5 Patung Paling Kontroversial yang Ada di Indonesia

Patung atau monumen biasanya dibangun untuk menghormati atau mengenang sesuatu. Karena ditempatkan di tempat-tempat umum dan terbuka, patung ini nanti diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi orang-orang yang melihatnya.

Di Indonesia, beberapa patung didirikan yang terbukti kontroversial. Mulai dari subjek untuk melayani sebagai patung, sampai konsep. Berikut adalah beberapa dari ulasannya di 5 patung penuh kontroversi yang ada di indonesia.

Patung Gus Dur

Sebagai seorang presiden, Gus Dur begitu dipuja sebagian karena sikap pluralistik. Cipto Purnomo kemudian menggambarkan sikap ini dalam sebuah patung berjudul 'Mata Hati Gus Dur'. Patung dengan kontroversi segera.

Karena patung Buddha bertubuh adalah nyata, itu hanya di kepala diganti dengan kepala Gus Dur. Tentang hal ini, Cipto mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk menyinggung umat Buddha. patung adalah gambar dari sikap pluralis yang memungkinkan untuk diterima oleh masyarakat di berbagai kalangan.

Patung Barrack Obama Kecil

Di Taman Menteng, pernah dibangun patung Barack Obama sebagai seorang anak. Keberadaan patung ini ternyata menjadi kontroversial karena dianggap tidak pantas. Karena, Barrack Obama sendiri tidak memiliki layanan di Indonesia dan ada banyak tokoh yang lebih negara lain layak untuk dihargai dan dikenang jasanya.

2 meter patung perunggu tinggi dirancang oleh Edi Chaniago dan diprakarsai oleh 'Friends of Obama' lembaga. Karena banyak orang yang protes, patung itu dipindahkan ke Menteng 01 Sekolah Dasar, mantan sekolah Barack Obama pertama.

Patung Tiga Mojang

Kota Bekasi bisa memiliki patung setinggi 19 meter disebut patung Tiga Mojang. Patung berbentuk tiga perempuan adalah karya seniman di Bali, Nyoman Nuarta. Menurut dia, patung adalah budaya Keindahan refleksi dari Jawa Barat.

Meski begitu beberapa kalangan ternyata memprotes patung perunggu yang menjadi ikon perumahan karena dianggap simbol dari Trinitas. Akhirnya, $ 2500000000 patung rupiah diturunkan.

Patung Tarian Rakyat

Folk patung yang terletak di depan kantor gubernur di Pekanbaru, Riau. Baru bulan berdiri, patung ini telah membuat adegan publik. Karena posisi patung wanita yang menari membuat pantat menonjol dan mengarah ke Kantor Gubernur Riau. Bentuk dianggap terlalu erotis menimbulkan protes di kalangan masyarakat.

Tidak hanya itu patung yang kabarnya menelan biaya 4 miliar juga sedang diperdebatkan karena namanya. Patung awalnya bernama Tugu Zapin, tetapi karena bentuk tari tidak sama dengan gambar, kemudian berganti nama sebagai Ground Zero monumen. Tetapi karena posisinya tidak di titik nol Pekanbaru, nama itu kemudian diubah lagi menjadi Patung Folk.

Patung Inul Daratista

Di jalan dekat rumah Inul, telah berdiri sebuah patung dirinya. 2,5 meter tinggi patung yang menampilkan penyanyi dangdut goyang dasar lengkap dengan kotak dan warna emas lampu sorot. Inul menyumbangkan patung untuk menghiasi jalan yang juga memiliki banyak mengandung patung lainnya. Namun, kehadiran patung ini kemudian bahkan protes FPI pada tahun 2007. Akhirnya, patung itu dibongkar dan diamankan.

Patung memang bisa dianggap sebagai sebuah karya seni dan harus dihargai. Tapi ketika tujuan sebagai monumen yang akan dipamerkan di depan banyak orang, patung tentu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Makna dan bentuk juga harus tepat agar tidak menyinggung beberapa kalangan tertentu yang menyebabkan perpecahan nanti.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola