7 Fakta Kehebatan Kendaraan Lapis Baja Buatan Indonesia Yang Mendunia

Sebagian besar senjata dan kendaraan tempur di Indonesia memang dibeli dari luar negeri. Sebut saja jet tempur seperti Sukhoi yang merupakan buatan Rusia. Atau pesawat F16 yang merupakan buatan Amerika. Indonesia memang masih kalah jauh untuk masalah produksi alat perang, meski lambat laun PT Pindad mulai merespons dan mampu menghasilkan banyak sekali kendaraan tempur yang sangat hebat.

Anoa adalah salah satu kendaraan tempur yang dikembangkan PT. Pindad untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pengangkut pasukan. Dengan terciptanya kendaraan ini, TNI akan bisa lebih mudah untuk mendelegasikan pasukan-pasukannya ke daerah konflik. Dan inilah fakta kehebatan dari Anoa yang sudah seharusnya bisa membuat kita bangga. Mari simak ulasan dari 7 fakta Anoa, kendaraan lapis baja karya indonesia.

Kendaraan Lapis Baja Pertama Buatan Indonesia

Kendaraan lapis baja seperti tank atau APS (Armoured Personnel Carrier) adalah kendaraan tempur yang wajib ada di setiap peperangan. Kendaraan ini akan berada di garis depan untuk melakukan serangan atau pun mempertahankan wilayah. Di Indonesia, tank dan sejenisnya selalu dipesan dari luar negeri. Perusahaan atau PT di dalam negeri nampaknya belum bisa membuat hingga terpaksa negara harus mengalokasikan banyak dana untuk pertahanan wilayahnya.

Awalnya Anoa dibuat untuk merespons kebutuhan TNI saat terjadi konflik di Aceh pada tahun 2003 silam. Akhirnya PT Pindad membuat sebuah kendaraan Angkut Personel Ringan atau disingkat APR tipe 1V. Selanjutnya kendaraan ini dikembangkan menjadi APS (Angkut Personel Sedang) dengan tipe APS-1 dan APS-2. Akhirnya penyempurnaan terakhir berhasil dilakukan dan menghasilkan APS-3 dan diberi nama Anoa.

Sudah Digunakan Untuk Misi Perdamaian PBB

Sejak pertama kali diperkenalkan ke muka publik di tahun 2008, Anoa mulai menunjukkan kehebatannya. Kendaraan ini dikirim untuk misi perdamaian Kontingen Garuda XXIII ke Lebanon di tahun 2010. Sebanyak 13 unit Anoa 6×6 dicat putih dan ditambahkan logo PBB/UN di depannya.

Kendaraan tempur (ranpur) Anoa 6×6 ini diberangkatkan dari Tanjung Priok menggunakan kapal tanker milik PBB. Dalam keberangkatan 13 unit Anoa 6×6 TNI juga melengkapinya dengan 18 personel ahli yang terdiri dari 5 teknisi ranpur dan sisanya adalah pengemudi. Awalnya misi perdamaian yang dilakukan Indonesia ini menggunakan ranpur VAB buatan Prancis. Namun kali ini mereka menggunakan Anoa karena dianggap lebih bagus dari segi pergerakan dan navigasi.

Mampu Bertahan dari Serangan Peluru Kinetis

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh ranpur lapis baja adalah kemampuannya menahan tembakan atau pun bom. Anoa 6×6 ternyata memiliki kemampuan itu. Kendaraan lapis baja ini mampu bertahan dari serangan peluru kinetis Armour Piercing standar senjata NATO. Anoa menggunakan teknologi STANAG tingkat 3 dan membuat tubuhnya tak bisa ditembus apa-apa.

Selain memiliki kemampuan untuk menahan serangan peluru. Anoa 6×6 juga mampu bertahan dari serangan ranjau darat. Bahkan dengan bahan peledak mencapai 8 kg, ranpur ini masih bisa bertahan dan tak goyah. Kehebatan Anoa 6×6 ini membuat ranpur ini selalu digunakan sebagai kendaraan pengaman dan ditaruh di bagian paling depan.

Memiliki Sistem Persenjataan yang Canggih

Anoa 6×6 memiliki persenjataan yang sangat canggih. Ranpur ini tak hanya memiliki fungsi untuk mengangkut personel di dalamnya dan menahan pergerakan musuh saja. Anoa 6×6 juga memiliki kemampuan menyerang yang sangat hebat dan terpenting lagi ada tambahan radar di dalamnya. Dengan kemampuan ini semua musuh yang mendekat akan bisa dihancurkan dengan mudah.

Persenjataan yang ada di Anoa baik 6×6 atau 4×4 berupa senapan mesin berat dengan kaliber 12.7 mm dan juga 7.62 mm. Selain senapan berat, ranpur ini juga dilengkapi dengan senapan Remote Weapon System dengan kaliber 7.62 mm, serta pelontar granat dengan kaliber 40 mm. Selain persenjataan tempur, Anoa 6×6 juga dilengkapi dengan  pelontar tabir asap. Oh ya, di masa depan Anoa akan ditambahi meriam berkaliber 20 mm dan senapan mesin dengan kaliber 7.62 mm.

Sudah Diminati Banyak Negara di Dunia

Saat ini Anoa telah digunakan di empat negara di dunia. Indonesia adalah pengguna terbanyak dengan 236 Anoa varian 6×6 dan 10 Anoa varian 4×4. Selanjutnya negara tetangga Malaysia juga tidak mau ketinggalan untuk menggunakan Anoa. Mereka membeli Anoa 6×6 hingga 32 unit untuk pertahanan negaranya.

Negara selanjutnya yang berminat dengan Anoa adalah Brunei, negara ini membeli setidaknya 13 ranpur lapis baja ini. Terakhir, Oman dikatakan telah memesan Anoa sebanyak 200 unit. Selain empat negara di atas, nepal sepertinya tertarik membeli 28 Anoa 6×6 yang nantinya akan digunakan untuk misi perdamaian PBB.

Munculnya Varian Anoa Amphibious

Awalnya Indonesia ingin memesan 50 unit pansam atau panser amfibi dari Rusia. Namun karena di tahun 2013-2014 negara itu sedang ada konflik dengan Ukraina, pemesanan dibatalkan. Kejadian ini tentu membuat Indonesia berpeluang tak mampu mencukupi pengadaan strategis MEF(Minimum Essensial Force).

Mengetahui hal ini, PT. Pindad akhirnya memiliki inisiatif untuk membuat Anoa jenis Amphibious yang mampu berjalan di darat dan air. Jika ke depannya ranpur ini mampu disempurnakan dan mendapatkan sertifikasi, TNI AL kemungkinan besar akan membelinya agar MEF untuk pertahanan Indonesia bisa terpenuhi sebelum 2024.

Diciptakan Juga Anoa Armoured Recovery Vehicle

Awalnya Anoa dikembangkan hanya untuk kendaraan tempur yang membawa pasukan ke tengah medan perang. Namun lambat laun kendaraan ini bertransformasi menjadi berbagai fungsi. Beberapa varian dari Anoa adalah Anoa IFV yang bertugas untuk memberi bantuan tembak. Selanjutnya ada Anoa yang digunakan untuk mengangkut amunisi, untuk ambulance, untuk bergerak di air dan terakhir untuk Armoured Recovery Vehicle atau ARV.

Anoa ARV bertujuan untuk memberikan perawatan pada Anoa lain yang ada di medan pertempuran. Jika suatu saat ada Anoa yang tak berfungsi, Anoa ARV ini akan melakukan derek. Oh ya kendaraan ini juga masih dilengkapi dengan persenjataan, meski fungsi utamanya sebagai pengangkut beban hingga 12 ton.

Inilah tujuh fakta hebat dari Anoa yang merupakan kendaraan lapis baja buatan Indonesia. Ke depannya, Anoa akan terus dikembangkan hingga mampu menarik lebih banyak negara di dunia. Bagaimana menurut anda?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola