8 Kisah Orang Terdampar di Tempat Terpencil

Tentu tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah saat sedang melakukan perjalanan jauh. Apalagi jika sampai harus terdampar di tempat yang terpencil dan kita terpaksa bertahan hidup dengan persediaan makanan atau kebutuhan hidup yang sangat terbatas.

Namun, kisah tentang seseorang yang terdampar itu benar adanya. Beberapa orang tidak berhasil selamat dan akhirnya meninggal dunia. Namun ada juga yang mampu berjuang keras dan bertahan hidup sampai mereka diselamatkan. Mari simak ulasan dari delapan kisah miris orang yang terdapar di lautan terpencil.

Keluarga Robertson

Pada tahun 1971, Dougal Robertson bersama istrinya dan empat anaknya memutuskan untuk berkeliling dunia dengan menggunakan sebuah kapal kecil. Namun pada bulan ke-17, kapal mereka ditabrak oleh sekelompok paus pembunuh sehingga kapal tersebut tenggelam di samudera pasifik.

Keluarga tersebut kemudian menyelamatkan diri dengan naik kapal pelampung kecil mereka dan hanya mampu membawa makanan untuk enam hari. Setelah persediaan makan habis, mereka berburu ikan dan kura-kura menggunakan alat seadanya. Kondisi tersebut berlangsung selama 54 hari sampai akhirnya mereka diselamatkan oleh kapal pukat milik Jepang.

Leendert Hasenbosch

Leendert Hasenbosch adalah seorang pelaut Belanda dari awal abad ke-18. Ia dibuang ke Pulau Ascension di selatan Samudera Atlantik sebagai hukuman tindakan sodomi yang dilakukannya. Di pulau yang saat itu masih tidak berpenghuni, ia bertahan hidup selama 6 bulan.

Karena tidak berhasil menemukan air tawar, ia terpaksa minum air seninya sendiri dan darah kura-kura sebelum akhirnya meninggal karena dehidrasi pada tahun 1725. Setahun setelah kematiannya, pelaut Inggris menemukan perkemahan dan buku harian milik pria Belanda tersebut yang ditulis dengan begitu detail. Ironisnya, baru setelah ia meninggal, ditemukan bahwa pulau Ascension memiliki dua sumber air tawar.

Ada Blackjack

Pada tahun 1921, Ada Blackjack adalah salah satu dari tim ekspedisi berjumlah 5 orang di pulau Wrangel, Utara Siberia yang memiliki suhu rata-rata minus 15 derajat celcius. Ketika kondisi semakin sulit, 3 orang pria pergi untuk mencari makanan dan bantuan, namun mereka hilang dan tidak pernah ditemukan kembali.

Ia hanya tinggal berdua dengan seorang pria yang ia rawat sebelum akhirnya meninggal karena kekurangan vitamin C. Blackjack sendiri menjadi begitu mahir berburu dan menghangatkan diri untuk bertahan hidup. Ia baru berhasil diselamatkan pada Agustus 1923. Karena merasa tidak nyaman dengan popularitasnya karena pengalaman yang luar biasa itu, Blackjack akhirnya memilih kembali ke kutub utara dan tinggal di sana sampai akhirnya meninggal dunia di usia 85.

Chunosuke Matsuyama

Pada tahun 1754, sebuah badai besar membuat sebuah kapal Jepang berisi beberapa pelaut di dalamnya menghantam karang sehingga mereka terpaksa menyelamatkan diri ke pulau Pasifik terdekat. Namun karena tidak bisa menemukan makanan ataupun air, 43 awak kapal tersebut akhirnya meninggal dunia.

Namun, Chunosuke Matsuyama, salah seorang pelaut di antara mereka mengukir kisah pengalamannya tersebut ke sebuah kulit pohon kelapa sebelum ia meninggal. Ia menggulung ukiran tersebut ke dalam botol dan membuangnya ke laut. Lebih dari 150 tahun kemudian, botol tersebut sampai di pantai sebuah desa Jepang yaitu Hiraturemura dan ditemukan oleh seorang pengumpul rumput laut. Yang menakjubkan, desa tersebut adalah desa yang sama tempat Chunosuke Matsuyama lahir.

3 Nelayan Meksiko

Setelah kehabisan bahan bakar saat mencari ikan, Jesus Vidana Lopez, Salvador Ordonez dan Lucio Rendon menghabiskan 10 bulan sebagai seseorang yang terdampar di Samudera Pasifik. Tiga pria tersebut hanyut hingga 8 ribu kilometer sampai akhirnya mereka diselamatkan oleh kapal pemancing Taiwan pada Agustus 2006.

Dua nelayan lainnya meninggal dunia hanya beberapa bulan dalam musibah tersebut. Mereka memakan daging burung yang mentah yang membuat keduanya muntah darah. Ketika Vidana hanyut di lautan, istrinya melahirkan seorang bayi perempuan yang sudah berusia 6 bulan ketika Vidana akhirnya berhasil pulang ke Meksiko.

Marguerite De La Rocque

Pada tahun 1542, wanita bangsawan Perancis ini dibuang di sebuah pulau dekat Quebec karena ketahuan menjalin hubungan dengan seorang anak kapal dalam pelayaran yang dipimpin sepupunya. Ia dibuang beserta pasangannya dan seorang pembantu. Namun pria tersebut, pembantu, dan bayi yang dilahirkannya akhirnya meninggal di pulau tersebut yang terkenal banyak ditinggali makhluk buas.

Sementara itu, Marguerite ternyata mampu bertahan hidup. Dengan senjata yang terbatas, ia berburu binatang buas dan bahkan membunuh seekor beruang dan menggunakan bulunya untuk menghangatkan diri. Setelah dua tahun, ia diselamatkan oleh nelayan dan dibawa pulang kembali ke Perancis dan menjadi terkenal atas pengalamannya ini.

Alexander Selkirk

Seorang pelaut abad ke-18, Alexander Selkirk bekerja di bawah pimpinan kapten kapal yang ceroboh dan semena-mena, Thomas Stradling. Selkirk yang takut dengan kemampuan kapal tersebut berlayar akhirnya malah dibuang karena dianggap tidak patuh pada kapten. Lebih dari 4 tahun, Selkirk tinggal di pulau Juan Fernandez di selatan Samudera Pasifik.

Ternyata Selkirk memiliki kemampuan yang baik untuk mempertahankan diri. Ia membuat gubuk dari pohon dan menggunakan kambing liar sebagai sumber makanan daging, susuk, serta pakaian. Untuk memastikan agar kambing-kambing tersebut tidak pernah kabur darinya, ia melukai kaki-kaki kambing tersebut saat masih muda. Ketika berhasil diselamatkan oleh kapal pribadi pada tahun 1709, cerita pengalamannya kemudian menjadi sensasional dan banyak dikenal.

Jose Salvador Alvarenga

Alvarenga mulai melakukan perjalanannya untuk mencari ikan di Chiapas, Meksiko ketika cuaca menjadi buruk sehingga ia hanyut sejauh 11 ribu kilometer. Ia hanyut selama 13 bulan dan bertahan hidup dengan memakan ikan mentah, burung, darah kura-kura, dan air hujan. Meski begitu teman seperjalanannya yang lebih muda, Ezequiel Cordoba meninggal dunia 4 bulan ketika terdampar karena perutnya tidak kuat memakan makanan mentah.

Pada 30 Januari 2014, Alvarenga akhirnya hanyut ke sebuah pulau kecil di Marshal Islands. Pada Desember 2015, namanya kembali mencuat karena keluarga Ezequiel Cordoba menuduhnya melakukan tindakan kanibalisme dan menuntutnya sebesar 1 juta dollar. Alvarenga mengatakan bahwa ia tidak pernah memakan temannya tersebut namun membuang mayatnya ke laut.

Pengalaman terdampar di tempat terpencil dan harus bertahan hidup dengan persediaan makanan atau peralatan yang terbatas tentu bukan hal yang menyenangkan. Kebanyakan orang akan merasa begitu ketakutan bahkan tidak sedikit yang berpikiran untuk bunuh dari saking putus asanya. Namun mungkin kita perlu ingat bahwa manusia harus selalu berusaha untuk bertahan hidup. Untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, mungkin memang ada baiknya kita belajar cara-cara bertahan hidup di saat darurat.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola