendasari negeri ini terus berkonflik dalam masalah persaingan penjualan minyak di dunia internasional. Dua negara ini terus berusaha menguasai perdagangan minyak hingga konflik panas tak bisa dihindarkan lagi. Bahkan beberapa negara di Liga Arab telah bersatu untuk memutuskan hubungan bilateral dengan Iran.

Selain masalah minyak, proyek nuklir yang sedang dikembangkan oleh Iran juga menjadi isu serius di negara Jazirah Arab. Mereka ketakutan jika suatu saat Iran akan menyerang negara di Jazirah Arab dan persaingan minyak di pasar dunia dikuasai oleh Iran saja.

Indonesia dan Malaysia

Tidak bisa dipungkiri jika hubungan Indonesia dan juga Indonesia telah memanas sejak lama. Kedua negara ini terus berkonflik untuk masalah pencaplokan wilayah, dan klaim budaya. Mungkin saat ini hubungan secara bilateral Indonesia dan Malaysia baik-baik saja. Namun di belakang itu aksi saling caci tak bisa dihindarkan lagi.

Masyarakat Indonesia dan Malaysia selalu terlibat cekcok panas di sosial media. Masalah paling parah adalah terkait klaim budaya dan pulau beberapa tahun lalu. Banyak orang di Indonesia jadi kesal dengan kelakuan orang Malaysia. Selain itu masalah TKI di sana juga menjadi pemicu lain dari konflik. Banyaknya penduduk Indonesia yang jadi pembantu di sana menyebabkan Indonesia selalu diolok sebagai negeri babu.

Inilah tujuh pasangan negara yang dari dulu saling benci bahkan masih bertahan sampai sekarang. Dari pasangan itu, ada yang sampai meluapkan kebenciannya melalui perang dan membuat banyak sekali kekacauan di seluruh dunia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola