6 Fakta Salah Tentang Masyarakat Abad Pertengahan Yang Dipercaya

Bicara soal abad pertengahan, kebanyakan orang akan memikirkan seorang kesatria dengan baju besi, peradaban yang tidak kenal teknologi dan ilmu pengetahuan, atau bahkan peradaban yang masih percaya dengan hal-hal berbau mistis. Masyarakatnya juga seringkali digambarkan sebagai orang-orang yang kejam dan kuno.

Hal-hal ini sebenarnya tidaklah sepenuhnya benar dan masyarakat abad pertengahan sebenarnya tidaklah seburuk yang seringkali digambarkan. Berikut ini beberapa fakta keliru tentang abad pertengahan yang sering beredar. Mari simak ulasan dari 6 fakta tentang masyarakat abad pertengahan yang keliru.

Hukuman Mati

Mitos yang beredar adalah hukuman mati adalah hal yang umum di abad pertengahan. Sebenarnya, pada masa abad pertengahan sudah ada sistem peradilan yang cukup adil. Hukuman mati baru dijatuhkan kepada orang-orang yang melakukan tindakan kejahatan terburuk seperti pembunuhan, pengkhianatan, dan pembakaran.

Barulah di akhir abad pertengahan, orang-orang seperti Ratu Elizabeth I memanfaatkan hukuman mati untuk membinasakan musuh-musuh agamanya. Pemenggalan tidak seperti yang banyak dilihat di film karena hanya bangsawan saja yang mendapatkan hukuman penggal dan itu juga tidak dilakukan di hadapan umum. Metode hukuman mati yang paling umum adalah hukuman gantung.

Banyak Orang Miskin yang Kelaparan

Orang miskin pada abad pertengahan sebenarnya adalah mereka yang melakukan pekerjaan manual sehari-hari. Meski begitu, mereka selalu mendapatkan bubur yang segar dan roti setiap hari dan minum bir. Tidak hanya itu saja mereka juga mendapatkan camilan seperti daging kering, keju, buah-buahan dan sayuran.

Daging-dagingan seperti ayam, angsa, bebek, ataupun burung dara adalah hal yang umum ditemukan di meja makan para orang miskin. Beberapa diantaranya bahkan juga beternak lebah sebagai sumber madu untuk makanan sehari-hari mereka.

Masyarakat yang Bau

Mitosnya, orang-orang dari abad pertengahan itu tidak pernah mandi sehingga mereka berbau busuk. Mitos ini akhirnya juga memunculkan mitos lain seperti digunakannya dupa di gereja untuk menyamarkan bau busuk orang-orang. Padahal dupa yang digunakan saat itu adalah bagian dari ritual yang berakar dari budaya kepercayaan Yahudi.

Pada abad pertengahan, kebanyakan kota punya pemandian umum karena kebersihan adalah hal yang sangat diperhatikan. Mereka juga mandi dengan menggunakan air hangat untuk membersihkan tubuh mereka. Barulah ketika wabah hitam menyebar di Eropa pada pertengahan abad ke-14, beberapa orang berpendapat bahwa mandi bisa membuka pori-pori sehingga kuman masuk tubuh melalui pori-pori tersebut.

Masyarakat Miskin Bekerja Tak Kenal Waktu

Memang sih masyarakat pada masa itu bekerja keras dengan bercocok tanam. Karena hal tersebut juga dilakukan agar bisa terus makan dan bertahan hidup. Meski begitu, mereka juga punya festival keagamaan atau umum yang diselenggarakan dengan rutin.

Dalam festival tersebut, mereka bisa menikmati musik, menari, minum-minum, bermain, atau mengikuti turnamen. Meski mereka bekerja keras, tapi masyarakat juga memiliki waktu untuk bersenang-senang dan menikmati festival.

Masyarakat Percaya Bahwa Bumi Itu Datar

Banyak beredar kabar bahwa zaman dahulu kala masyarakat percaya bahwa bumi itu datar. Padahal sebaliknya, mereka sudah tahu bahwa bumi tidaklah datar. Bahkan orang-orang juga tidak percaya bahwa bumi adalah pusat dari tata surya.

Pendeta Copernicus harus menerima hukuman mati karena mengungkapkan hal tersebut, jauh sebelum Galileo diadili karena mengatakan bahwa yang tertulis di Kitab itu salah. Dua orang ahli sejarah modern baru-baru ini menerbitkan buku dan mengatakan bahwa hanya sedikit cendekiawan Kristen di abad pertengahan yang tidak mengakui bahwa bumi itu bulat.

Kesatria Adalah Orang-orang yang Terhormat dan Baik Hati

Para kesatria adalah prajurit terlatih dan selalu siap untuk berperang. Namun ketika tidak ada keharusan berperang, mereka malah melampiaskannya pada penduduk lokal. Mereka justru terbiasa merampok dan membunuh siapa saja. Barulah pada abad ke-13, muncul contoh kesatria terhormat seperti Sir Lancelot dan Edward the Black Prince.

Mereka memberi contoh bagaimana bersikap dalam peperangan dan menjaga kedamaian. Para kesatria juga diminta untuk melindungi yang lemah. Namun bagi mereka lemah di sini justru diartikan sebagai bangsawan wanita dan anak-anak. Sehingga yang bukan bangsawan tetap saja sering menjadi korban.

Memang sih abad pertengahan yang dibahas di sini adalah kisah di sekitar Eropa. Namun kita juga sering mendengar tentang fakta yang keliru ini beberapa kali karena film-film atau cerita yang sering kita dengar. Jadi, akan lebih baik jika kita selalu bersikap terbuka ketika mendengar atau menonton kisah apapun karena belum tentu juga apa yang kita lihat tentang peradaban di masa lalu benar-benar bisa menceritakan kehidupan tersebut 100 persen.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola