7 Negara Yang Memata-Matai Aktivitas Penduduknya

Punya pacar yang posesif benar-benar makan hati. Apa-apa harus bilang, kemana-mana harus lapor, dan setiap detik akun sosmed kita pasti di-stalkingnya, kadang-kadang bahkan sampai lupa mengurusi diri sendiri. Memang tidak pernah enak hidup diawasi begitu. Rasanya hak sebagai manusia yang bebas seperti direnggut. Untungnya perlakuan seperti ini hanya akan terjadi saat kita punya pasangan posesif.

Benarkah seperti itu? Tidak juga. Ternyata dimata-matai tak hanya terjadi pada kondisi di atas, di beberapa negara tertentu justru yang melakukan aktivitas penguntitan tersebut adalah pemerintah sendiri. Namun, tak seperti pacar yang aktivitas memata-matainya terlihat jelas, pemerintah di beberapa negara melakukan hal tersebut tanpa pernah disadari si subyek.

Amerika Serikat adalah negara yang ketahuan memperlakukan warganya seperti ini. Orang-orang di sana bahkan pernah melakukan semacam demo menuntut pemerintah menghentikan hal tersebut. Julukan Amerika yang bebas jadi tak relevan lagi ketika tahu jika pemerintahannya memata-matai rakyatnya sendiri. Berikut adalah beberapa negara selain Amerika yang juga melakukan hal yang sama. Mari simak ulasan dari 7 negara ini selalu memata-matai kegiatan penduduknya.

Iran

Iran diketahui memata-matai warganya sejak lama. Bahkan untuk melakukan aksi ini, pemerintah menggandeng Nokia dan Siemens. Tujuan pemerintah Iran memata-matai adalah untuk mendapatkan informasi dan juga agar bisa melakukan tindakan preventif ketika mengetahui indikasi yang tidak baik dan berpengaruh bagi negara.

Tak hanya bisa menyadap telpon pribadi penduduknya, staf pemerintah Iran yang ditugaskan juga mampu membaca email pribadi, masuk ke dalam akun Twitter atau Facebook, sampai melacak panggilan internet. Lebih posesif dari pacar, ya?

Inggris

Inggris dan Amerika Serikat adalah teman baik. Sebagai teman yang baik, mereka selalu berbagi apa pun, termasuk segala informasi yang dimiliki oleh penduduk masing-masing, yang didapatkan dari aksi memata-matai. Ya, Inggris tak jauh beda dari Amerika memang, bahkan rakyatnya sendiri tahu jika di balik setiap aktivitas mereka, ada mata besar yang mengawasi.

Bahkan untuk aksi memata-matai ini Inggris punya badan khusus bernama Government Communicatioin Headquarter. Tugas mereka adalah untuk menyadap telepon dari orang-orang Inggris. Tujuannya sama, untuk mendapatkan informasi penting.

Vietnam

Vietnam mungkin tak memiliki sebuah bangun sistem komunikasi kompleks seperti Inggris atau Amerika. Namun, hal tersebut tak menghalangi mereka untuk bisa menguntit warganya. Bahkan Vietnam tidak melakukan ini secara rahasia, melainkan terang-terangan bahkan membuatkan pengumuman untuk itu.

Pemerintah Vietnam punya akses ke semua media sosial dan blogger rakyatnya. Namun, biar tak repot-repot, pemerintah langsung memberikan ancaman kepada siapa pun agar tidak membuat tulisan yang kontroversial, terutama yang ada sangkut pautnya dengan pemerintah. Hal ini diketahui dilakukan agar menghindari gerakan oposisi yang mungkin muncul dari hal tersebut.

Perancis

Sebuah koran Perancis bernama Le Monde menerbitkan sebuah artikel yang isinya menyatakan pemerintah Perancis selama ini telah melakukan aksi mata-mata kepada penduduk. Di dalam artikelnya disebutkan jika mekanismenya sama persis seperti yang dilakukan pemerintah Amerika kepada rakyatnya.

Setiap hari pemerintah melalui stafnya mengoleksi data dan informasi orang-orang Perancis dan kemudian disimpan dalam sebuah database induk. Pemerintah Perancis menolak mengklaim hal ini. Ya, memang mana ada sih stalker ngaku stalking?

Rusia

Rusia mungkin sudah tahunan melakukan aktivitas mata-mata ini. Namun, beberapa tahun terakhir ini pemerintah makin intens melakukannya. Bahkan pemerintah Rusia makin berbenah dengan membuat semacam alat canggih yang gunanya untuk menyadap saluran telepon yang on line secara otomatis.

Sangarnya, penduduk Rusia sepertinya tidak pernah menyadari jika mereka sudah dimata-matai sejak lama. Tapi, bisa jadi juga kalau sebenarnya mereka sudah tahu, namun membiarkan pemerintah melakukan hal tersebut seolah tak terjadi apa-apa.

China

China seperti tak benar-benar mendapatkan masalah dalam upaya memata-matai penduduknya. Padahal, jumlah penduduknya adalah 1,3 miliar orang. Namun, mereka sudah tahu jika ini akan jadi pekerjaan rumah berat, akhirnya pemerintah pun merancang semacam sistem canggih untuk bisa melakukan penyadapan secara otomatis.

Bahkan tak hanya suara yang disadap, aktivitas sehari-hari juga benar-benar dipantau. Internet di awasi dan juga hal-hal lainnya. Tak cukup dengan itu, setiap pegawai pemerintah pun ditugaskan memata-matai rekannya sendiri. Sampai sebegitunya China mengawasi orang-orangnya. Hal ini jadi bukti jika tingkat kepercayaan di sana rendah.

Indonesia bagaimana? Apakah kita juga dimata-matai gerak-gerik dan aktivitasnya oleh pemerintah? Entah, namun sepertinya hal tersebut tidak terjadi, walaupun kemungkinan untuk itu tetap ada. Tapi yang lucu soal penyadapan di Indonesia adalah kasus beberapa waktu lalu saat telepon penting mantan Presiden SBY ternyata justru bisa dipantau oleh pemerintah Australia. Lucunya, hal ini seperti hilang begitu saja. Padahal ini bisa dibilang seperti menghina. Coba kita ganti sadap mereka, pasti segala ancaman bakal diberikan.

Amerika Serikat

Negara Amerika selalu memata-matai kegiatan penduduk setempat, apalagi dulunya pemerintah amerika selalu memata-matai muslim di negaranya, sehingga dengan itu selalu muncul ketegangan-ketenganan di negaranya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola