9 Pejabat Negara Yang Mengundurkan Diri Dari Jabatannya

Ketika seorang politisi terlibat skandal atau melakukan kesalahan, maka memang wajar jika mereka diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Beberapa orang bahkan mengambil langkah tanggung jawab lebih jauh dengan mengundurkan diri dari jabatannya.

Seorang pejabat memilih mengundurkan diri tidak hanya terjadi di Indonesia baru-baru ini saja. Selama beberapa kali, beberapa pejabat di dunia juga memilih untuk mengundurkan diri ketika terlibat skandal. Berikut ini peristiwa yang terjadi disaat 9 pejabat negara lebih memilih mengundurkan diri dari jabatannya.

Salah El Din Mahmoud Helal

Salah El Din Mahmoud Helal adalah menteri pertanian Mesir. Dikabarkan ia terlibat dalam skandal surat lisensi tanah yang ilegal. Atas keterlibatannya dalam kasus ini, maka ia akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya pada 8 September 2015 lalu.

Pengunduran dirinya diterima atas instruksi presiden Abdel Fattah al-Sisi. Tidak lama setelah mengundurkan diri dan meninggalkan gedung kabinet, ia ditangkap oleh pihak berwajib atas tuduhan melakukan tindakan korupsi.

Otto Perez Molina

Pria dengan nama lengkap Otto Fernando Perez Molina ini adalah seorang politisi Guatemala. Molina yang juga merupakan mantan anggota militer ini menjabat sebagai presiden Guatemala sejak tahun 2012 hingga 2015.

Pada tanggal 21 Agustus 2015, jaksa agung Guatemala menunjukkan bukti bahwa Molina terlibat dalam jaringan korupsi. Kongres kemudian melakukan sidang dan menghasilkan keputusan bulat, bahwa kekebalan hukum Molina dicabut pada 1 September 2015. Keesokan harinya, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden dan akhirnya ditangkap untuk dijebloskan ke penjara.

Brooks Newmark

Brooks Newmark adalah salah seorang menteri di bawah pimpinan PM Inggris David Cameron. Pada 27 September 2014, ia mengundurkan diri dari jabatannya setelah terlibat skandal. Seorang reporter yang menyamar sebagai seorang wanita menjadikan Newmark target dengan mengirimkan foto-foto berbau porno.

Ternyata Newmark terpancing untuk melakukan sexting atau saling berkirim pesan mesum. Berita tersebut kemudian diterbitkan dalam Sunday Mirror. Newmark mengakui ia melakukan kesalahan dan memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Chiu Wen-ta

Chiu Wen-ta menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan sejak tahun 2011 hingga 2014. Ia mengundurkan diri dari jabatannya tersebut pada 3 Oktober 2014 sebagai tanggung jawab politis karena terlibat skandal keamanan makanan.

Karena skandal ini, ratusan ton produk berbahan minyak daur ulang dengan lemak babi ditarik dari pasaran. Ia juga memastikan bahwa tidak ada lagi produk dengan minyak lemak babi di Taiwan dan bahwa orang yang bertanggung jawab telah diserahkan ke pihak yang berwajib.

Chiang Wei-ling

Chiang Wei-ling adalah seorang pendidik di Republik China. Ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan sejak tahun 2012 hingga 2014. Skandal pendidikan yang menyangkut namanya menimbulkan kemarahan publik dan diadakannya investigasi atas keterlibatannya.

Kontroversi ini muncul, ketika Chiang dikaitkan dengan seorang sarjana yang risetnya ditarik oleh penerbit Inggris karena tuduhan menggunakan identitas palsu untuk mereview karya mereka. Nama Chiang muncul dalam 6 artikel yang ditarik. Dalam kemelut skandal ini, Chiang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.

Midori Matsushima

Midori Matsushima adalah menteri Kehakiman dalam kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe. Ia dituduh menyalahgunakan undang-undang pemilihan dan menggunakan dana dari kelompok dukungan politik serta donasi lainnya.

Ia kemudian memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Meski mengundurkan diri, ia tidak mengakui dirinya telah melakukan kesalahan yang dituduhkan. Pengunduran dirinya dilakukan agar politik dan ekonomi tidak terhambat karena masalah yang menimpanya.

Yuko Obuchi

Yuko Obuchi juga salah satu menteri di bawah pimpinan perdana menteri Shinzo Abe. Ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri di Jepang. Pada Desember 2012, ia mengundurkan diri dari jabatannya setelah terlibat menyalahgunakan dana sebesar 10 juta yen.

Dana yang disalahgunakan termasuk biaya 3,8 juta yen untuk bisnis yang dijalankan saudari dan kakak iparnya. Kelompok pendukungnya juga dituduh menghabiskan 43 juta yen untuk kegiatan outing ke teater dan para partisipan membayar kurang dari harga tiket seharusnya, hingga muncul dugaan pembelian suara.

Yoshimi Watanabe

Yoshimi Watanabe adalah politisi Jepang dan merupakan anggota legislatif. Pada April 2014, Watanabe terbukti telah menerima pinjaman sebesar 800 juta yen dari direktur perusahaan kosmetik tanpa melaporkannya sebagai donasi politik.

Ia bersikeras bahwa uang tersebut adalah pinjaman pribadi dan bukan untuk kegiatan politik. Meski begitu, ia tetap mengundurkan diri dari jabatannya. Sebuah investigasi dijalankan dan ternyata Watanabe menggunakan uang tersebut memang untuk membayar kartu kredit miliknya dan istrinya. Ia juga membayar cicilan untuk pinjaman tersebut.

Michael Palmer

Michael Palmer menjabat sebagai Ketua Parlemen sejak 10 Oktober 2011. Namun jabatan tersebut tidak lama karena ia mengundurkan diri pada 12 Desember 2012.

Pengunduran dirinya ini dilakukan karena skandal seksual yang ia lakukan. Dalam sebuah konferensi pers, ia mengakui kesalahan besar yang ia perbuat dan memutuskan mengundurkan diri untuk menghindari mempermalukan dirinya sendiri lebih jauh lagi.

Ada banyak cara yang dilakukan untuk menunjukkan rasa tanggung jawab. Mengundurkan diri mungkin merupakan salah satu langkah tercepat dan terkadang juga bisa meredam kemarahan masyarakat. Mungkin hal inilah yang mendorong beberapa pejabat di Indonesia mengikuti langkah mereka dengan mengundurkan diri ketika terlibat suatu masalah.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola