8 Hukuman Terekstrim Anak Sekolah Di Luar Negeri

Kita semua tahu bahwa sekolah adalah tempat untuk mengenyam pendidikan. Namun yang namanya sekolah, tentu tidak semua anak di dalamnya bisa dengan mudah diajak kerja sama. Terkadang ada juga beberapa siswa yang usil, curang, atau malas. Namun memang itulah risiko menjadi seorang guru.

Nah, jika guru lain mampu menghadapi murid seperti ini dengan cara khusus atau hukuman yang wajar dengan memberi PR misalnya, mari simak ulasan dari 8 hukuman sekolah terekstrim yang ada di luar negeri.

Ditangkap Polisi

Untuk kesalahan serius yang merugikan orang lain seperti tawuran, siswa ditangkap pihak yang berwajib adalah hal yang wajar. Namun untuk kesalahan kecil, tentu saja hal ini terlalu ekstrim. Seorang bocah 13 tahun di Albuquerque ditangkap, diborgol, dan dikirim ke pusat penahanan anak-anak karena bersendawa di kelas.

Sementara itu, seorang gadis 12 tahun di New York ditangkap dan diborgol karena mencorat-coret meja kelasnya. Di Mississippi, seorang bocah berusia 5 tahun juga digiring keluar dari sekolah karena memakai sepatu yang tidak penuh berwarna hitam sehingga dianggap melanggar peraturan.

Memukul Pantat dengan Kayu

Hukuman memukul pantat biasanya diberikan kepada anak kecil oleh orang tuanya. Namun hal ini juga mulai jarang dilakukan karena beberapa orang menganggapnya sebagai menyakiti anak-anak. Seorang remaja 19 tahun dari Texas, Taylor Santos diberi pilihan hukuman pukul pantat atau diskors selama 2 hari setelah ketahuan menyalin PR temannya.

Ibu Taylor kemudian marah ketika tahu bahwa ternyata yang melakukan pemukulan adalah wakil kepala sekolah yang ternyata juga pria. Menurutnya seorang pria lebih tua memukul siswa wanita remaja di pantat adalah hal yang menjijikkan.

Cone of Shame

Cone of shame adalah sebuah kerah berbentuk kerucut yang biasanya dipakaikan kepada seekor anjing agar mereka tidak menggigiti luka di tubuhnya. Seorang guru di Florida menghukum muridnya dengan memakaikan cone of shame ini untuk mempermalukan mereka.

Hukuman ini diberikan kepada setidaknya 8 orang murid. Setelah kejadian ini difoto dan dibagikan lewat Facebook, guru yang bersangkutan dipecat meskipun akhirnya mendapatkan pekerjaan lagi sebagai seorang guru di sekolah lain beberapa bulan kemudian.

Squat dan Memecahkan Matematika

Di suatu sekolah di Seoul, 8 orang siswa dipaksa untuk melakukan 800 kali squat secara terus menerus ketika mereka tidak mengerjakan PR. Tidak hanya itu saja, saat melakukan squat tersebut, mereka juga diminta untuk menyelesaikan soal matematika yang diberikan gurunya. Jika bisa menjawab dengan benar, mereka boleh berhenti melakukan squat.

Meski begitu, satu orang murid gagal menjawab soal matematika yang diberikan dan harus melakukan keseluruhan 800 squat. Setelah selesai, ia akhirnya tidak bisa berjalan dengan baik dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Makan di Lantai

Ketika seorang siswa kelas 5 berusia tidak lebih dari 11 tahun tidak sengaja menumpahkan air di lantai, seorang guru mendatanginya dan memberikan hukuman yang kejam dan bersifat rasis. Siswa yang menumpahkan air tersebut dan 14 siswa lainnya dipaksa untuk makan di lantai kantin yang kotor selama 2 minggu.

Mereka juga diperingatkan jika memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya, hukuman tersebut akan diperpanjang. Semua siswa yang dihukum adalah keturunan Hispanik. Sementara itu, mereka juga menjalani hukuman tersebut dengan diolok-olok oleh teman mereka yang keturunan Afrika-Amerika. Beberapa keluarga kemudian menuntut pihak sekolah atas kejadian tersebut.

Lemari Monster

Seorang guru di sekolah Varnett Charter, Texas dipecat setelah mengunci murid yang nakal di sebuah lemari gelap bernama “Lemari Monster”. Anak-anak di bawah usia TK diberitahu bahwa ada monster yang tinggal di tempat gelap dan ketika mereka dimasukkan di dalamnya, guru tersebut akan menutup pintu sementara si murid berteriak-teriak di dalamnya.

Terkadang, sebanyak 4 murid dimasukkan ke dalam lemari tersebut sekaligus. Anak-anak yang menjadi korban rata-rata masih berusia 4 tahun. Mereka trauma oleh kejadian tersebut, sampai salah satu diantaranya muntah karena begitu ketakutan saat dikurung di lemari monster tersebut. Yang lebih miris lagi, alasan ia dimasukkan ke dalam lemari tersebut adalah karena tertawa di kelas.

Digeledah dan Ditelanjangi

Seorang bocah berusia 8 tahun ditelanjangi dan digeledah di sekolah setelah seorang staff menuduhnya mencuri uang sebesar $20 dari murid lainnya. Uang tersebut ternyata kemudian ditemukan di bawah meja kantin. Bocah lain yang berusia 8 tahun di sekolah Texas juga dipaksa telanjang dan mandi di hadapan staff sekolah sebagai hukuman karena tidak menjaga kebersihan.

Pada tahun 2003, seorang gadis 13 tahun ditelanjangi dan digeledah serta harus menggoyangkan celana dalamnya karena dituduh menyimpan obat-pobatan terlarang. Namun mereka tidak menemukannya. Gadis tersebut kemudian membawa kejadian memalukan ini ke jalur hukum.

Ruang Teriakan

Telah ada beberapa kasus ketika anak-anak yang dianggap nakal dimasukkan ke ruangan isolasi atau ruang teriakan. Anak-anak tersebut dikunci di ruangan gelap tanpa jendela selama berjam-jam untuk memaksa mereka menenangkan diri.

Seorang bocah berusia 7 tahun di Arizona dikunci di ruangan ini seharian, selama 4 kali seminggu dan dilarang pergi ke kamar mandi sehingga terpaksa mengompol setidaknya selama 2 kali. Ruang teriakan lain di Connecticut, bahkan harus dibersihkan secara berkala untuk menghilangkan darah dan air seni di dinding. Seorang anak laki-laki bahkan akhirnya bunuh diri ketika dikunci pada tahun 2004.

Memang sih di setiap sekolah akan ada anak yang usil dan tidak patuh. Namun bukan berarti mereka bisa diperlakukan dengan semena-mena seperti daftar di atas. Bagaimanapun juga, anak-anak belajar dari sekitarnya dan setiap hal yang terjadi dalam hidupnya akan mempengaruhi sikap, perilaku dan ideologinya kelak.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola