7 Negara Dengan Perdagangan Organ Tubuh Ilegal Terbanyak di Dunia

Memperjualbelikan organ tubuh manusia bukanlah hal yang dibenarkan. Apalagi jika sampai melakukan perampasan dan mengambil paksa organ tubuh sesorang. Jika kejahatan terbesar di dunia adalah kejahatan perang, maka perampasan organ tubuh dan memperdagangkannya adalah kejahatan kedua terbesar setelah kejahatan perang.

Tindakan ini masih menjadi masalah serius di berbagai negara di dunia. Meski sudah dianggap sebagai tindakan ilegal dan merupakan tindakan kriminal besar, di 7 negara ini organ tubuh manusia ternyata masih diperjualbelikan. Mari simak ulasan dari 7 negara yang menjualbelikan organ tubuh paling sering di dunia.

Moldova

Moldova tidak hanya bermasalah dengan kemiskinan dan prostitusi, negara ini ternyata juga menjadi salah satu negara dengan tindakan pencurian organ tubuh terbanyak. Meskipun pemerintahnya sudah memberlakukan larangan perdagangan organ, namun ternyata kegiatan ini tetap berjalan dan bahkan banyak yang percaya bahwa pemerintah terlibat dalam perdagangan ini.

Banyak korban tidak bersalah dibunuh untuk diambil ginjal, jantung, paru-paru, hati, dan usus kecil mereka oleh sekelompok anggota geng. Bahkan kabarnya 10% dari ginjal yang didonasikan di seluruh dunia berasal dari Moldova. Bahkan beredar kabar tentang orang-orang yang dibius dan terbangun telanjang di sebuah bak mandi penuh es batu dan dengan ginjal yang sudah tidak ada.

Tiongkok

Tiongkok tidak sama seperti negara lainnya, pasalnya di negara ini mengambil organ manusia tidak dilarang. Jika seseorang sekarat dan membutuhkan ginjal, tinggal terbang ke China dan tunggu di rumah sakit dan ginjal yang baru akan datang siap untuk operasi.

Tiongkok memiliki hukum yang sangat ketat, bahkan melanggar hukum bisa membuat warganya dihukum mati. Tahun 1984, Tiongkok mengeluarkan hukum baru yang memungkinkan agar organ narapidana hukuman mati untuk dijadikan donor. Baru-baru ini mereka mengeluarkan hukum baru dan mencegah warga negara asing menjadi prioritas dalam mendapatkan donor. Namun hal ini juga tidak mencegah pencurian organ dari para terpidana mati.

Mesir

Mesir saat ini belum memiliki hukum untuk mencegah perdagangan organ. Bahkan sejauh ini telah ada 500 transplantasi ginjal ilegal setiap tahunnya. Mesir memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, dan di mana ada kemiskinan, di situ pula ada makelar penjualan organ.

Para pedagang organ melakukan perjalanan hingga jauh ke Eropa untuk mencari calon pembeli dan membawa mereka ke Mesir. Ngerinya lagi, Mesir tidak punya peraturan untuk menghukum pelaku perdagangan organ. Saat ini, peraturan tersebut masih didiskusikan.

India

Sindikat perdagangan organ sudah berjalan di India selama bertahun-tahun. Tahun 2004, muncul skandal bahwa organisasi pemerintah yang bertugas untuk mencegah perdagangan organ tubuh manusia malah bekerja sama dengan sindikat tersebut dalam penjualan ginjal. Mereka percaya bahwa dengan cara ini mereka bisa menyelamatkan nyawa dan lebih baik bekerja sama dengan sindikat tersebut daripada melawan mereka.

Banyak pedagang organ, rumah sakit, dan bahkan dokter di India tertangkap melakukan perbuatan ilegal ini. Meski begitu, tindakan kriminal ini masih terus berjalan meski skandal dan sindikatnya telah terungkap. Banyak pihak masih berburu ginjal untuk diperjual belikan.

Mozambik

Mozambik diyakini sebagai negara paling utama tempat perdagangan organ tumbuh subur. Di sini, organ yang paling banyak dijual adalah ginjal untuk transplantasi dan dalam beberapa kasus tertentu untuk ritual mistis.

Hukum di Afrika Selatan melarang perdagangan organ manusia, namun memberikan izin khusus kepada direktur rumah sakit dan ahli patologi. Hal ini memungkinkan adanya pengambilan organ dari mayat yang tidak dikenal untuk keperluan medis. Inilah yang menjadi sumber terbanyak perdagangan organ.

Kosovo

Kosovo dikenal sebagai tempat perdagangan manusia dan pencurian organ. Tahun 1999 setelah terjadinya perang Kosovo, bukti baru mengatakan bahwa pasukan pembebasan Kosovo menculik 400 warga Kosovo terutama Serbia dan mengambil organ para warga tersebut sebelum membunuh mereka.

Tuduhan ini berasal dari Carla del Ponte, mantan ketua jaksa di International Criminal Tribunal, Yugoslavia. Namun ia menahan informasi ini selama bertahun-tahun karena kurangnya bukti.

Pakistan

Pakistan memiliki angka kemiskinan yang begitu tinggi. Kebanyakan orang kesulitan mendapatkan uang, apalagi untuk membayar hutang. Satu-satunya aset berharga mereka adalah ginjal yang dihargai sekitar 3 ribu dollar. Tahun 1994, Pakistan memberlakukan peraturan berkaitan dengan transplantasi organ tubuh manusia.

Meski dilarang, ada banyak masalah yang membuat perdagangan organ menjadi mungkin yaitu karena donor organ dari yang bukan anggota keluarga diperbolehkan dan boleh menerima semacam kompensasi. Menjual organ adalah hal ilegal di Pakistan, namun banyaknya celah dalam hukum yang ada dimanfaatkan oleh orang-orang.

Hingga saat ini, kemiskinan masih menjadi salah satu faktor terjadinya perdagangan organ. Di beberapa negara miskin, orang menjual organ tubuh mereka demi uang sejumlah 6 ribu hingga 10 ribu dollar. Bagi masyarakat miskin, angka ini tentu sangat menggiurkan. Sementara itu, para tengkulak mampu menjual organ tubuh tersebut hingga 100 ribu dollar. Tingginya angka ini pula yang membuat munculnya sindikat perdagangan organ yang tentu saja adalah hal ilegal.

Manusia memang masih bisa hidup dengan satu ginjal, namun itu berarti ginjal yang tersisa harus bekerja lebih keras. Jangan sampai kemiskinan menjadi alasan bagi seseorang untuk memperdagangkan organ dan akhirnya merugikan diri sendiri. Belum lagi dengan resiko proses operasi yang tidak steril karena menggunakan perlengkapan yang tidak memadai.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola