5 Kisah Manusia Pakai Organ Tubuh Dengan Suku Cadang Robot

Memiliki tubuh tak sempurna, karena kecelakaan atau cacat fisik di zaman sekarang tidak perlu lagi harus khawatir. Berkat kemajuan teknologi yang sangat pesat, kini tim medis kedokteran dari pelbagai negara sukses menghasilkan suku cadang robotik untuk mengembalikan sebagian fungsi tubuh kaum difabel.

Tentunya kita sudah pernah mendengar bagian tubuh buatan berupa tangan atau kaki robot. Namun bagaimana dengan penis atau organ penting lainnya? Ternyata sains pun kini sudah bisa menggantikan organ vital semacam itu dengan suku cadang robotik ataupun bionik. Berikut cerita sukses tentang manusia ganti organ tubuh dengan suku cadang robot.

Berkat penis robot, perjaka 43 tahun rasakan malam pertama

Pria dengan penis robot pertama di dunia mengaku siap melepas keperjakaannya setelah menunggu selama 43 tahun. Adalah Mohammad Abad, seorang yang tidak memiliki organ vital pria sejak umur enam tahun akibat kecelakaan.

Daily Mail melaporkan, pria asal Edinburgh, Inggris ini mengatakan kepincut oleh seorang pekerja seks, Charlotte Rose(35). Melalui proses saling kenal akhirnya Abad berhasil mengajak Rose untuk makan malam romantis di London sebelum melampiaskan hasratnya kepada Rose.

"Saya telah menunggu cukup lama untuk ini dan ini akan menjadi permulaan hebat di awal tahun. Penis robot ini bekerja sangat sempurna, kini saya ingin gunakan untuk hal itu, saya sangat bersemangat dan tidak bisa menunggu lagi," tutur Abad kepada harian The Sun, dikutip laman Asiaone, Rabu (6/1).

Rose yang juga berprofesi sebagai aktivis kebebasan seks mengatakan bila dirinya sendirilah yang menawarkan hal tersebut kepada pria dengan penis robot sepanjang 20 sentimeter itu. Dia ingin membuktikan bila benda tersebut benar bekerja, tuturnya kepada surat kabar Mirror.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya, akhirnya dia memilih untuk melakukan hal tersebut dengan saya, kita akan makan malam bersama terlebih dulu baru setelahnya melakukan waktu intim selama dua jam, tentunya saya tidak akan kenakan tarif untuknya," kata Rose.

Jari baru pria korban kecelakaan dilengkapi flashdisk

Flashdisk atau alat simpan digital dewasa ini keberadaanya sungguh vital. Bentuknya yang kecil sehingga muda dibawa kemanapun dengan membawa kapasitas data yang besar. Programer komputer asal Finlandia bernama Jerry Jalava pada 2008 kehilangan jarinya akibat kecelakaan sepeda motor. Membutuhkan jari baru dan keperluan menunjang lainnya, akhirnya tim dokter memberikannya jari baru dengan sedikit modifikasi flashdisk di dalamnya.

Hal tersebut dilakukan lantaran sang pasien perlu benda tersebut untuk menunjang profesinya. Kendati keberhasilan impantasi USB tersebut, Jalava kini berniat menambahkan jaringan wireless dan RFID, agar lebih memudahkan dia dalam bekerja.

Kembali tekuni panjat tebing berkat kaki robot

Pencapaian luar biasa telah ditorehkan oleh Hugh Herr, seorang pendaki gunung top asal Amerika. Lahir dengan bakat mendaki gunung luar biasa, karir Hugh sempat hampir berakhir setelah dia mengalami kecelakaan di gunung Washington tahun 1982 silam.

Nyawa Hugh memang berhasil diselamatkan, namun kedua kakinya harus diamputasi hingga lutut. Dokter pun mengatakan bila karir panjat tebingnya telah usai. Tidak mau menyerah, Hugh memutuskan untuk memasang kaki palsu dan mencoba memanjat hanya beberapa minggu setelah dinyatakan pulih. Tak puas, Hugh membuat kaki palsunya semakin canggih dengan menambahkan teknologi robot dan memodifikasinya.

Bukannya menjadi kelemahan, kaki robot Hugh justru dapat dipakai mendaki gunung lebih baik dari kaki manusia biasa. Rahasianya terletak pada ukurannya yang lebih panjang dan penambahan pisau di kaki robot itu, sehingga saat cocok untuk memanjat gunung batu atau es sekalipun.

"Awalnya orang-orang bilang aku sudah tamat. Setahun kemudian aku justru melampaui kemampuan panjat tebing ku sebelum kaki ku diamputasi, bahkan melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan pemanjat tebing lain. Hal itu membuat beberapa saingan ku mengatakan akan mengamputasi kaki mereka agar bisa melakukan hal yang sama," kata Hugh, The Guardian (08/04).

Manusia Cyborg ini bisa rasakan lengannya

Tiga pria asal Austria pada 2013 telah menjadi manusia pertama menyerupai cyborg seperti di film sains ilmiah. Otak mereka dapat mengkontrol organ robot buatan yang terpasang pada tubuhnya. Teknik yang diberi nama 'rekonstruksi bionik' ini mengkombinasikan transfer sistem saraf dan otot pada bagian tubuh yang teramputasi, dengan organ tubuh robot canggih.

Teknik rekonstruksi bionik dikembangkan oleh Profesor Oskar Aszman, direktur laboratoriun Christian Doppler bidang Restoration of Extremity Function di Medical University of Vienna. Profesor Aszman berkolaborasi dengan para insinyur dari Departemen Rehabilitasi Syaraf dari University Medical Center Goettingen.

"Kemajuan ilmiah yang telah dicapai di sini adalah bahwa kami telah mampu membuat serta mengekstrak sinyal syaraf baru melalui penguat transfer syaraf pada transplantasi otot. Sinyal ini kemudian diubah menjadi kode dan ditranslasikan ke sistem mekatronik fungsi tangan" kata Azman.

Mata bionik bantu tunanetra melihat kembali

Hidup Rhian Lewis, asal Cardiff, berubah setelah dia bersedia menjadi salah satu peserta uji coba mata bionik pertama di dunia. Wanita 49 tahun itu sekarang bisa melihat lagi, setelah kehilangan penglihatan sejak kecil.

Tim dokter menanamkan mata biotik atau organ pengelihatan buatan ke rongga mata Lewis dan enam pasien lainnya. Lewis menjalani operasi mata bionik di rumah sakit Oxford John Radcliffe. Berbeda dari teknologi retina buatan, apa yang diterima Lewis adalah sebuah teknologi bionik, sehingga mata benar-benar berfungsi dari nol.

Sebuah implan chip ukuran 3X3 milimeter ditanamkan ke mata yang tidak bisa melihat. Alat itu menggantikan fungsi retina untuk menangkap cahaya sensitif, menghubungkannya ke komputer kecil yang dipasang di bawah kuping. Sambungan elektromagnetis ini kemudian disambungkan ke otak.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola