4 Orang Gelandangan Yang Miliki Skill LuarBiasa

Don't judge a book by its cover, kata pepatah bahasa Inggris. Artinya, jangan hanya menilai sesuatu dari tampilan luar saja. Pepatah itu rasanya tepat untuk menggambarkan para gelandangan yang memiliki keunikan dan keistimewaan.

Dalam kehidupan sehari-hari di jalanan para gelandangan kerap dipandang sebelah mata oleh orang sekitar. Mereka dianggap orang yang tidak punya apa-apa yang butuh belas kasihan atau pemberian uang dari orang lain. Tapi tidak selamanya gelandangan itu seperti yang terlihat selama ini. Beberapa dari mereka ternyata punya kemampuan yang melebihi orang biasa dan itu menjadi kelebihan mereka yang patut dikagumi. Mari simak ulasan dari 4 gelandangan yang jadi motivasi dunia.

Gelandangan di China hobi baca buku di perpustakaan

Ada pemandangan berbeda di Perpustakaan Umum Kota Hangzhou. Saban hari, datang pria-pria berpakaian lusuh membaca buku, koran, bahkan mengakses Internet. Mereka adalah tunawisma setempat. Jumlah mereka bahkan lebih banyak dibandingkan pelajar atau pegawai.

Salah satunya adalah Zhang Kai. Tunawisma 76 tahun ini sehari-hari menyambung hidup sebagai pemulung. Dia mengaku datang ke perpustakaan murni untuk membaca, bukan sekadar numpang tidur atau mencari makanan gratis. Sebelum baca buku, Kai selalu mencuci tangan supaya lembaran kertas tidak kotor oleh tangannya yang kadang penuh debu atau noda.

"Saya suka baca buku. Membaca dapat mengurangi rasa sedih karena penderitaan hidup," ujarnya seperti dilansir stasiun televisi CCTV News, Selasa (25/11). Tunawisma lainnya, bernama Chen Hu, mengaku suka membaca koran dan jurnal untuk mengetahui isu-isu dunia terbaru. Dia mengaku masih berusaha mencari pekerjaan tetap. Bila perpus tutup jam 9 malam, maka dia beralih ke pelataran bank di gedung sebelah untuk tidur.

Kepala Perpus Hangzhou Liang Liang mengaku pihaknya mengizinkan gelandangan, pengemis, ataupun pemulung membaca sepanjang hari. Kebijakan itu sudah berjalan 28 tahun terakhir.

"Mereka tidak bermaksud buruk. Mereka hanya ingin membaca, kenapa harus dilarang," ujarnya. Tak sekadar mengizinkan mereka baca dan membaur dengan pengunjung lain, pihak perpus juga menyediakan air minum gratis, sambungan Internet lewat wi-fi, serta membolehkan para tunawisma duduk di ruang baca berpendingin udara.

"Kami membolehkan mereka membawa barang-barang bawaan, termasuk benda rongsokan bila mereka bekerja sebagai pemulung. Tapi kalau perpus tutup, kami minta mereka tidak lupa membawa kembali barang-barang itu," kata Liang. Masyarakat mengagumi kebijakan perpustakaan ini. Koran setempat menobatkan lembaga itu sebagai "perpustakaan paling hangat di seantero China".

Lelaki ini dijuluki gelandangan paling modis sedunia

Slavik, 55 tahun, adalah seorang pria tunawisma dari kota Lviv, Ukraina. Namun ada yang unik dari gelandangan nyentrik ini. Para saksi mata melihat Slavik tidak pernah memakai baju yang sama. Setidaknya dua hari sekali.Meskipun tampak kusut, Slavik seperti mengerti fashion dengan memadupadankan baju atau celana yang dibuang oleh warga Lviv di tempat sampah.

Tidak hanya itu, dia juga memiliki gaya rambut dan janggut yang selaras dengan penampilannya, seperti dilansir Dream.co.id (23/11/2014). Rutinitas unik Slavik itu terekam dalam foto-foto yang diambil oleh fotografer Ukraina, Yurko Dyachyshyn. Yurko tertarik meliput Slavik ketika bekerja pada sebuah proyek di pusat kota. Saat itu ia melihat Slavik mendekati orang asing untuk meminta receh.

Tak lama kemudian, ia mulai memotret pilihan busana pria tunawisma itu dan membayarnya sekitar US$1 per pertemuan."Slavik adalah tunawisma yang paling modis di dunia. Dia bukan gipsi biasa," Yurko menjelaskan.

"Jalan hidupnya berbeda dengan tunawisma lainnya. Dia tidak membawa banyak tas, juga tidak mengais-ngais di tong sampah. Dia memiliki tempat persembunyian dan tidak ada yang tahu tentang hal itu. Dia terus merahasiakan rumahnya."

Jago main piano, gelandangan ini dapat beasiswa

Donald Gould, seorang gelandangan berumur 51 tahun, aksinya baru saja terekam dalam sebuah video. Memainkan lagu Styx- Come Sail Awaydengan sebuah piano yang disediakan untuk umum di Florida, telah mengantarkannya kembali kepada kehidupannya semula.

Gould sebenarnya adalah seorang marinir yang mempelajari teori musik di perguruan tinggi dan belajar banyak hal. Dari Picollo sampai Tuba bisa ia mainkan, sayang dia harus Drop Outsebelum selesaikan sekolahnya tersebut.

Kehidupannya sendiri kacau ketika istrinya meninggal pada tahun 1998. Gould mengalami masa sulit dan jadi gelandangan selama enam sampai tujuh tahun, seperti dilansir kapanlagi.com, Juli tahun lalu. Setelah kemahirannya bermain piano dalam lagu Come Sail Away, dia menjadi obrolan dalam suatu talkshow di salah satu radio lokal. Karena promosi dan cerita yang menarik, Alamater Gould dahulu, Spring Arbor University memberikan beasiswa untuknya sebesar USD 30.000 atau sekitar Rp. 400 juta.

"Menawarkan beasiswa untuknya adalah keputusan yang mudah," ungkap Malachi Crane, wakil presiden dari pembayaran dan marketing di SAU dalam sebuah pernyataan pada USA Today. Crane menambahkan bahwa, "Kami telah melihat banyak murid dan dampak positif daripada edukasi yang kami berikan. Kita tahu Donald punya kemampuan yang unik dalam bermusik yang bisa merubah kehidupan."

Untuk membantu Gould kembali pada jalan yang benar dan jauh dari kehidupan liar di jalan, Spring Arbor University yang mana institusi Kristen akan memberikan pelajaran kehidupan Kristen untuknya.

Meski gelandangan, pria ini punya situs Internet dan terima kartu kredit

Saat ini sudah bukan zamannya lagi gelandangan benar-benar miskin tak punya apa-apa. Seorang gelandangan di Kota Detroit, Amerika Serikat, malah sudah lebih modern dan melek teknologi.
Abe Hagenston, nama gelandangan itu, menerima pemberian uang lewat kartu kredit. Bahkan dia punya situs portal Internet.

Pria tunawisma itu membawa mesin pembaca kartu kredit selama nongkrong di persimpangan jalan Woodward Avenue dan 8 Mile Road di Detroit, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Kamis (29/1).

"Jadi gelandangan adalah bisnis saya saat ini," ujar Hagenston kepada CNN. "Bisnis saya adalah menjadi gelandangan." Di situs Internet miliknya dia juga menerima sumbangan bagi kaum gelandangan lainnya. Di situs itu orang juga bisa mempekerjakan para gelandangan dan melaporkan jika ada gelandangan gadungan.

"Saya ingin mengubah kondisi ini menjadi sesuatu yang bukan hanya membantu saya tapi juga menolong orang lain," kata Abe. Pria berambut panjang pirang itu mengatakan dia sudah menjadi gelandangan selama sepuluh tahun dan lebih dikenal dengan nama "Abe si Jujur"

"Saya sudah beberapa kali mencoba membangun hidup saya lagi tapi kali ini tidak berhasil. Orang tidak menyadari betapa sulitnya tidak punya apa-apa ketika kita tidak punya teman atau keluarga."

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola