5 Alasan Kenapa Orang Tiongkok Sangat Membenci Jepang

Konfrontasi antara Tiongkok dan Jepang memang sudah berakhir sejak beberapa puluh tahun lalu. Namun bukan berarti dendam keduanya turut surut. Jepang memang sudah melupakan ini, namun bagi Tiongkok, mereka takkan bisa lupa. Tentang bagaimana Jepang membuat bangsa ini seperti hewan ternak di masa lalu. Dibantai, dilecehkan lalu dibunuh sampai kengerian-kengerian lain yang sudah di luar batas kemanusiaan.

Tiongkok sangat-sangat membenci Jepang, bahkan sampai hari ini. Bahkan tak cukup generasi terdahulu yang menampakkan ketidaksukaan, anak-anak Tiongkok pun didoktrin untuk terus tidak menyukai Jepang apa pun alasannya. Hal ini dibuktikan dari antusiasme bocah-bocah di sana mengunjungi museum-museum yang menampakkan diorama dan juga foto-foto pembantaian leluhur oleh bangsa Jepang.

Berikut adalah deretan kejadian buruk yang menjadi alasan kenapa orang Tiongkok sangat membenci Jepang sampai mendarah daging. Mari simak ulasan dari 5 alasan orang tiongkok membenci orang jepang selamanya.

Pembantaian Nanking

1937 mungkin jadi tahun yang paling diingat oleh semua warga Tiongkok. Ya, tahun  ini adalah masa di mana sesepuh mereka dibantai dengan keji oleh Jepang dalam sebuah agenda penjajahan. Konon tregedi ini bahkan lebih ngeri daripada Holocaust Yahudi yang dilakukan oleh Jerman.

Sekitar 300 ribuan orang Tiongkok di Nanking (sekarang Nanjing) dibantai tanpa belas kasih. Mereka ditembak, ditusuk bayonet sampai dikupas dengan samurai. Bahkan serdadu Jepang tak luput mendatangi rumah-rumah warga kemudian membantai ibu dan anak-anak perempuan. Begitu kejam begitu tidak berperikemanusiaan. Jepang sendiri sebenarnya sudah meminta maaf kepada Tiongkok, namun negeri Tirai Bambu itu menganggap permintaan maaf tersebut tidak berarti apa pun.

Penduduk Tiongkok Dijadikan Obyek Eksperimen

Tak hanya dibantai seperti hewan, penduduk Tiongkok juga pernah merasakan bentuk kekejaman lain Jepang yang tak kalah ngeri. Salah satunya dengan dijadikan eksperimen senjata kimia oleh seorang ahli kimia Jepang bernama Shiro Ishii. Ishii sendiri adalah pimpinan dari Unit 731 yang tugasnya memang mengembangkan senjata kimia.

Ishii dikenal lewat cara eksperimennya yang gila. Penduduk Tiongkok yang jadi obyek, biasanya diamputasi dalam keadaan hidup lalu kemudian disuntikkan berbagai macam racun dan penyakit. Dikatakan ada sekitar 3000an orang Tiongkok yang dijadikan obyek penelitian mengerikan ini. Ishii sendiri para akhirnya selamat setelah Perang Dunia II berakhir lantaran sistem kekebalan internasional. Sungguh tidak adil.

Penggunaan Senjata Kimia Kepada Orang-Orang Tiongkok

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh seorang sejarawan Jepang bernama Yoshiaki Yoshimi, Jepang ternyata juga pernah menggunakan senjata kimia, khususnya yang penggunaannya ditujukan kepada orang-orang Tiongkok. Selama perang Jepang Tiongkok di tahun 1937, Jepang diindikasi kuat sudah menggunakan berbagai macam senjata kimia mematikan.Mulai dari phosgene, chlorine, sampai lewisite.

Tak hanya digunakan untuk melawan militer Tiongkok, Jepang bahkan pernah menyerang kerumunan sipil dengan senjata-senjata kimia ini. Diduga ribuan orang Tiongkok mengalami infeksi lantaran pengaruh senjata kimia tersebut. Hal ini pun akhirnya makin menambah dosa-dosa Jepang kepada negara dengan populasi terbesar dunia itu.

Wanita dan Anak Dilecehkan Lalu Dibunuh

Peristiwa berdarah Nanking tidak hanya diingat karena kegilaan serdadu Jepang membantai penduduk kota ini dengan kejam, tapi juga tragedi pelecehan paling parah sepanjang masa. Ya, ketika para pria dibantai habis-habisan, perempuan dan anak-anak dilecehkan massal lalu kemudian dibunuh.

Mungkin ada belasan ribu lebih wanita dan anak-anak yang diperlakukan keji seperti ini. Bahkan rumornya, setelah dipaksa seperti itu, para serdadu Jepang merusak alat vital mereka lalu kemudian dibunuh. Jepang jelas akan menyangkal ini, namun tidak bagi orang-orang Tiongkok yang menjadi korban.

Kontes Membantai Orang Tiongkok dengan Pedang

Selama tragedi Nanking, kelakuan orang Jepang semakin brutal kian harinya. Tak cukup dengan melakukan banyak pembantaian, mereka juga pernah menyelenggarakan lomba mengerikan, yakni bersaing untuk menjadi pemenggal pertama dari 100 orang Tiongkok. Perlombaan ini dilakukan oleh dua serdadu Jepang bernama Toshiaki Mukai dan Tsuyoshi Noda.

Aksi ini sendiri beberapa kali ditulis di koran Jepang dan jadi bukti kalau lomba mengerikan itu bukanlah fiktif seperti sangkalan-sangkalan yang dilayangkan pihak Jepang. Aksi gila ini pun makin menambah rentetan dosa Jepang kepada Tiongkok. Tentang kedua pelaku perang kejam itu, mereka konon mendapatkan sangsi internasional dan dihukum mati.

Kalau dilihat dari kejamnya Jepang kepada Tiongkok lewat sederet aksi di atas, sangat bisa dimaklumi kalau mereka begitu marah. Seumpama kita ada di posisi mereka, pasti akan melakukan hal yang sama, meskipun di masa lalu Jepang juga tak kalah kejam terhadap bangsa Indonesia. Berulang kali Jepang meminta maaf, tapi Tiongkok hanya diam dan mengatakan maaf tidak akan mengubah apa yang telah terjadi di masa lalu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola