7 Lokasi Dengan Tingkat Radioaktif Paling Mematikan

Bicara tentang lokasi yang mengandung radioktif, mungkin kebanyakan dari kita langsung memikirkan tentang Fukushima atau Chernobyl. Lokasi terjadinya masalah dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang membuat bahan radioaktif kemudian menyebar.

Tentu saja dua kota tersebut secara otomatis memiliki tingkat radioaktif yang tinggi. Namun, beberapa kota lain ternyata juga memiliki tingkat radioaktif yang tinggi dan membahayakan masyarakat. Mari simak ulasan dari tujuh daerah yang miliki tingkat radioaktif paling mematikan di dunia.

Hanford, Amerika

Hanford yang terletak di Washington dulunya adalah lokasi proyek bom atom dan mengolah plutonium untuk bom nuklir pertama dan bom “Fat Man” yang dijatuhkan di Nagasaki. Ketika Perang Dingin terjadi, maka produksi plutonium semakin ditingkatkan dan lokasi ini menyuplai 60 ribu senjata nuklir Amerika.

Meski sudah ditutup, di tempat ini masih tersimpan limbah radioaktif yang sangat tinggi. Terdapat 53 juta galon limbah cair, 700 ribu meter kubik limbah padat, dan 518 kilometer persegi tanah terkontaminasi di wilayah tersebut yang membuat Hanford menjadi lokasi paling terkontaminasi di Amerika.

Pantai Somalia

Organisasi mafia Italia dituduh mengotori air dan tanah Somalia yang tidak terlindungi oleh pemerintah dengan menenggelamkan atau mengubur limbah nuklir dan metal yang beracun. Sampah yang dibuang di sini termasuk 600 tong limbah racun dan nuklir, serta limbah radioaktif dari rumah sakit.

PBB memang percaya bahwa tong berkarat yang hanyut di pantai Somalia karena tsunami tahun 2004 berasal dari pembuangan tahun 1990an. Negara ini sudah memiliki banyak masalah dengan limbah, dan efek dari limbah-limbah ini hanya membuat populasi miskin di negara ini semakin menderita lebih dari apa yang sudah mereka rasakan.

Mayak, Rusia

Kompleks industri di Mayak, Rusia telah memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir selama puluhan tahun. Pada tahun 1957, di tempat terjadi salah satu kecelakaan nuklir terburuk yang pernah ada. Lebih dari 100 ton limbah radioaktif menyebar karena ledakan yang terjadi dan membuat wilayah ini terkontaminasi.

Ledakan ini dirahasiakan sampai tahun 1980an. Sejak tahun 1950an, limbah dari pembangkit listrik ini dibuang di sekitar dan ke dalam Danau Karachay. Akibatnya, danau yang menjadi sumber kehidupan penting bagi masyarakat di sekitarnya menjadi terkontaminasi.

Sellafield, UK

Terletak di pantai Barat Inggris, Sellafield awalnya adalah fasilitas produksi plutonium untuk menciptakan bom nuklir. Sejak awal pengoperasiannya, ratusan kecelakaan telah terjadi di sini dan dua pertiga bangunannya kini telah dianggap sebagai limbah nuklir.

Fasilitas ini melepaskan 8 juta liter limbah terkontaminasi ke laut setiap harinya dan membuat laut Irlandia menjadi laut paling terkontaminasi di dunia. Inggris memang dikenal dengan kebun hijau dan pemandangan yang asri, namun tersembunyi di jantung negara industri ini, terdapat sebuah fasilitas yang rawan insiden dan terus memuntahkan limbah ke lautan.

Polygon, Kazakhstan

Dulunya tempat ini adalah lokasi uji coba senjata nuklir Uni Soviet, namun kini telah menjadi bagian dari negara Kazakhstan. Di lokasi ini pernah dilakukan proyek bom atom Soviet karena memiliki status “tidak ditinggali”. Namun sebenarnya setidaknya ada 700 ribu orang yang tinggal di sekitar wilayah ini.

Di fasilitas inilah USSR meledakkan bom nuklir pertama mereka. Tempat ini juga disebut sebagai lokasi tempat konsentrasi ledakan nuklir terbesar di dunia dengan 456 tes yang dilakukan selama 40 tahun sejak 1949 hingga 1989. Semua tes tersebut beserta akibat radiasinya disembunyikan sampai fasilitas tersebut ditutup tahun 1991. Ilmuwan berpendapat bahwa setidaknya 200 ribu orang menderita sakit karena terkena paparan radiasi langsung.

Mailuu-Suu, Kyrgyzstan

Tahun 2006, tempat ini pernah menjadi salah satu dari 10 lokasi paling berpolusi di Bumi versi Blacksmith Institute. Namun polusi tersebut bukan karena bom nuklir, melainkan pertambangan uranium dan fasilitas pemrosesannya.

Kegiatan ini membuat limbah mengalir ke air sehingga mengontaminasi air sungai yang digunakan oleh ratusan hingga ribuan orang. Orang-orang ini memang tidak menderita karena ledakan bom nuklir, tapi mereka mendapatkan efek radioaktif dari pertambangan yang mengganggu kesehatan mereka.

Chernobyl, Ukraina

Di tempat inilah pernah terjadi kecelakaan nuklir terbesar dan paling terkenal di dunia. Hingga saat ini, Chernobyl masih sangat terkontaminasi meskipun sedikit orang kini diijinkan untuk memasuki wilayah ini dalam waktu yang terbatas.

Kecelakaan mengerikan ini menyebabkan 6 juta orang terpapar radiasi dan setidaknya 4 ribu hingga 93 ribu angka kematian tercatat akibat radiasi ini. Kecelakaan ini melepaskan radiasi 100 kali lebih banyak dari bom di Nagasaki dan Hiroshima. Belarus terkena 70 persen dari radiasi dan penduduk harus berhadapan dengan angka penyakit kanker yang terus meningkat sejak saat itu.

Nuklir memang bisa jadi merupakan salah satu sumber energi yang sangat besar. Namun energi besar tersebut tidak hadir tanpa resiko. Kita semua bahkan juga sudah tahu dengan bahaya dari radiasi nuklir terhadap alam dan manusia. Dengan resiko yang begitu mengerikan bagi ekosistem, mungkin sudah saatnya kita meninggalkan nuklir sebagai sumber energi listrik dan bahkan sebagai senjata.

Kini kita perlu beralih ke energi yang lebih bersih dan aman demi menjaga keberlangsungan kehidupan ekosistem di bumi.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola