4 Penampakan Yeti Bikin Penasaran Dengan Sosok Besarnya

Dalam salah satu buku cerita komik serial Tintin yang terkenal, pernah dikisahkan Tintin berpetualang ke pegunungan Himalaya. Di sana dia sempat melihat sesosok makhluk mirip beruang tinggi besar berbulu putih yang berjalan tegak dengan kedua kaki seperti manusia. Warga setempat menyebut itu adalah makhluk misterius sekaligus legendari bernama Yeti.

Berdasarkan hasil tes DNA yang dilakukan oleh para peneliti Universitas Oxford terhadap 30 helai rambut yang ditengarai milik Yeti, ditemukan hasil yang sangat mengejutkan. Meskipun 28 helai dinyatakan menjadi milik hewan lain yang berdiam di sana seperti rakun, kuda, hingga sapi, tetapi 2 helai rambut terakhir tidak cocok terhadap semua hewan yang ada di pegunungan Himalaya.

Profesor ahli genetika asal Universitas Oxford, Bryan Sykes, berpendapat jika kedua helai rambut itu sangat identik dengan fosil beruang berumur 40 ribu tahun. Salah satu bulu yang berwarna coklat kemerahan ditemukan di 'sarang' Yeti di hutan bambu di Bhutan sepuluh tahun yang lalu. Sedangkan satu bulu lain berasal dari perbatasan India dan Tibet 40 tahun yang lalu. Bedanya, bulu yang kedua berwarna coklat keemasan.

Menariknya, Profesor Sykes menambahkan terdapat kemungkinan cukup tinggi jika makhluk-makhluk mirip nenek moyang beruang itu kini masih mendiami sudut-sudut pegunungan Himalaya. Mari simak ulasan dari 4 penampakan makhluk Mitos Yeti yang Hebohkan dunia.

Jejak kaki Yeti muncul di Siberia

Seorang bocah asal Rusia bernama Denis Alexandrov, 12 tahun, menemukan jejak kaki berukuran raksasa ketika sedang berkemah di Siberia. Jejak kaki itu diyakini milik makhluk menyerupai monyet raksasa berbulu warna putih yang berjalan di atas dua kaki bernama Yeti. Makhluk Yeti selama ini sering disebut-sebut berada di sekitar kawasan Pegunungan Himalaya.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (3/9), Denis ketika itu sedang berjalan-jalan pagi di dekat kemahnya di Taman Nasional Pegunungan Shorsky di wilayah Kemerovo saat dia melihat jejak kaki raksasa. Ayah Denis, Andrei, 49 tahun, mengatakan jejak kaki itu berukuran dua kali kaki orang dewasa.

"Saya suka berburu jadi saya cukup paham tentang jejak kaki," ujar Andrei. Dia mengaku sebelumnya tidak percaya keberadaan Yeti sampai dia melihat jejak kaki di tanah berlumpur itu.

"Saya kini tahu makhluk itu benar-benar ada," kata dia. Menurut Andrei, makhluk itu pastilah berbadan tinggi. Jejak kakinya terlihat masih cukup jelas. Artinya dia belum lama berjalan lewat daerah itu. Malam ketika Denis dan ayahnya berkemah itu hujun turun cukup deras dan tak seorang pun mendengar suara mencurigakan.

Rupanya temuan jejak kaki misterius itu adalah yang kedua di musim panas tahun ini. Sebelumnya seniman sekaligus pemahat Andrey Lyubchenko mengaku pernah bertemu Yeti langsung ketika sedang berjalan pagi pada 27 Juli lalu. Andrey kemudian menggambar sosok Yeti yang dia lihat itu.

"Kejadiannya sangat tidak terduga dan cepat sekali jadi saya tidak sempat merasa takut," kata dia. Andrey menuturkan dia merasa sosok yang dia temui adalah makhluk yang berpikir. 

"Saya seperti merasakan dia ingin berbicara. Tingginya sekitar 2,5 meter dengan bulu lebat berwarna cokelat seperti beruang, tapi bulunya lebih lembut. Dia sedang membawa sebatang kayu. Matanya seperti berwarna mata manusia." Kemerovo selama ini dikenal orang sebagai tempat yang sering terlihat Yeti. Pemburu Yeti Igor Burtsev memperkirakan ada sekitar 30 Yeti di kawasan itu.

Nelayan Siberia mengaku melihat sosok Yeti

Sejumlah nelayan di pedalaman Siberia, Rusia, mengaku melihat manusia salju atau dikenal dengan nama Yeti. Mereka mengungkapkan Yeti terlihat tiga kali di tiga lokasi. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (25/9), nelayan bernama Vitaly Vershinin melihat Yeti dari jauh saat sedang berada di perahunya, dekat Desa Myski, Kemerovo. "Kami berteriak ke mereka apa kalian butuh bantuan, tapi mereka langsung berlari. Semuanya berbulu dan mereka lari ke arah semak-semak dengan dua kakinya," ujar Vitaly, seperti dilansir koran the Siberian Times.

Beberapa hari kemudian, Yeti terlihat di Sungai Mras-su, Kemerovo. "Ketika kami melambaikan tangan, mereka langsung lari menuju hutan dengan kedua kakinya. Kami sadar mereka tidak sedang berpakaian hitam, tapi seperti ditutupi bulu dan berjalan layaknya manusia," kata seorang nelayan tidak disebutkan identitasnya.

Yeti kembali muncul di Taman Nasional Shorsky bulan ini. "Mahluk itu tidak terlihat seperti beruang dan dengan cepat menghilang setelah mematahkan beberapa cabang pohon di semak-semak," ucap Sergei Adlyakov, pejabat dari Distrik Tashtagolsky.

Menurut penelitian, di Kota Kemerovo hidup sekitar 30 manusia salju mengerikan. Kemorovo terletak di pinggir Sungai Tom, sebelah timurlaut Kota Novosibirsk, Rusia. Kepala Pusat Antropologi Internasional Igor Burtsev menegaskan Yeti itu benar-benar ada seperti terlihat di Taman Nasional Shorsky. "Kita harus menjelajahi area baru di bagian Utara, di mana Yeti biasa terlihat baru-baru ini. Dia menambahkan Yeti juga dikenal dengan sebutan Bigfoot dan Sasquatch menjadi penghubung rantai hilang antara manusia purba Neanderthal dan manusia modern.

Sosok mirip Yeti terlihat di Spanyol

Sebuah cuplikan video dan foto memperlihatkan sesosok makhluk seperti Yeti di Formigal, Spanyol, beredar di Internet. Yeti adalah makhluk salju mirip gorila raksasa berwarna putih yang berjalan dengan dua kaki seperti manusia dan beberapa kali terlihat di pegunungan Himalaya.

Seorang turis melihat Yeti itu di tempat wisata ski es dan mengambil gambarnya. Cuplikan itu diunggah ke Internet dengan catatan: "Makhluk aneh terlihat di Formigal. Makhluk apa itu?" Video dan foto itu kemudian sudah disebar ribuan kali, seperti dilansir koran the Daily Mail, Ahad (7/2).

Foto itu kemudian membuat pemilik tempat wisata berdebat soal apakah makhluk itu benar Yeti atau seekor beruang, atau hasil rekayasa foto atau seorang tentara yang memakai pakaian menyamar.

"Kami sudah berbicara dengan saksi yang melihat untuk mencari makhluk itu. Tapi setelah dicari, kami tidak menemukan apa-apa," ujar juru bicara tempat wisata. Orang yang mengunggah foto itu menggunakan akun bernama Kangaroo.

"Pagi ini kami berski di Formigal dan melihat ini. Makhluk apa itu? Beruang atau Yeti? Kami sudah beritahu pemilik tempat wisata tapi mereka tidak menganggapnya serius. Saya yakin ada makhluk yang berkeliaran di luar sana. Saya yakin dengan yang saya lihat," kata dia.

Sosok Yeti masih berkeliaran di Himalaya

Yeti merupakan sebuah sosok yang selama ini dianggap sebagai makhluk mistis yang berada di Gunung Himalaya. Baru-baru ini, para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, mengadakan penelitian dengan mengumpulkan sampel hewan-hewan yang berada di Himalaya, dan hasilnya ditemukan kesamaan genetik dengan salah satu hewan.

Dikutip dari BBC (17/10), uji coba sampel yang dilakukan oleh peneliti menghadirkan fakta bahwa ada kesamaan genetis antara Yeti dengan beruang salju dari Norwegia. Diperkirakan, ada subspesies beruang coklat yang hidup di Gunung Himalaya.

Salah satu peneliti, Bryan Sykes, mengungkapkan bahwa penelitian tersebut didasarkan pada bulu dua binatang yang ditemukan di Ladakh, Himalaya Barat dan Bhutan. Pihaknya juga menegaskan bahwa hasil yang didapat menunjukkan adanya kesamaan 100 persen dengan beruang purba yang hidup di Norwegia sekitar 40 ribu tahun yang lalu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola