7 Kelompok Pengedar Narkoba Terkenal di Jagat Raya

Kebanyakan orang sebenarnya tahu betul bahaya dan kerugian dari mengonsumsi narkoba. Namun kenyataannya banyak juga yang masih menggunakan obat-obatan terlarang ini sebagai hiburan. Itulah pula mengapa narkoba masih saja diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab karena peminatnya juga masih banyak.

Para kartel atau produsen independen narkoba ini bahkan memiliki organisasi yang sangat besar dengan anggota berjumlah banyak untuk menyebarkan produk-produk mereka. Berikut ini beberapa organisasi atau kartel pengedar narkoba yang paling terkenal di dunia. Mari simak ulasan dari tujuh organisasi pengedar narkoba paling populer di dunia.

Kartel  Tijuana, Meksiko

Kartel Tijuana merupakan penyedia kokain dan marijuana yang paling utama untuk Amerika Serikat pada tahun 1990an. Organisasi ini telah didirikan sejak tahun 1989 dan masih ada hingga saat ini.

Organisasi pengedar narkoba ini dulunya merupakan salah satu kelompok kriminal terbesar dan terkejam di Meksiko. Namun sejak tahun 2006 dengan munculnya kartel Sinaloa, serta tewas dan ditangkapnya beberapa pemimpin kartel ini, Tijuana mengalami kemunduran dan kini telah menjadi kelompok kecil.

Kartel Texis, El Savador

Kartel ini memiliki banyak koneksi politik. Mereka bahkan berhasil mendapatkan pinjaman dari pemerintah sebesar 100 ribu dollar. Mereka juga mengontrol rute perdagangan kokain penting, El Caminito.

Jika gang di Amerika Tengah lain terkenal akan kebrutalan dan tindakan kekerasan mereka, tidak demikian halnya dengan Texis. Mereka lebih menggunakan pendekatan bisnis dalam menjual obat-obatan terlarang.

Solntsevskaya Bratva, Rusia

Mereka bergerak khusus dalam perdagangan obat-obatan sintesis ke Eropa. Mereka adalah sindikat kejahatan mafia Russia paling besar dan paling kuat di Rusia. Wilayah perdagangannya bahkan sampai ke wilayah luar Rusia seperti Ukraina, Hungaria, Republik Ceko, Amerika, Israel, UK, Perancis, Benelux, Spanyol, Afrika Selatan, dan banyak negara lainnya.

Di Amerika, ia berhasil mengontrol kegiatan kejahatan Rusia-Yahudi. Sementara Israel menjadi lokai bagi kelompok ini untuk melakukan kegiatan pencucian uang mereka. Mereka juga terlibat dalam perdagangan kokain internasional yang berhubungan dengan kartel Kolombia.

United Wa State Army, Myanmar

Kelompok yang juga disingkat sebagai UWSA ini sebenarnya adalah sayap militer dari partai United Wa State. Pasukan militer ini terbentuk setelah runtuhnya sayap militer dari partai komunis Myanmar.

Kelompok ini merupakan pemroduksi heroin dan meth terbesar di Asia Tenggara pada awal tahun 2000an. Mereka telah menjual lebih dari 1 milyar dollar heroin di Amerika sejak tahun 1985.

Kartel Teluk, Meksiko

Kartel teluk atau Gulf Cartel adalah sindikat kejahatan dan perdagangan obat-obatan terlarang di Meksiko. Organisasi ini diperkirakan juga sebagai kelompok kejahatan terorganisir tertua yang ada di Meksiko karena telah beroperasi sejak tahun 1930 hingga saat ini.

Pemerintah bertindak tegas dan terus berusaha untuk menangkap para pelaku kartel ini. Keputusannya untuk memisahkan diri dari kelompok Los Zetas dan usaha keras pemerintah akhirnya membuat kelompok ini semakin mengalami kemunduran.

Los Rastrojos, Kolombia

Los Rastrojos merupakan organisasi pengedar narkoba paramiliter yang berada di Kolombia. Kelompok ini dibentuk dari sisa anggota kartel Norte del Valle yang sudah bubar. Sejak pembunuhan yang dilakukan terhadap pendiri utamanya di Venezuela tahun 2008, kelompok ini semakin berkembang dan menjadi organisasi pengedar narkoba paling utama di Kolombia.

Kelompok ini mendapatkan dana dengan mengedarkan kokain, marijuana, heroin, dan penambangan emas ilegal. Wilayah peredarannya meliputi Kolumbia, Venezuela, Ekuador, Amerika Tengah, dan Meksiko.

Juarez Cartel, Meksiko

Kartel Meksiko ini bermarkas di Ciudad Juarez, Chihuahua di perbatasan Meksiko-Amerika. Organisasi ini mengontrol pintu penyelundupan dari Juarez-El Paso ke Amerika Serikat. Menurut Badan Narkoba Amerika, organisasi ini setidaknya mendapatkan keuntungan mencapai 200 juta dollar setiap minggu.

Adanya tindakan kekerasan antar kartel membuat kelompok ini mengembangkan bisnisnya selain di bidang obat-obatan terlarang. Pada September 2011, polisi federal Meksiko melaporkan bahwa kartel ini kini bernama Nuevo Cartel de Juarez.

Pengedaran narkoba hingga saat ini masih menjadi masalah besar bagi berbagai masyarakat di dunia. Jaringan pengedarannya yang begitu meluas membuat obat ini bisa dengan mudah didapatkan. Pemerintah tentu sudah berusaha keras untuk memotong jalur peredaran narkoba. Namun kita sendiri juga harus waspada agar tidak sampai terjerat menggunakan obat-obatan terlarang.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola