7 Penguasa di Dunia Ini Ternyata Alami Sakit Jiwa

Menjadi seorang pemimpin kerajaan itu bukanlah hal yang mudah. Sejak kecil mereka sudah mendapatkan perlakukan khusus dan penjagaan yang ketat agar bisa menjadi pemimpin kerajaan yang ideal kelak. Karena itulah, terkadang ada beberapa orang raja atau ratu yang bermasalah.

Beberapa raja ini terlahir dengan kelainan jiwa atau secara perlahan mengalami dementia akibat kehidupan mereka yang tragis. Berikut ini 7 monarki yang akan membuatmu khawatir jika hidup di bawah kepemimpinan mereka. Mari simak ulasan dari 7 Raja dan ratu yang mengalami sakit jiwa.

Fyodor I, Russia

Kisah Fyodor ini mungkin menjadi bukti bahwa seseorang tidak boleh dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang tidak diinginkannya. Tidak seperti ayahnya, Fyodor sama sekali tidak pernah tertarik untuk menjadi raja.

Ia sering memiliki pandangan kosong, dan akhirnya benar-benar menjadi gila setelah putrinya yang masih berusia 2 tahun meninggal. Ia kemudian suka berkeliling Rusia dan membunyikan semua lonceng gereja yang ditemukannya.

George III, Raja Inggris

George III adalah seorang Raja Inggris dan Irlandia. Ia menjabat sebagai raja selama 60 tahun, namun di akhir masa kekuasaannya, ia menderita dementia yang cukup parah. Dementia adalah kelainan mental akibat adanya masalah pada otak sehingga penderita akan mengalami kelainan pada ingatan, hingga perubahan perilaku.

Penyakit ini diduga karena kelainan turunan yang jarang pada keluarga George III. Ia kemudian mulai suka ngomel, marah, menghina, dan bahkan mengutuk para pelayannya. Saking parahnya dementia yang ia derita hingga George III akhirnya mengalami kebutaan dan tuli. Ia tidak lagi bisa memahami bahwa dirinya diangkat menjadi Raja Hanover atau ketika istrinya meninggal.

Otto, Bavaria

Ketika Otto ditunjuk untuk menggantikan saudaranya, Ludwig sebagai raja Bavaria yang juga dianggap tidak waras dan tidak mampu memimpin kerajaan. Namun ternyata, Otto juga memiliki masalah kejiwaan yang sama seperti kakaknya.

Pada tahun 1913, ia kemudian pernah ditemukan menggumamkan kata-kata aneh dengan kondisi yang mengenaskan. Dokter kemudian mengemukanan bahwa Otto menderita schizophrenia. Dalam 30 tahun terakhir hidupnya, ia tinggal di istana dengan pengawasan ketat dan jauh dari pandangan publik.

Maria I, Portugal

Masalah kejiwaan Maria I baru diketahui pertama kali pada tahun 1786 setelah suaminya meninggal dunia. Kondisinya kemudian semakin memburuk ketika putera pertama dan putri satu-satunya juga meninggal dunia.

Pada Februari 1792, ia dinyatakan sakit jiwa dan harus dirawat. Ia akhirnya hanya bisa tinggal di kediamannya sepanjang hari dan berpakaian seperti anak-anak. Para pengunjung juga menceritakan tentang teriakannya yang terdengar di seluruh istana.

Zhengde, Kaisar China

Zhengde diangkat menjadi Kaisar pada usia 14 tahun, tapi ia tidak pernah benar-benar tumbuh dewasa. Ia suka bermain seperti anak-anak dan bahkan membangun kompleks kota palsu hanya untuk bermain pedagang dan pembeli.

Ia juga suka bermain jendral, dan bahkan pernah ikut melakukan operasi penyerangan dengan berpakaian sutra. Ia terus menjadi kaisar yang kekanak-kanakan bahkan sampai akhirnya meninggal dunia. Ia meninggal saat terjatuh dari perahu dan tercebur ke sungai ketika sedang memancing. Zhengde terjangkit penyakit dari air sungai tersebut hingga akhirnya meninggal.

Charles VI, Perancis

Charles terkenal sebagai raja yang pernah mengalami beberapa episode kegilaan yang tidak terkontrol. Tahun 1392, ia membunuh empat orang prajuritnya setelah seorang pelayan menjatuhkan tombak.

Ia juga disebut-sebut sebagai Charles yang gila. Ia bahkan mengalami delusi dan percaya bahwa dirinya terbuat dari kaca. Charles VI juga sempat kehilangan ingatan dan tidak tahu bahwa dirinya adalah raja dan bahkan tidak mengenali istrinya.

Joanna, Castille

Saat masih muda, ia dikenal sebagai seorang yang sangat cerdas. Tapi baru setelah menikah tanda-tanda kelainan jiwanya muncul. Ia menikahi Philip yang sangat ia cintai dan memiliki 6 orang anak darinya.

Namun ketika Philip akhirnya meninggal tahun 1506 karena tipes, ia tidak bisa mengontrol kesedihannya. Sikapnya kemudian tiba-tiba berubah, dan ia tidak mengizinkan suaminya untuk dikubur. Ia lebih memilih untuk menyimpan mayatnya yang perlahan membusuk untuk menemaninya.

Terkadang saat melihat kehidupan sebagai seorang raja atau ratu, kebanyakan orang mengira bahwa kehidupan mereka menyenangkan dan bergelimang harta. Meski begitu, hal ini ternyata tidak selamanya benar. Setidaknya pada zaman dulu, tercatat beberapa orang pemimpin kerajaan justru memiliki masalah kelainan mental akibat beban hidup mereka. Wih, ngeri!

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola