6 Peristiwa Yang Terjadi Saat Teror Di Sarinah Thamrin Jakarta

Serangan bom dan senjata api di Jakarta terkait dengan ISIS seperti serangan di Paris, kata Wakil Kepala Kepolisian RI, Budi Gunawan.

Kepada wartawan, ia menjelaskan bahwa dari hasil deteksi polisi, memang ada komunikasi antara kelompok Suriah, Bahrun Nain dengan Abu Jundi dari kelompok Solo.

"Kelompok Solo ini membuat persiapan-persiapan dengan anak-anak selnya untuk melakukan apa yang disebut dengan 'konser bom' yang harusnya dimainkan pada malam Tahun Baru. Seperti yang dirangkum dari beberapa sumber.

Bahrun Naim, Diduga Dalang Teror di Sarinah

Media propaganda Aamaaq yang biasa melansir keterangan pers Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengakui bahwa teror di Sarinah kemarin adalah ulah ISIS. Sasaran dari serangan itu adalah warga negara asing dan aparat kepolisian.

"Pejuang Daulah Islamiyah menggelar serangan bersenjata pagi ini dengan sasaran warga negara asing serta aparat keamanan yang melindungi orang-orang asing di ibu kota Indonesia," demikian dikutip dari keterangan media ISIS itu, yang dilansir ulang oleh the Independent, kemarin.

Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso juga menduga teror di sekitar Gedung Sarinah bersumber dari kelompok ISIS. "Bisa ISIS, bisa juga mantan ISIS yang pulang ke Indonesia," ujar kepala BIN Sutiyoso di Istana Negara, kemarin.

Menurutnya, aksi teror seperti yang terjadi di Sarinah, Thamrin bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Menurutnya, semua negara punya potensi diserang aksi teror. "Jadi kejadian seperti ini kita perlu waktu investigasi, tapi bahwa semua negara punya potensi buat diserang teroris, teroris tidak mengenal ruang, waktu, dan sasarannya, seperti di Prancis dan Turki. Tentu akan kita diskusikan dengan aparat lain, apakah ini dari kelompok mana," katanya.

Dia mengaku sudah mengantisipasi aksi teror sebagai bentuk kewaspadaan. "Tapi kita enggak tahu persis. Itu ciri-ciri serangan mereka. Negara besar seperti Amerika dan Prancis bisa jebol karena kelemahan itu," ucapnya.

Teror di Sarinah ini pun menyeret nama Bahrun Naim. Mantan terpidana teroris ini diduga dalang dari teror mencekam yang terjadi di Gedung Sarinah. Lalu siapa Bahrun Naim ini?

Kode Peringatan Serangan Kelompok ISIS Sebelum Terjadi Bom Jakarta

Sebelum menebar teror dan melakukan aksinya di Sarinah, Jakarta Pusat, Polisi Republik Indonesia (Polri) sebelumnya sudah mendapatkan peringatan akan teror ini. Hal itu disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Anton Charliyan mengatakan bahwa sebelum ledakan di Sarinah terjadi, Kamis (14/1/2016), ada peringatan yang disampaikan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Kalau dari warning, Indonesia akan ada konser dari grup ISIS," kata Anton di Jakarta. Konser dari grup ISIS ini sepertinya belum menjadi ancaman yang begitu berarti hingga teror dari mereka yang diduga dari kelompok teror melakukan aksinya siang ini. Siapakah pelaku yang paling bertanggung jawab terhadap aksi teror ini?.

Pelaku Teror Bom Jakarta Mati dalam Keadaan Tersenyum

Ada yang cukup mengejutkan dari pelaku teror yang melakukan aksi pengeboman di Mal Sarinah, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) kemarin. Seorang diantaranya tewas dengan wajah tersenyum. Apakah foto itu diambil pada saat pelaku dalam keadaan sekarat atau telah menghembuskan nafas terakhirnya?

Namun mereka beranggapan tindakan itu sebagai bentuk "jihad", sehingga mengorbankan diri melakukan teror bom bunuh diri akan menjadi jalan masuk surga. Padahal sebaliknya. Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti memastikan bahwa salah satu pelaku teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), bernama Afif.

Foto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata, terduga pelaku, terlihat setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016.

Dalam peristiwa nahas tersebut sebanyak lima teroris Sarinah yang diklaim pihak kepolisian sebagai simpatisan Islamic State Iraq and Surian (ISIS) di Jalan MH Thamrin Jakarta tewas setelah baku tembak dengan polisi. Salah satu dari mereka tertangkap kamera saat mengeluarkan senjata dari dalam tas. Dialah Afif.

Bisa dilumpuhkan dalam 4 jam, pelaku teror Sarinah amatir

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Saud Usman Nasution mengatakan teror bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) tergolong bentuk baru. Sebab dilakukan pada siang hari, di ruang terbuka, ledakkan bom bunuh diri, dan memberondong warga dengan senapan.

"Karena mereka sudah mengilhami prinsip jihad yang keras. Pola pikirnya kan sudah di alam akhirat. Keinginannya untuk jihad untuk masuk surga. Dia sudah melupakan kehidupan dia di dunia. Sehingga dia tidak melihat apapun risikonya," kata Saud saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/1). Meski begitu kelompok penebar teror bom Sarinah tersebut menggelar aksinya dengan cara yang ceroboh. Sebab hanya dalam waktu 4 jam sudah berhasil dilumpuhkan.

"Dia kan sudah belajar cara melakukan penyerangan, itu kan bisa dipelajari dari sosial media. Kemudian juga dia belajar dalam membuat bom. Kemudian juga dia akan mencari Amaliah, target. Menjelang Tahun Baru dan Natal kemarin kan ada banyak target Amaliah, tapi karena aparat siap semua, sehingga tak ada peluang untuk dia," tuturnya.

Saud menduga bahwa teror di Sarinah merupakan tangan panjang dari anggota ISIS, Bahrun Naim. Sebab cara yang dipakai mirip dengan strategi ISIS. "Itu ada hubungan dengan ISIS. Apalagi kan kelompoknya Bahrun Naim yang ingin menunjukkan bahwa mereka masih eksis dan ingin melaksanakan Amaliyahnya," ujarnya.

Pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menilai akan muncul teror susulan yang lebih sadis. Dia menduga bahwa gerakan teroris bom Sarinah terorganisir dan perumusan strateginya sudah dianalisis jauh hari.

"Ini adalah sebuah strategi jangka panjang. Ini adalah serangan yang terorganisir. Pasti ada susulan, itu saya tidak ragu. Memang tidak berpengalaman, tapi terorganisir. Mereka bukan 7 orang tapi 70 orang di belakangnya. Sehingga serangan berikutnya mereka sudah belajar. Ini jauh lebih berbahaya," ungkap Mardigu.

Dia juga menyayangkan ketika teroris menyerang beberapa gedung di kawasan Sarinah, warga justru berkerumun ke luar gedung untuk menonton aksi polisi melumpuhkan teroris. Seharusnya menurut Mardigu, masyarakat diberikan bekal untuk mengantisipasi dan membela diri.

"Masyarakat Indonesia benar-benar tidak ada sense of crisis. Begitu ada tembak-tembakan dia keluar mendekat, bukannya lari. jadi kalau mati banyak bukan karena mereka nembak, karena orangnya pasang badan. Itu yang mengerikan jika terjadi lagi, ada tembak-tembakan orang-orang malah selfie," pungkasnya.

Pascateror, warga DKI ramai-ramai berfoto selfie di bekas ledakan

Setelah kejadian bom dan rentetan serangan teror di Jakarta Theater, Jalan MH Thamrin dan Pos Polisi, Kamis (14/1) pukul 10.50 wib. Malam ini, pukul 23.40 wib masih banyak warga yang mengerumuni lokasi kejadian di Pos Polisi.

Dari pantauan merdeka.com warga antusias untuk mengabadikan di tepat terjadinya bom bunuh diri tersebut. Terlihat juga lalu lintas kendaraan terpantau ramai lancar di sepanjang Jalan MH Thamrin menuju Jalan Merdeka Barat dan Sudirman. Polis masih berjaga di dua wilayah terjadinya ledakan yaitu Kafe Starbucks dan Pos Polisi.

Sebelumnya, tujuh orang tewas dalam serangan teroris di kawasan Sarinah, Jakarta. Lima di antaranya para pelaku, dua sisanya adalah warga sipil yang kebetulan berada di sekitar area serangan. Tak hanya menyambangi dan berselfie, warga juga membawa beberapa tangkai bunga untuk aski solidaritas akan kejadian bom pada siang itu. Aksi simpatik ini sebagai bentuk rasa belasungkawa atas peristiwa ledakan bom yang menewaskan tujuh orang.

"Atas inisiataf sendiri dan menyatakan bela sungkawa. Aksi tadi sangat kejam," kata Salah seorang warga, Jhonny (34) di Pos Polisi Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) malam. Dia berharap, aksi bom bunuh diri ini tidak terulang kembali di Indonesia. Menurut dia, pihak kepolisian patut diapresiasi karena sigap menetralisir lokasi kejadian.

"Kita berterima kasih kepada aparat, yang bekerja cepat melakukan pengamanan. Masyarakat dipulihkan dan itu membuat rasa aman bagi kami," ungkapnya. "Rakyat Indonesia tak perlu takut dengan aksi seperti ini dengan kepastian rasa aman yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo," tutupnya.

Hadapi teror bom, polisi Jakarta tetap tampil keren

Serangkaian aksi teror bom dan tembakan meneror warga Jakarta. Tujuh orang tewas dalam kejadian tersebut, lima di antaranya adalah pelaku, seorang WNA dan warga sipil. Sedangkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Polisi yang mendapatkan laporan pengeboman bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas langsung mengepung dan mengunci pergerakan para pelaku di parkiran Jakarta Theater.

Di tengah aksi penyergapan dan pengepungan itu, ternyata ada pemandangan menarik yang dilakukan para polisi. Mereka nampak tampil stylish dan menjaga penampilannya meski sedang terlibat baku tembak dengan teroris.

Tak hanya pakaiannya yang terlihat rapi, pasukan penyerbu juga terlihat mengenakan sepatu branded, seperti Gucci dan Adidas.

"Suka deh liat polisi kita... bajunya keren & stylenya keren banget.... jago lagi.... lindungi kita yah pak polisi @gucci @tumi," tulis akun ivan_gunawan.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola