5 Aksi Bullying Pada Polisi Yang Menghebohkan Dunia Maya

Dunia maya saat ini merupakan suatu teknologi yang tengah marak dan berkembang di seluruh dunia yang mana dengan adanya dunia maya maka terbentuklah jaringan sosial yang bisa disebut dengan social network – sosial media. Dan makin hari teknologi ini semakin berkembang pesat sehingga menjadi kebutuhan orang di dunia, yang mana dengan adanya teknologi ini dapat menghubungkan orang-orang di seluruh dunia secara cepat dan langsung.

Setiap teknologi itu telah kita ketahui memiliki hal-hal yang positif dan juga hal yang negatif bagi sesama penggunanya, apalagi yang konon marak di dunia sosial sekarang yaitu aksi bullying. Selain bullying orang-orang juga dapat memprotes sesuatu yang terdapat di media yang dianggap orang lain tidak benar.

Aksi bullying banyak terdapat pada orang-orang biasa di sosial media serta para artis – artis juga sering kena sorotan aksi bullying yang tak wajar di media, Namun yang kian heboh sekarang yaitu Aksi bullying massal terhadap pihak kepolisian di indonesia, yang kini kian heboh dan maraknya di media sosial. Oleh karena itu LensaTerkini akan menyajikan 5 aksi bullying terhadap polisi yang heboh di internet.

Polisi Tilang Bule dan mengajak minum bir

Disalah satu jaringan sosial yang disebut youtube.com telah tampak jelas aksi kocak seorang polisi yang menilang seorang bule asal Belanda, Kees Van derSpek dijalanan. Dalam Video tersebut polisi dan sang bule kian di urus polisi didalam pos polisi yang mana polisi tersebut selain meminta uang damai tilang ia juga mengajak bule tersebut untuk minum bir bersama.

Hal ini membuat reaksi besar terhadap nitizen – nitizen di sosial media sehingga dengan aksi polisi tersebut keluarlah hujatan pembullyan yang di paparkan kepada polisi yang menilang bule itu.

Polisi Cekcok di dalam Bus Transjakarta

Sontak para netizen Indonesia memulai aksi bullying mereka kepada salah seorang polisi yang cekcok dengan seorang penumpang di dalam Bus Transjakarta. Aksi cekcok yang sempat direkam dan diunggah dan disebarluaskan di jejaring sosial Facebook tersebut terlihat bahwa sang polisi yang diketahui berinisial Brigadir M membentak para penumpang setelah Bus Transjakarta itu hampir saja menyerempet seorang pengendara motor yang nyelonong masuk ke dalam lintasan bus yang seharusnya steril dari kendaraan lain.

Salah seorang penumpang yang tidak terima akhirnya beradu mulut dengan polisi tersebut. Uniknya, seperti merasa benar, Brigadir M justru membentak dengan nada keras kepada penumpang itu. Tentu saja, banjir hujatan, cacian dan bullyan mengalir dengan derasnya setelah video itu merebak di sosial media.

Aksi Elanto Wijoyono melawan rombongan moge

Penjelasan dari pihak kepolisian yang menjabarkan kenapa mereka memberikan perlakuan khusus kepada rombongan moge yang dihadang oleh seorang pria bernama Elanto Wijoyono yang melanggar menerobos lampu merah dan menggunakan seluruh jalan di Yogyakarta, di tahun 2015 lalu, berbuah blunder.

Dalam Undang-undang lalu lintas tertulis bahwa hanya kendaraan pemadam kebakaran, ambulan yang mengangkut orang sakit, kendaraan yang membawa korban kecelakaan, kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik indonesia, kendaraan para pejabat negara asing, iring-iringan pengantar jenazah dan konvoi yang berhubungan dengan acara negara saja yang berhak mendapatkan perlakuan khusus di jalan raya, sedangkan rombongan moge tersebut sama sekali tidak memiliki tujuan yang berhubungan dengan negara.

Polisi dibully setelah tidak mau menunjukkan surat resmi razia

Dalam sebuah video berdurasi pendek yang diunggah di YouTube dan Facebook yang menunjukkan ‘perlawanan’ seorang warga umum terhadap razia polisi, menjadi ajang bully massal. Dalam video tersebut, seorang pemilik kendaraan tidak mau memperlihatkan SIM dan STNK saat terjadi razia karena dia ingin melihat apakah razia yang dilakukan tersebut resmi atau tidak.

Dikarenakan berbelit-belit dan tidak mau menunjukkan surat resmi mengadakan razia serta beberapa pelanggaran yang tertera dalam peraturan penggelaran razia dan justru menilang sang pemilik kendaraan karena bersikeras tidak mau menunjukkan surat-surat, netizen dengan lantang melakukan aksi bullying karena menganggap bahwa apa yang dilakukan beberapa polisi dalam video itu adalah tidak tepat.

Polisi vs Pengemudi taksi

Sebuah stasiun TV swasta Indonesia memiliki satu acara yang menayangkan bagaimana polisi dalam melakukan tugasnya sehari-hari. Dalam satu episode, ada sebuah tayangan yang memperlihatkan polisi sedang menilang seorang pengemudi taksi yang berhenti sebentar untuk melihat sebuah barang yang sedang dipajang di toko.

Namun, polisi yang sedang diliput justru memberikan tilang kepada si sopir karena menganggap bahwa dia melanggar peraturan karena berhenti. Tentu saja sang sopir menolak anggapan tersebut karena dalam rambu-rambu yang ada di dekatnya adalah tanda larangan parkir bukan larangan berhenti. Oleh karena itu, banyak netizen melakukan cemooh virtual dan menganggap bahwa polisi selalu benar karena menganggap bahwa tanda larangan parkir dan larangan berhenti itu sama.

Salah satu alasan kenapa polisi selalu dijadikan obyek pem-bullya-an karena polisi adalah institusi negara yang dijadikan panutan dan salah satu pengadil di Indonesia, akan tetapi justru memperlihatkan hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Akan menjadi satu hal yang cukup naif jika kita memukul rata bahwa semua polisi memiliki tabiat jelek karena tidak sedikit dari mereka yang masuk dalam kategori baik. Selain itu, dikarenakan polisi masih sebagai manusia biasa, tentu saja ada kalanya mereka berbuat khilaf, walaupun mereka adalah aparatur negara.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola