6 Perusahaan Dan Negara Yang Rugi Jutaan Dollar Karena Typo

Typo atau salah tulis itu memang kelihatannya seperti masalah sepele. Beberapa orang mengira hanya dengan mengganti tulisan yang salah tersebut, maka urusan akan selesai.

Padahal masalah typo sebenarnya juga tidak sesederhana itu. Typo ternyata juga bisa mengakibatkan kerugian besar hingga jutaan dollar seperti kasus berikut ini. Mari simak ulasan dari 6 perusahaan yang alami kerugian jutaan dollar gara-gara typo.

Amerika Serikat

Tahun 1872, satu tanda baca koma yang salah tempat telah membuat Amerika Serikat rugi sebesar 2 juta dollar. Jika dibandingkan dengan kurs saat ini, angka tersebut sama dengan lebih dari 50 juta dollar. Kesalahan kecil tapi fatal ini terjadi di undang-undang perpajakan.

Tulisan yang seharusnya membebaskan pajak untuk tanaman buah tropis (fruit-plants), malah tertulis “fruit, plants”. Perbedaan koma tersebut berarti bahwa semua buah dan tanaman tropis bebas pajak. Pemerintah akhirnya mengoreksi typo tersebut, tapi baru setelah 2 tahun kehilangan pemasukan.

Mizuho Securities Co.,

Perusahaan Jepang Mizuho Securities Co, sebuah cabang dari bank kedua terbesar di Jepang kehilangan milyaran dollar gara-gara typo yang terjadi tahun 2005. Saat berusaha menjual saham sebuah agensi di Bursa Saham Jepang, bank tersebut tidak sengaja mendaftar 610.000 saham yang dijual seharga 1 yen masing-masing dan bukannya masing-masing saham seharga 610.000 yen.

Anehnya lagi, tidak ada yang menyadari bahwa 610.000 saham tersebut 41 kali lebih banyak dari jumlah saham yang ada. Kurang dari satu hari, perusahaan tersebut kehilangan seperempat milyar dollar yang nilainya sama dengan seluruh keuntungan yang dihasilkan perusahaan tersebut dalam satu tahun itu.

Alitalia Airlines

Tahun 2006, perusahaan penerbangan Alitalia Airlines tidak sengaja menuliskan harga penerbangan kelas bisnis dari Toronto ke Cyprus dengan$39 dari yang seharusnya $3,900. Dua ribu orang traveler yang berpikir cepat dengan segera memanfaatkan kesalahan tersebut dan memesan tiket secepat mungkin.

Ketika perusahaan penerbangan tersebut mencoba membatalkan tiket, mereka justru menerima reaksi keras dari para pelanggan. Karena khawatir reputasinya jatuh, Alitalia memutuskan membiarkan mereka yang punya tiket untuk  tetap terbang. Tindakan ini memang meningkatkan pelayanan mereka di mata pelanggan, namun di saat yang sama juga membuatnya rugi sekitar 7,2 juta dollar.

Taylor & Sons Ltd.

Pemerintah Inggris tidak sengaja menulis perusahaan Taylor & Sons Ltd., bukannya Taylor & Son Ltd., sebagai sebuah bisnis yang gagal dan hampir dilikuidasi. Tambahan huruf S dalam laporan tersebut menimbulkan kebingungan antara perusahaan yang hampir bangkrut dan sebuah perusahaan teknik yang sukses.

Hal ini kemudian berpengaruh pada klien perusahaan tersebut yang memilih mundur dari perjanjian, suplier yang membatalkan kontrak, dan kreditur yang menghentikan perjanjian. Akibatnya, 2 bulan setelah laporan dengan typo tersebut, bisnis keluarga yang telah berjalan selama 134 tahun itu bangkrut dengan 250 orang kehilangan pekerjaan. Karena hal ini adalah kesalahan pemerintah Inggris sendiri, perusahaan ini kemudian menerima ganti rugi hampir sebesar 14 juta dollar pada tahun 2015.

Lotere dengan Semua Orang Sebagai Pemenang

Tahun 2007, sebuah dealer mobil membagikan tiket lotere ke beberapa pelanggan lokal adalah ide yang bagus. Idenya adalah membagikan 50 ribu tiket dengan satu pemenang uang sebesar seribu dollar. Sayangnya, perusahaan marketing yang bertanggung jawab untuk membuat tiket melakukan kesalahan besar.

Ia mencetak keseluruhan 50 ribu tiket sebagai pemenang hadiah utama yang berarti membagikan uang sebesar 50 juta dollar. Dealer mobil tersebut tidak membagikan uang kemenangan tersebut. Ia memilih untuk meminta maaf dan sebagai gantinya memberikan kupon Wal-Mart senilai 5 dollar.

Yellow Pages

Pada tahun 1988, sebuah agen perjalanan di California membuat iklan di halaman Yellow Pages untuk ‘Exotic Travel’. Namun sayangnya, sebuah typo yang dilakukan Yellow Pages membuat tulisannya menjadi ‘Erotic Travel’. Reputasi agen perjalanan tersebut langsung hancur seketika.

Ia kehilangan 80% pelanggan tetapnya dan tidak mendapatkan bisnis baru gara-gara iklan yang salah tersebut. Yellow Pages menolak untuk menerbitkan perbaikan, sehingga agensi tersebut kemudian memilih untuk menuntut di pengadilan. Agensi tersebut memenangkan kasus dan mendapat ganti rugi sebesar 18 juta dollar.

Nah, itulah tadi beberapa bukti bahwa typo itu sebenarnya bukan masalah sepele. Hanya karena salah koma atau salah huruf, sebuah perusahaan juga bisa rugi besar. Jadi ada baiknya jika kita menulis suatu dokumen untuk selalu diperiksa ulang terlebih dahulu demi menghindari typo fatal seperti ini.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola