7 Benda Yang Dianggap Orang Ciptaan Iblis

Kebanyakan orang percaya bahwa iblis bertujuan untuk mengganggu dan menggoda manusia untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Cara yang dilakukan untuk menjalankan tujuan ini juga beragam, bahkan menurut beberapa orang adalah dengan menciptakan benda-benda tertentu.

Beberapa orang percaya bahwa hal-hal seperti musik rock and roll, Harry Poter, serta permainan Dungeons and Dragons diciptakan oleh iblis. Namun ternyata juga tidak hanya itu saja, mereka juga percaya bahwa benda sehari-hari ini juga dianggap ciptaan iblis!, mari simak ulasan dari 7 benda ini ternyata ciptaan iblis.

Garpu

Garpu mulai digunakan sebagai peralatan makan sejak abad ke-5 di Timur Tengah danmasuk ke Italia di abad ke-11 oleh seorang putri dari Bizantium yang menikah dengan hakim besar Venesia. Meski begitu, masyarakat Italia memandang curiga dengan garpu yang dipakainya. Ia dianggap sombong karena tidak mau menyentuh makanan langsung yang dianggap sebagai berkah dari Tuhan.

Ketika ia akhirnya meninggal karena wabah, masyarakat menganggap kematiannya sebagai hukuman dari Tuhan. Kecurigaan muncul karena bentuknya yang menyerupai trisula iblis, yang kemungkinan sebenarnya juga dipinjam dari penggambaran dewa Yunani dan Romawi. Barulah beberapa abad kemudian garpu diterima sebagai peralatan makan di Eropa. meski begitu masih banyak orang yang curiga dengan alat makan ini.

Rokok

Masyarakat Spanyol awalnya waspada dan bingung dengan rokok. Columbus juga tidak tertarik ketika diberi rokok oleh para suku asli. Luis de Torres dan Rodrigo de Jerez adalah orang Spanyol pertama yang melihat para suku asli meroko. Mereka kemudian mengikuti kebiasaan tersebut dan bahkan Jerez membawa 6 peti tembakau pulang bersamanya ke Barcelona.

Meski begitu kebiasaan merokok Jerez membuat warga menjadi waspada dan mereka mengira iblis berada di balik semua ini. Jerez kemudian ditangkap oleh lembaga gereja dan dipenjara selama beberapa tahun. Raja James I yang merupakan Raja Inggris, Skotlandia dan Irlandia mengatakan bahwa tembakau adalah ciptaan iblis dan menyebutnya sebagai kebiasaan yang menjijikan dari masyarakat liar tanpa Tuhan. Merokok juga dianggap sebagai dosa mematikan di Rusia dan Timur Tengah.

Telepon

Ketika telepon pertama kali ditemukan, banyak orang menganggapnya mencurigakan dan buatan iblis. Ketika pertama kali diperkenalkan di Swedia, banyak penduduk lokal melihatnya sebagai sihir. Mereka juga mengira bahwa kabel telepon akan menarik petir atau roh jahat.

Para pendeta menyebutkan bahwa telepon adalah alat iblis. Karena itulah para petani yang marah sering kali merusak atau menyabotase kabel listrik. Masyarakat Amish dan Old Order Mennonites juga memiliki pandangan yang sama. Mereka menganggap metode komunikasi yang baru ini akan mengancam komunikasi langsung berhadapan.

Dadu

Di abad pertengahan, judi disebut sebagai tindakan berdosa karena dianggap mendorong tindakan penghujatan dan penyembahan terhadap selain Tuhan. Beberapa penjudi juga dikatakan mengganti nama mereka dengan Decius, dewa dadu, sebagai ganti Tuhan dalam doa mereka. Pendeta Siena juga percaya bahwa dadu adalah salah satu bentuk penyembahan setan dan bahwa penjudi akan menuruti kemauan dadu diatas kemauan Tuhan.

Seorang penulis puisi abad ke-14 dari Perancis menyebutkan dalam puisinya bahwa Iblis telah meyakinkan senator Romawi untuk membuat dadu. Setiap titik pada dadu menurutnya melambangkan hinaan untuk elemen suci. Satu untuk Tuhan, dua untuk Tuhan dan Perawan Maria, tiga untuk Trinitas, empat untuk pengabar Injil, lima untuk luka-luka Yesus, dan enam untuk 6 hari penciptaan alam.

The Smurf

Pada tahun 1980an, beredar kabar diantara para Jehovah’s Witness bahwa the Smurf bersifat satanis. Tahun 2008, mantan anggota Jehova’s Witness juga mengemukakan bahwa ia mendengar rumor tentang boneka Smurf yang bicara kata-kata tidak pantas dan bahkan tiba-tiba hidup dan menggigit anak-anak. Tahun 2011, Dorothy Spaulding, seorang penceramah di televisi menceritakan tentang seorang anak yang punya masalah tidur yang menurutnya karena Smurf.

Akhirnya keluarga anak tersebut mengambil semua benda yang berhubungan dengan Smurf di kamarnya dan membakarnya. Salah satu website juga mengatakan bahwa Papa Smurf melambangkan Karl Marx, lengkap dengan baju merah komunis dan pasar tertutup Smurf mirip dengan perkumpulan komunis. Situs tersebut juga melambangkan Ku Klux Klan lengkap dengan topi runcing putih mereka dan mereka juga percaya bahwa Smurf menyembah Gargamel.

Sepakbola

Menurut seorang penceramah Nigeria, Evang Fumilayo Adebayo, permainan sepakbola diciptakan oleh iblis sendiri untuk memunculkan sikap mengidolakan atau mengarah pada penyembahan selain Tuhan. Menurut kitab, manusia dicerai-beraikan dalam bahasa yang tidak dimengerti setelah berusaha membangun menara Babel. Menurut Evang, sepakbola mampu menyatukan kelas, negara, dan bahkan agama dengan orang-orang mengidolakan pesepakbola favorit mereka dan ini adalah agenda untuk menciptakan pemerintahan tunggal dunia dan kebangkitan Antikristus.

Evang juga mengatakan bahwa ada roh dewa sepakbola dan dibuatkan kuil di Brazil. Menurutnya, roh ini adalah setan dan disebutkan membawa kekayaan dan kesuksesan, tapi memiliki rahasia kelam. Ia juga mengatakan bahwa orang-orang menyukai sepakbola karena sudah dirasuki oleh iblis. Mengidolakan sepakbola adalah bentuk menyembah selain Tuhan dan menimbulkan tindakan tidak bermoral seperti mengalihkan perhatian masyarakat dari menyembah Tuhan, menggunakan bahasa yang buruk, kekerasan, kemarahan, perjudian, mabuk-mabukan, sihir, pengorbanan binatang dan homoseksual.

Teater

Pada tahun 1632, seorang Puritan bernama William Prynne berpendapat bahwa teater adalah ciptaan Iblis yang penuh dosa. Ia terutama mengungkapkan kekecewaan bagaimana kualitas kertas cetak untuk drama jauh lebih bagus untuk buku-buku Kristen dan Kitab. Lebih jauh, ia menyebut aktor dan penulis naskah sebagai wanita jalang, pemabuk dan tidak bertuhan serta jelas-jelas terlibat dalam penyembahan setan.

Kemudian pada tahun 1910, Pastor Isaac M. Haldeman membuat iklan di koran The New York Times dan mengatakan bahwa teater adalah ciptaan setan. Ia juga membanggakan diri dengan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun menonton drama dalam hidupnya. Di bahkan juga takut bahwa jika wanita diberi hak untuk memilih maka dunia akan dipenuhi dengan kebodohan, takhayul dan dunia tanpa hukum di bawah kekuatan yang asing.

Kalau dipikir saat ini mungkin hal tersebut memang terdengar tidak masuk akal. Namun mereka semua sebenarnya memiliki niat baik yaitu agar tetap taat kepada Tuhan dan agama mereka. Ketakutan seperti ini muncul juga karena ketaatannya dalam beragama sehingga mereka selalu waspada. Tentu tidak bisa disalahkan begitu saja, tapi ada baiknya jika kita menelaah lebih dulu setiap hal dengan seksama sebelum memutuskan apakah sesuatu itu memang ciptaan setan atau bukan. Tentu bukan dengan cara cocoklogi alias mengepas-ngepaskan suatu teori.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola