5 Kasus Pembunuhan Pakai Racun Paling Keji di Dunia

Dalam dua minggu terakhir, Indonesia dihebohkan dengan kasus kematian Mirna akibat menenggak kopi di sebuah cafe. Akhirnya polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan menemukan fakta jika kopi yang ditenggak Mirna mengandung racun sianida. Dari penemuan racun ini, polisi kembali mengembangkan penyelidikan hingga mampu menetapkan Jessica Wongso sebagai tersangka.

Kasus kematian Mirna pun mendadak jadi isu yang sangat panas. Ada yang bilang jika kematian ini mirip sekali dengan kejadian di komik Detective Conan karya Gozo Aoyama. Oh ya, selain kasus Mirna, pembunuhan menggunakan racun ternyata banyak dilakukan di seluruh dunia. Bahkan motif macam-macam dan cenderung ada konspirasi di belakang. Mari kita simak bersama-sama di 5 kasus pembunuhan mengunakan racun paling mengegerkan dunia.

Kematian Aktivis HAM Munir

Salah satu kasus pembunuhan paling mengerikan yang menggunakan racun sebagai senjatanya adalah kasus pembunuhan Munir. Ia dibunuh saat berada di pesawat yang akan membawanya menuju Belanda guna melanjutkan studi S2 bidang hukum di Universitas Utrecht.

Dari penyelidikan yang dilakukan, ditemukan senyawa arsenik yang masih tersisa dalam tubuh Munir. Senyawa ini masuk ke dalam tubuhnya melalui makanan yang ia masukkan ke dalam mulut. Akhirnya tubuh Munir jadi mengalami gangguan dan meninggal secara mendadak.

Kasus Munir sampai sekarang belum mendapatkan kejelasan. Banyak konspirasi berhembus jika ia dilenyapkan lantaran terlalu vocal memperjuangkan hak-hak orang hilang pada orde baru di Indonesia. Munir dianggap sebagai ancaman pihak tertentu hingga akhirnya harus dilenyapkan dari muka bumi ini.

Pembunuhan Untuk Mendapatkan Klaim Asuransi

Pada tahun 1930-an di Philadelphia, Amerika pernah terjadi kasus pembunuhan berantai dengan menggunakan arsenik. Pembunuhan ini dilakukan agar istri mendapatkan uang asuransi yang besar dari kematian suaminya tersebut. Kasus ini dilakukan oleh Cousins Herman dan Paul Petrillo yang menawarkan jasa kepada para istri yang memiliki banyak kasus dengan suaminya.

Pembunuhan terakhir yang dilakukan oleh Herman dan Petrillo dilakukan di dalam mobil. Mereka membuat seolah-olah pria yang bernama Ferdinanto itu meninggal dengan wajar. Padahal ia dibunuh dengan diracun dengan arsenik yang berbahaya itu. Oh ya, total pembunuhan suami yang dilakukan oleh dua kriminal ini adalah 14 orang. Semuanya diracun menggunakan Arsenik.

Obsesi Menjadi Pembunuh Berantai

Tersebutlah seorang wanita bernama Velma Barfield. Ia adalah wanita pertama di dunia ini yang mendapatkan suntikan kematian. Ia mendapatkan hukuman itu setelah tega membunuh suaminya sendiri yang bernama Jennings Barfield. Ia meracun suaminya dengan racun tikus yang digunakan di rumah. Setelah itu ia juga membuat seolah-olah kematian suaminya seperti kematian wajar akibat penyakit aneh.

Ternyata kematian dari sang suami bukanlah pembunuhan terakhirnya. Velma juga membunuh ibu kandungnya sendiri dan tiga orang  lagi yang sebenarnya masih merupakan kerabat dekat. Polisi yang menangani kasus ini mengatakan jika pembunuhan ini menggunakan racun yang sama dan motifnya juga sama. Diduga kuat Barfield mengalami gangguan jiwa hingga memiliki obsesi membunuh yang mengerikan.

Kasus Pembunuhan Teman Sekamar

Ada sebuah ujaran yang berbunyi: jangan percaya dengan siapa pun dengan penuh, meski ia merupakan orang terdekatmu sekali pun. Dan memang benar, kasus yang dialami oleh Zhu Ling pada tahun 1994 di Tiongkok bisa jadi salah satu buktinya. Ia diracun menggunakan sebuah logam berat bernama thallium yang membuat tubuhnya mendadak lemas dan nyaris membunuh tubuhnya.

Awalnya Zhu Ling hanya mengalami gangguan seperti rambut rontok, namun lama-lama ia kehilangan pandangan hingga harus mengalami koma. Polisi dan dokter yang menangani Zhu Ling akhirnya mendapatkan fakta jika thallium lah yang membuat gadis malang ini menderita. Dan orang yang dicurigai adalah teman sekamarnya bernama Sun Wei.

Sayangnya, Sun Wei memiliki keluarga yang bekerja di partai komunis di Tiongkok. Akhirnya kasus ini diintervensi dan tak jelas penyelesainnya sampai sekarang. Oh ya, Zhu Ling tidak meninggal tapi akibat kejadian ini ia mengalami gangguan pada sistem sarafnya.

Pembunuhan Jane Stanford

Jane Stanford adalah istri dari salah satu pendiri universitas terbaik di Amerika, Stanford University. Setelah sang suami yang bernama Leland Stanford meninggal dunia, ia mengambil alih semua kendali kampus hingga kasus peracunan menimpanya. Pada tahun 1905 ia diracun menggunakan strychnine yang dimasukkan ke dalam salah satu air mineral di dalam rumahnya. Beruntungnya ia selamat meski harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Kejadian pembunuhan yang ditujukan pada Jane Stanford ternyata tak berhenti sampai di situ saja. Saat ia sedang berlibur ke Hawaii, lagi-lagi Jane Stanford diracun menggunakan strychnine. Namun pada pembunuhan kedua ini ia meninggal dunia setelah mengalami gangguan organ tubuh cukup lama. Kematian yang dialami oleh Jane Stanford masih menjadi misteri sampai sekarang. Mengenai motif dan siapa pelaku masih menjadi misteri yang tak juga mampu dipecahkan.

Nah, terbukti kan jika banyak sekali kasus pembunuhan yang menggunakan racun sebagai senjata pemungkasnya. Oh ya, racun dipilih oleh banyak orang untuk melakukan aksi keji ini karena dianggap paling mudah membunuh orang. Dan terpenting lagi, polisi akan kesulitan melacak pelakunya, berbeda dengan kasus pembunuhan menggunakan senjata tajam. Ngeri banget!

Yang pasti, ingatlah bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja bila ada kesempatan. Jangan mudah percaya dan lengah, karena diajak ngopi santai aja bisa tewas seperti kasus Jessica dan Mirna yang belakangan ini lagi panas-panasnya. Waspadalah… Waspadalah..

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola