7 Barang Impor Yang Mestinya Dapat Dibuat Sendiri Oleh Indonesia

Sejak awal kita sering mendengar jika Indonesia merupakan negara agraris dan maritim. Bahkan sejak zaman kerajaan Nusantara adalah kebesaran negeri ini telah terkenal ke seluruh dunia.

Sayangnya, apa yang dimiliki oleh Indonesia yang tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Entah karena sifat yang rusak, atau tidak dapat memprosesnya dengan sempurna. Akhirnya, banyak kebutuhan dalam negeri harus mengimpor dari luar negeri meskipun alam dapat menghasilkan.

Ini adalah 7 barang Indonesia yang diimpor diambil dari luar negeri dalam jumlah besar. Jika hanya manajemen pertanian, pertambangan, dan laut berjalan dengan baik, Indonesia akan impor lagi, tapi ekspor. Tapi pertanyaannya adalah apakah Indonesia mampu? Mari simak ulasan dari 7 barang impor yang tak seharusnya di impor ke indonesia.

Beras

Pemerintah Indonesia pada awalnya mengatakan tidak akan mengimpor beras dari Vietnam. Bahkan, mereka telah mengatakan jika ada diimpor beras, petani lokal akan kalah dengan banyak. Tapi, pada bulan November 2015, Indonesia sebenarnya mengimpor beras dengan jumlah yang sangat fantastis. Puluhan ribu ton beras datang dari negara-negara tetangga sebagai akibat dari beras lokal tidak mampu memenuhi semua kebutuhan.

Kejadian ini membuat kita lebih sedih. Karena di masa lalu, negara ini di masa lalu telah mampu membangun swasembada beras. Tidak pernah perlu mengimpor beras. Tapi ini justru mengapa negara saat ini mengimpor? Apa yang salah dengan petani Indonesia? Atau apa itu dengan sawah di Indonesia?

Kedelai

Indonesia adalah tempe negara telah dikenal di seluruh dunia. Sayangnya permintaan kedelai di dalam negeri didominasi oleh kedelai impor dengan komposisi impor kedelai 70% dan 30% dari kedelai lokal. Mirisnya lagi 90% dari kedelai impor yang beredar di Indonesia digunakan oleh pengrajin tempe.

Sebagian besar kedelai impor dari Indonesia berasal dari Amerika. Total impor dari negara ini mencapai 1,1 juta ton. Lebih permintaan kedelai dipasok dari negara tetangga Malaysia dan Argentina. Impor kedelai mengandung harga kedelai melambung dan mempengaruhi banyak pengrajin tempe dilipat.

Gula

Pemerintah Indonesia berencana mengimpor 200.000 ton beras pada tahun 2016. Rencana ini tentu saja diprotes oleh petani tebu lokal karena akan mengganggu harga jual gula di dalam negeri. Tapi tampaknya pemerintah akan terus melakukannya. Bahkan sengaja melonggarkan izin impor yang dilakukan oleh perusahaan dalam negeri.

Indonesia seharusnya bisa mendapatkan cukup gula dalam negeri. Tapi ini tidak akan tercapai karena produksi tebu dalam negeri terus menurun. pemerintah mau tidak mau harus mengimpor sehingga kebutuhan dasar tidak langka di pasaran.

Garam

Ini bisa menjadi garam yang kita konsumsi setiap hari tidak datang dari daerah produsen garam seperti Madura. Karena pemerintah menyatakan akan mengimpor garam dari luar negeri karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Untuk memfasilitasi impor garam, pemerintah juga sedikit melunakkan aturan.

Rencana impor adalah untuk membuat harga garam lokal sehingga anjlok. petani lokal juga akan kehilangan garam dan menyebabkan pabrik garam lokal dilipat. Mengatasi masalah ini jika pemerintah berpendapat garam impor hanya untuk pabrik industri dan besar bukan untuk konsumsi publik luas.

BBM

Indonesia adalah negara yang memiliki bahan bakar hobi impor dari luar negeri. Minyak yang diproduksi di dalam negeri dianggap tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan di dalam negeri. Selain itu, Indonesia belum mampu mengolah minyak mentah sendiri baik untuk impor adalah pilihan terbaik.

Impor bahan bakar minyak Indonesia membuat harga BBM di dalam negeri menjadi tidak menentu. Kadang-kadang harga yang naik, tapi jarang turun. Jika hanya semua kilang minyak lokal yang dikelola oleh perusahaan lokal atau pemerintah. Mungkin Indonesia bisa swasembada bahan bakar.

Singkong

Indonesia mengimpor singkong dari Thailand, Vietnam, dan China. Selama paruh pertama tahun 2015, hanya Indonesia sudah termasuk 4.193 ton singkong dengan omset mencapai Rp14,2 miliar. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena negara membutuhkan banyak singkong terutama untuk industri.

Impor singkong sebagai sebuah ironi mengingat negara ini sangat subur. Beberapa bahkan mengatakan jika dilempar hanya batang singkong bisa tumbuh dengan baik. Namun pada kenyataannya apa yang terjadi di negeri ini tidak terjadi. negara subur ini masih harus mengimpor singkong dari negara-negara tetangga.

Barang Elektronik dan Otomotif

Untold komoditas berapa banyak impor seperti barang elektronik dan otomotif yang masuk ke Indonesia. Mulai dari ponsel, televisi, untuk mobil, dan sepeda motor harus mengambil dari luar negeri, terutama Jepang dan Cina. Negara ini masih belum bisa membuat hal-hal seperti itu juga masalah sumber daya manusia.

Sebenarnya banyak orang pintar dan kreatif di negeri ini. Sayangnya, pemerintah masih peran yang lebih rendah dalam mengembangkan bakat mereka. Jika saja pemerintah mendukung semua hal yang anak-anak bangsa. Maka negeri ini tidak harus dikelilingi oleh benda-benda yang dihasilkan di luar negeri.

Berikut adalah tujuh barang impor harus diproduksi di dalam negeri. Apa yang Anda pikirkan Indonesia dapat memenuhi semua kebutuhan barang di atas?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola