7 Hal Yang Dapat Merusak Alam Lingkungan Secara Permanen

Tidak bisa dipungkiri jika pertambahan penduduk di Indonesia berdampak buruk pada alam yang memberikan mereka banyak hal. Pembangunan perumahan, eksploitasi hutan, dan sumber daya alam lainnya menjadi salah satu kunci rusaknya alam yang lambat laun tak bisa ditanggulangi. Bahkan kerusakan yang dialami oleh alam Indonesia bisa dibilang sudah sangat permanen.

Inilah tujuh cara yang dilakukan Indonesia (rakyat, perusahaan, dan oknum lain) dalam merusak ibu pertiwi yang semakin tua ini. Mari simak bersama-sama dan apakah kita juga jadi salah satu pelaku di dalamnya. Mari simak ulasan dari 7 hal ini dapat merusak keindahan alam dunia.

Gunungan Sampah di Sudut Kota

Kita anggap saja jumlah penduduk di Indonesia 250 juta jiwa. Dalam sehari sampah yang dihasilkan bisa mencapai jutaan ton setiap tahun. Bisa dibayangkan seperti apa gunungan sampah di Indonesia? Anda bisa berkunjung ke tempat pembuangan akhir di kota besar seperti Jakarta. Gunungan sampah itu adalah bukti jika manusia telah merusak lingkungannya dengan permanen.

Di Indonesia, budaya 3R (reduce, resuse, recycle) belumlah terlalu tenar. Mungkin beberapa orang sudah menerapkannya. Namun dengan tumpukan sampah yang menggunung dan tak dikelompokkan jenis bahannya membuat sampah itu susah diolah. Akibatnya banyak sampah itu yang akhirnya menggunung dan jadi mengganggu ekosistem secara langsung.

Membakar Hutan Untuk Lahan Baru

Tahun 2015 adalah tahun terburuk bagi hutan di Indonesia. Selama beberapa bulan saat musim kemarau, hutan dibakar habis-habisan oleh oknum tak bertanggung jawab. Alasannya hanya satu: membuka lahan. Mereka berpikir dengan membakar lahan maka pekerjaan akan berjalan dengan lebih cepat. Setelah lahan terbakar habis, maka tanahnya bisa segera ditanami lagi dengan tanaman perkebunan yang menguntungkan seperti sawit.

Kerusakan akibat pembakaran hutan yang terjadi di Indonesia sangatlah permanen. Untuk mengembalikan hutan seperti semula dibutuhkan waktu yang tak sedikit. Bahkan bisa puluhan tahun. Belum lagi fauna yang ada di dalamnya juga ikut menjadi korban. Jika di masa depan Indonesia kehilangan semua hutannya. Siapa yang akan disalahkan.

Polusi yang Meningkat Tajam

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang sangat konsumtif. Salah satu buktinya adalah banyaknya kendaraan yang ada di jalanan. Di Jakarta saja, satu juta kendaraan sudah pasti ada. Dan setiap hari kendaraan itu melepaskan gas pembuangan dari knalpot di udara. Belum lagi jika terkena macet di jalanan.

Kadar emisi udara di kota-kota besar Indonesia sudah termasuk tinggi. Mungkin secara langsung tidak akan berdampak banyak. Namun perlahan-lahan manusia yang hidup di sana juga akan merasakan keburukannya. Menghirup udara kotor setiap hari akan membuat mereka jadi sakit parah. Lingkungan di Jakarta, terutama udaranya telah rusak perlahan-lahan.

Pencemaran Sungai yang Kian Parah

Sudah tidak terhitung lagi berapa jumlah sungai di Indonesia yang tercemar dengan sangat parah. Mulai dari tercemar akibat sampah-sampah rumah tangga, hingga sampah yang berasal dari industri yang sengaja dibuang ke sungai. Akibatnya, banyak sekali sungai yang menjadi penuh sampah hingga kandungan zat kimia berbahaya seperti merkuri.

Beberapa organisasi pencinta lingkungan di Indonesia bahkan kerap memprotes. Mereka menyayangkan tentang masih banyaknya pabrik besar yang justru membuang sampah mereka ke sungai. Padahal sungai adalah salah satu ekosistem yang penting. Jika sungai tercemar maka semua hewan di dalamnya akan mati, semua tanaman di sekitarnya juga akan terganggu. Parahnya lagi jika sampai mengalir ke lautan.

Lahan Hijau Berubah Menjadi Perumahan

Lahan hijau di Indonesia semakin lama semakin habis. Pembangunan perumahan yang tidak ada habisnya membuat lahan yang harusnya sebagai penyimpan air, sebagai tempah hidup banyak hewan kian lenyap. Akhirnya hutan beton-beton tinggi menjulang dan membuat sirkulasi air dan juga keadaan udara menjadi terganggu.

Anda memperhatikan tidak jika akhir-akhir ini Indonesia sudah kian panas? Masalahnya bukan karena pemanasan global saja, tapi juga hilangnya lahan hijau yang akan susah dikembalikan lagi itu. Jika di masa depan pembangunan terus terjadi tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan. Kehancuran secara permanen sudah pasti terjadi.

Laut dan Pantai Seperti Pembuangan

Ada yang pernah bilang jika lebih baik menyembunyikan pantai atau laut yang baru ditemukan dari para wisatawan. Karena jika banyak orang mengetahui hal itu, maka kerusakan sudah pasti akan terjadi dengan cepat. Sampah akan memenuhi sepanjang garis pantai dan juga perairan di dekatnya.

Kita ambil contoh saja Pantai Kuta yang saat ini sudah semakin parah pencemarannya. Belum lagi pantai-pantai di Jakarta yang sudah seperti tempat pembuangan akhir yang mengerikan. Jika hal-hal seperti ini terus dilakukan oleh orang Indonesia tanpa sadar dampak buruknya, maka di masa depan, mandi di pantai sama halnya mandi di tumpukan sampah.

Pertambangan yang Sudah Seperti Borok Parah

Pertambangan sudah menjadi masalah bagi banyak negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia yang memiliki beberapa barang tambang unggulan seperti emas, minyak, dan batu bara meski dikuasai oleh asing. Sayangnya, pertambangan yang terjadi di Indonesia sering sekali tidak memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya. Akibat hal hal ini kerusakan lingkungan yang permanen mulai terjadi di Indonesia.

Perlahan-lahan kerusakan akibat tambang akan membuat banyak luka atau borok baru di Indonesia. Jika hal itu tidak segera dihentikan, akan banyak lahan di Indonesia menjadi hancur, tercemar, hingga tak bisa digunakan lagi. Jika sudah seperti ini tentu masyarakat sekitar yang akan terkena dampaknya secara langsung.

Inilah tujuh cara yang dilakukan Indonesia dalam merusak alamnya sendiri. Bagaimana? Setelah membaca tujuh hal di atas, adakah anda juga ikut terlibat dalam perusakan alam Indonesia secara permanen?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola