7 Kasus Kejahatan Tersadis Yang Berawal dari Film

Kita semua tahu bahwa tujuan dibuatnya film itu adalah sebagai hiburan atau setidaknya sebagai ilmu pengetahuan. Karena itulah kita tidak terlalu menganggap serius adegan yang ada di film karena tahu bahwa itu tidak nyata atau setidaknya kita paham untuk tidak meniru beberapa adegan tertentu.

Meski begitu, ternyata ada juga beberapa orang yang begitu terpengaruh dengan film yang mereka tonton. Saking terpengaruhnya, beberapa orang ini malah melakukan tindakan kejahatan karena terinspirasi dari film. Mari simak ulasan dari 7 orang dengan kejahaan mengerikan yang terinspirasi dari film.

Halloween

Seorang remaja 17 tahun menembak adik perempuannya yang berusia 15 tahun dan ibunya. Ia melakukan perbuatan keji tersebut setelah menonton film horror Halloween dan melihat bagaimana remaja tersebut bisa membunuh dengan tenang dan tidak merasakan iba sedikitpun.

Remaja yang bernama Jake Evans tersebut menonton film Halloween hingga 3 kali sebelum akhirnya membunuh keluarganya. Meski begitu, ia merasa sangat takut dan menyesal setelah membunuh adik dan ibunya. Ia sendiri yang akhirnya menelepon polisi dan menyerahkan diri.

The Matrix

Film Matrix mengisahkan tentang dunia yang sebenarnya kita tinggali ini tidak nyata. Dunia nyata yang sesungguhnya sebenarnya sudah dikuasai oleh robot dan manusia hanyalah sumber energi mereka dan terjebak di dunia Matrix.

Lee Boyd Malvo, 18 tahun, berteriak “Bebaskan Dirimu Sendiri Dari Matrix” sebelum membunuh 10 orang pada tahun 2002 lalu. Ia mengatakan pada detektif untuk melihat film The Matrix agar memahami motifnya melakukan penembakan di Beltway.

The Town

Film The Town menceritakan tentang seorang pria yang terjebak antara geng perampok bank dan cinta terhadap salah satu saksi mata. Namun bukannya jalan cerita tokoh utama yang berusaha keluar dari kejahatan ini yang terus diingat, tapi justru cara mereka merampok. Perampokan besar yang meniru film ini dilakukan oleh sekelompok pria di New York.

Mereka melakukan 62 perampokan dari beberapa area bisnis di Brooklyn dan Queens. Mereka meniru teknik yang sama yaitu, memotong kabel listrik agar pegawai tidak bisa meminta bantuan, menggunakan lampu di kepala agar bisa melihat dalam gelap, dan menggunakan cairan pemutih untuk menghilangkan bukti DNA. Tapi ternyata semua usaha tersebut tidak berguna karena mereka tetap bisa ditangkap dengan cepat.

Dexter

Anthony Conley, remaja berusia 17 tahun mengaku membunuh adiknya yang baru berusia 10 tahun karena terinspirasi film tentang pembunuh berantai, Dexter. Conley mengaku bahwa dirinya merasa mirip dengan tokoh pembunuh tersebut. Ia menyerahkan diri ke polisi keesokan harinya.

Pada tahun 2008, Mark Twitchell yang berusia 29 tahun juga melakukan pembunuhan terhadap seorang pria dengan meniru Dexter. Ia membuat sebuah ruangan membunuh mirip seperti yang dimiliki Dexter dan membunuh seorang pria berusia 39 tahun.

Taxi Driver

Tahun 1981, John Hinckley Jr. mencoba melakukan pembunuhan terhadap presiden Ronald Reagan dan meniru adegan penembakan seperti yang ada dalam film Taxi Driver. Ia menonton film tersebut lebih dari 15 kali sebelum kemudian memutuskan untuk melakukan kejahatan tersebut.

Ia melakukan ini semua untuk membuat Jodie Foster kagum. Hinckley sendiri memang mengidolakan Jodie Foster. Menurutnya penembakan ini akan menjadi persembahan cinta yang hebat untuk Jodie Foster.

Fight Club

Kejahatan paling serius akibat film Fight Club terjadi pada tahun 2009 di New York. Kyle Shaw, 19 tahun yang merupakan penggemar berat film tersebut menanam beberapa bom buatan pribadi di berbagai tempat di kota.

Ia melakukan hal tersebut untuk menciptakan ulang salah satu adegan ledakan besar dalam film tersebut. Ledakan tersebut dilakukan sebagai simbol perlawanan para kelompok terpinggirkan.

Clockwork Orange

Film Clocwork Orange sangat terkenal akan kekerasan yang ada di dalamnya dan menuai banyak kecaman sehingga Stanley Kubrick dengan sukarela menariknya dari pasaran di Inggris karena adanya ancaman terhadapnya dan keluarganya. Kemudian bermunculan juga kejahatan peniru seperti sekelompok geng anak muda menghajar seorang gelandangan sampai tewas.

Selain itu juga muncul pemerkosaan beramai-ramai terhadap gadis 15 tahun meniru film tersebut. Karena begitu banyak kekerasan yang timbul meniru film ini, Clockwork Orange dilarang tayang di UK selama 25 tahun.

Ngerinya bagaimana film ternyata bisa membuat orang-orang melakukan kejahatan. Penikmat film seharusnya tidak boleh lupa bahwa adegan dalam film tersebut hanyalah karangan saja dan bukan sesuatu yang nyata. Bahkan meskipun kelihatannya keren atau seru, adalah suatu tindakan sembrono untuk menirunya, apalagi jika itu adalah tindakan kejahatan. Bagaimanapun juga, dunia nyata tidaklah sama dengan film.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola