5 Teroris Paling Nekad dan Terkenal Karena Terekam Kamera

Insiden peledakan bom dan aksi baku tembak yang berlangsung di kawasan Sarinah Jakarta Pusat kemarin membuat Indonesia kaget. Serangan di siang bolong sekitar pukul 10.30 membuat warga berhamburan. Tercatat tujuh orang tewas, lima di antaranya adalah pelaku, satu sipil dan satu polisi.

Tidak lama berselang setelah kejadian, beberapa rekaman gambar kejadian menyebar luas melalui media sosial. Tercatat gerak-gerik pelaku yang secara jelas terekam kamera.

Sedikit menengok kebelakang, insiden teror serupa juga kerap terjadi seperti pada 'Paris Attack', Bom Bangkok, dan juga pada insiden Bom Maraton di Boston. Semua pelaku teror dalam kejadian tersebut sempat terekam kamera sebelum serangan akhirnya terjadi. Mari simak ulasan dari lima teroris terkenal karena aksinya tertangkap kamera cctv.

Pelaku Bom Boston

Ledakan di dekat garis finish lomba marathon di Kota Boston, Amerika Serikat, kemarin atau hari ini waktu Indonesia, telah menewaskan tiga orang dan melukai 134 lainnya serta 15 orang dalam kondisi kritis.
Polisi belum mengatakan siapa terduga pelaku ledakan. Pihak Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) kini mengambil alih kasus ini.

Sejak kejadian 11 September 2001, Amerika telah membangun sistem untuk menghadapi situasi darurat seperti berlangsung kemarin.

Ambulans, truk pemadam, serta lusinan mobil polisi langsung tumplek di sekitar lokasi ledakan. Bunyi sirene meraung-raung tanpa henti. Sejumlah peleton tentara dengan senapan serbu di bahu bersiaga di sana. Sejumlah helikopter berputar-putar dan satu Humvee tempur juga sudah ada. Semuanya tiba dalam satu setengah jam.

Pelaku penembakan Charlie Hebdo: Kami siap mati syahid

Polisi kini tengah bernegosiasi dengan kedua tersangka penembakan kantor tabloid satir Charlie Hebdo di Kota Dammartin-en-Goele, sekitar 40 kilometer sebelah timur laut Paris.

Dua pria bersenjata keturunan Aljazair itu dilaporkan berada di dalam gedung sebuah pabrik percetakan dan memiliki sandera. Dalam negosiasinya mereka mengatakan ingin mati syahid.

"Kami siap mati syahid," kata kedua kakak-adik, Said dan Cherif Kouachi kepada juru runding polisi, seperti yang dilansir koran the Daily Mail, Jumat (9/1). Kedua tersangka berencana kabur usai melakukan penembakan di kantor tabloid Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang, termasuk dua polisi dan empat kartunis.

Sandera sejauh ini diketahui berjenis kelamin wanita. Selain 80 ribu personel kepolisian, Prancis juga menurunkan lima helikopter, 20 mobil van untuk membantu penangkapan dua teroris tersebut.

Pelaku penyanderaan di mal Kenya

Dunia dikejutkan ketika sebuah mall di Kenya diserang oleh para teroris yang merupakan bagian dari organisasi Al-Qaidah. Setelah ditelusuri, ternyata sebagian besar teroris ini bergabung dalam penyerangan akibat bantuan dari jejaring sosial.

Seperti yang dilansir oleh Fast Company (25/9), teroris Al-Shabaab yang merupakan bagian dari Al-Qaidah diketahui merekrut banyak anggota dari internet, utamanya melalui jejaring sosial seperti Twitter, YouTube, dan Facebook. Tujuannya adalah untuk merekrut banyak anggota dengan kewarganegaraan Amerika Serikat.

Teroris ini menjaga komunikasi kelompoknya di dunia maya dengan menggunakan bahasa Inggris. Sehingga, kemudian banyak juga warga Amerika Serikat yang tertarik untuk menjadi anggota dari Al-Shabaab.

Dalam beberapa tahun saja, anggota Al-Shabaab bertambah dari kalangan warga blasteran Amerika-Somalia. Kebanyakan anggota dengan latar belakang ini adalah remaja yang memiliki masa lalu kelam saat tinggal di Somalia.

Sebelumnya, sejumlah media internasional menyebut tiga penyandera bersenjata yang menyerang pusat perbelanjaan Westgate di Ibu Kota Nairobi, Kenya, adalah warga Amerika Serikat. Stasiun televisi CNN dalam akun Twitternya mengatakan: "Menurut sumber di dalam kelompok teror al-Shabaab, tiga tersangka penyerang di mal Nairobi berasal dari Amerika Serikat."

Pelaku Bom Bangkok

Kasus ledakan bom di Bangkok, Thailand pada Senin (17/8) malam kemarin memang mengejutkan dunia. Meledak di kuil Erawan, distrik Ratchaprasong, Bangkok, insiden ini bahkan sudah menewaskan sekitar 22 orang. Terbaru, kepolisian Thailand menemukan foto yang diduga pelaku bom. Apakah benar?

Kepastian ini terungkap setelah seorang saksi mata perempuan di TKP bom menyebutkan jika dia sempat melihat ada sosok pria mencurigakan. Pria dengan baju kuning dan ransel hitam itu berkeliaran di sekitar kuil Erawan sebelum bom meledak sembari terus-menerus menelepon.

Kepolisian Bangkok pun memeriksa CCTV di TKP dan menemukan sosok pria mencurigakan itu. Pria itu memang terlihat 15 menit sebelum bom yang mengandung 3 kg TNT itu meledak. Atas temuan ini, Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, meyakini jika pria berkaus kuning itu adalah pelaku.

"Kita mencurigai pelaku yang muncul di rekaman CCTV, tapi masih belum jelas. Yang pasti kami mencari pria ini dan saya percaya jika dia adalah orang dari kelompok anti pemerintah yang berbasis di timur laut Thailand," ungkap Prayuth seperti dilansir BBC.

Sampai sejauh ini kepolisian Thailand memang belum bisa menemukan pihak yang bertanggung jawab sekaligus motivasi ledakan bom ini. Karena menurut mereka, karakter bom yang ternyata ditanam di salah satu pipa kuil Erawan ini berbeda dengan insiden bom sebelumnya yang dilakukan kelompok pemberontak di kawasan selatan Thailand.

Pelaku Teror Paris

Seorang perempuan yang bersembunyi di bawah meja restoran ketika terjadi serangan Paris Jumat lalu selamat lantaran senjata pelaku macet ketika dia akan menembak. Koran the Sydney Morning Herald melaporkan, kejadian itu sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di restoran.

Dalam rekaman video CCTV yang diambil pukul 21.34 Jumat lalu terlihat restoran itu diberondong peluru dan para pengunjung serta pegawai restoran berusaha lari menyelamatkan diri atau berlindung di bawah meja.

Dalam video itu kemudian terlihat seorang pria membawa senjata mendekati pintu masuk restoran dan mengarahkan senjatanya ke bawah meja. Rupanya dia melihat dua perempuan berbaring di bawah meja di luar pintu masuk restoran. Dia mengarahkan senjatanya ke salah satu perempuan itu. Namun karena senjatanya macet dia pun berlalu.

Tak berapa lama kemudian, dua perempuan itu terlihat segera berlari meninggalkan tempat mereka sebelumnya. Menurut laporan koran the Daily Mail, perempuan itu berusia sekitar 40-an dan sedang menikmati makan malamnya dengan segelas minuman anggur.

Dia hanya melihat sepatu pelaku dan mendengar suara "klik, klik, klik", menandakan senjata pria itu kehabisan peluru atau macet.

Sumber
Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola