5 Festival Gila Paling Kontroversil Yang Ada di Jepang

Membicarakan Jepang memang seperti tidak ada habisnya. Akan selalu ada hal-hal menarik yang bisa diangkat dari negara satu ini. Entah fenomena orang-orangnya yang super kreatif itu, atau mungkin deretan festival unik yang cuma ada di sana. Ya, meskipun Jepang adalah negara yang maju, tapi mereka tetap melestarikan apa yang menjadi tradisi leluhur.

Jepang terkenal dengan banyaknya festival unik yang bikin penasaran. Mulai dari Kanamara Matsuri yang bisa dibilang sangat kontroversial itu, sampai dengan Hetomato yang disusun dari banyak acara kecil yang meriah.

Ke Jepang jangan hanya karena anime atau gadis cantiknya, tapi nikmati juga festival-festival yang unik di sana. Jadi, acara-acara keren apa yang bakal kamu dapatkan? Simak ulasannya berikut ini di 5 festival teraneh yang ada di jepang.

Kanamara Matsuri

Dalam bahasa Indonesia, acara ini bernama festival alat kelamin pria. Disebut demikian karena hampir semua ornamen khas festival ini berbentuk seperti itu. Bahkan makanan-makanan yang dijual juga semuanya punya bentuk yang setema, mulai dari lolipop sampai pisang coklat. Mungkin yang baru pertama kali tahu, festival ini sangat amoral. Namun, tujuannya tidak seperti itu.

Bagi orang jepang Kanamara Festival bertujuan agar mereka mendapatkan banyak berkah kesuburan dan kelanggengan hubungan. Bahkan festival ini juga jadi motivasi orang-orang Jepang untuk menghindari penyakit menular. Uniknya, meskipun ornamennya adalah hal yang sensitif, tapi semua orang menikmati festival ini dengan gembira dan tanpa rasa tabu.

Hetomato Festival

Sayang Januari sudah lewat, padahal di bulan ini kita bisa ke Jepang untuk menikmati salah satu festival uniknya yang bernama Hetomato. Ya, festival ini diadakan pada minggu ketiga bulan Januari di kota Goto, Fukue. Acara ini adalah festivalnya para nelayan kota itu, di mana tujuannya adalah pengharapan agar mereka bisa mendapatkan tangkapan yang bagus sepanjang tahun.

Festival ini dirangkai dalam banyak acara. Ada sumo yang dilakukan para pemuda dan orang tua, lalu dilanjutkan dengan acara saling memukul menggunakan kayu kecil yang dilakukan oleh para wanitanya, lalu dilanjutkan lagi dengan menandu seorang gadis di atas sebuah sandal besar. Uniknya dalam sesi ketiga itu, para pemuda harus saling mengotori dirinya dengan semacam arang. Sangat unik dan sepertinya cuma ada di Jepang.

Hadaka Matsuri

Jika tadi ada festival alat kelamin, maka yang satu ini juga tak jauh-jauh dari hal itu. Ya, Hadaka Matsuri sendiri bisa diartikan dengan festival telanjang. Hal ini bisa dilihat dari para pesertanya yang rata-rata hanya mengenakan semacam celana dalam sumo. Untungnya acara ini hanya dilakukan oleh para pria.

Kesenangan di festival ini adalah ketika para peserta saling bersorak dan juga minum banyak sake. Nah, ketika sudah mabuk, para tetua adat kemudian akan melemparkan sebuah kayu ke kerumunan. Para peserta yang mabuk ini pun harus berebut kayu tersebut. Konon, barang siapa berhasil mendapatkan benda ini, maka ia akan bahagia sepanjang tahun.

Kasedori Festival

Mengunjungi Jepang di bulan Februari adalah keputusan tepat. Pasalnya di bulan itu akan diadakan festival tahunan super unik bernama Kasedori. Uniknya festival ini adalah para pesertanya yang harus berpakaian seperti burung. Bukan menggunakan bulu, namun semacam serat-serat bambu yang disimpul berbentuk kerucut.

Festival ini dimulai di depan Kastil Kaminoyama. Para peserta lalu berjalan mengelilingi kota sambil menari-nari. Tak hanya menari saja, para peserta ini juga akan disirami air dingin berulang-ulang. Tujuan festival ini sendiri untuk melindungi diri dari kebakaran dan juga biar lancar bisnisnya. Festival ini sempat hilang di tahun 1800an. Namun berhasil dibangkitkan kembali di tahun 1959.

Hitori Zumo

Festival satu ini bisa dibilang agak aneh dan mungkin akan membuatmu bertanya-tanya. Hitori Zumo disajikan lewat acara sumo di mana seorang petarung akan melawan musuhnya imajinernya. Lebih mirip pantomim sih, hanya saja sumo satu orang ini dibungkus dengan cara yang beda.

Terlihat si pesumo begitu bersungguh-sungguh, seperti melawan seorang pesumo lain. Festival ini sendiri bagi orang Jepang cukup menarik, bahkan dinilai punya kesakralan yang tinggi. Festival ini berfungsi sebagai penghormatan kepada dewa serta pengharapan akan panen yang melimpah.

Inilah keunikan festival Jepang yang hanya satu-satunya di dunia. Kalau dilihat-lihat cukup unik, bukan? Apalagi festival  Kanamara-nya yang sepertinya tidak mungkin akan diadakan di negara lain, apalagi Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola