5 Kejanggalan Militer Korea Utara Pamer Kekuatan

Korea Utara lagi-lagi menjadi sorotan dunia Internasional setelah dua hari lalu mengklaim telah berhasil melakukan uji coba bom hidrogen. Akibat ledakan bom nuklir itu muncul gempa berkekuatan 5,1 skala Richter yang terasa hingga beberapa kilometer.

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat mengungkapkan pusat gempa dideteksi di sebelah timur laut Ibu Kota Pyongyang, yakni sekitar 50 kilometer dari Kota Kilju.

"Bom hidrogen pertama Korea Utara berhasil diluncurkan pada 6 Januari 2016, pukul 10 pagi. Laporan ini berdasarkan strategi yang dilakukan Partai Pekerja," ujar stasiun televisi pemerintah Korea Utara.

Jepang dan Korea Selatan mengecam keras uji coba itu. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga segera menggelar rapat darurat guna membahas aksi milter negara pimpinan Kim Jong-un itu.

Namun tidak semua orang percaya begitu saja dengan klaim Korea Utara itu. Pasalnya Korea Utara sudah beberapa kali pamer kekuatan militer namun diduga kuat aksi itu palsu alias direkayasa.
Berikut ini deretan kejanggalan korea utara pamer kekutan militer.

Mobil pengangkut rudal tampak terlalu kecil

Pada 2012 Korea Utara menampilkan foto mobil tempur dengan mengangkut rudal balistik di hadapan jajaran serdadunya. Dalam klaimnya foto ini bermaksud menunjukkan pada dunia kekuatan

Korea Utara, namun sayang ternyata foto tersebut adalah palsu. Pada foto itu terlihat mobil pengangkut rudal itu tampak terlalu kecil dibanding besarnya roket.

Kejanggalan foto pasukan Korea Utara di sebuah pantai

Pada foto ini terlihat Korea Utara sedang melakukan ekspansi militer ke sebuah pesisir pantai dengan kapal tempur Hovercraft.

Sedikitnya terlihat ada delapan kapal tempur dalam foto itu. Tapi para ahli meyakini kapal-kapal itu hasil rekayasa foto menggunakan perangkat lunak Photoshop. Bila diamati juga terdapat kejanggalan antara dataran pantai dan serdadu yang berlari.

Bentuk roket palsu

Harusnya Amerika Serikat tidak perlu bereaksi berlebihan dengan diluncurkannya rudal jarak jauh milik Korea Utara. Alasannya jelas, roket itu hanya meluncurkan satelit observasi Sohae yang pelaksanaanya dilakukan di wilayah Cholsan, Provinsi Pyongan Utara.

Alasan kedua, bukan tidak mungkin roket itu palsu seperti rudal balistik sebelumnya pernah diuji coba April lalu dan diarak keliling Ibu Kota Pyongyang. Dua penasehat roket Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) asal Jerman, Markus Schiller dan Robert Schmucker, sangat yakin rudal mentereng diangkut truk loreng itu kebohongan. Mereka meneliti foto parade rudal itu.

Rudal balistik jenis KN-08 dengan panjang sekitar 18 meter itu diarak dalam bentuk berbeda-beda. "Tidak diragukan lagi, roket-roket ini palsu. kendaraan pengangkut terlalu besar," kata Markus dan Robert seperti dilansir majalah TIME (26/4). Menurut keduanya truk peluncur rudal mampu mengangkut benda 122 ton, sementara rudal dipamerkan hanya 40 ton.

Selain itu bentuk rudal memperlihatkan benda ini menggunakan bahan bakar cair dan padat membuatnya mustahil terbang. Pernyataan keduanya membuat banyak pihak ragu apakah Korea Utara benar-benar memiliki roket balistik antar benua ini. "Manipulasi untuk melebih-lebihkan kemampuan militer bukan sesuatu yang baru," kata Wakil Direktur Urusan Keamanan Global Union of Concerned Scientist, David Wright, seperti dilansir ABC News.

Foto peluncuran rudal dari kapal selam direkayasa

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sesumbar dengan kemampuan kapal selam mereka. Menurut dia Korea Utara mampu menghalau setiap musuh di perairan. Itu artinya termasuk negara adikuasa Amerika Serikat, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Minggu (10/5).

Pihak militer Amerika Serikat yang merasa terancam oleh berita tersebut dan menepis segala tudingan dengan mengatakan bahwa berita tersebut adalah bohong. Foto yang memperlihatkan Kim sedang menyaksikan kehebatan alat tempur tersebut pun ditengarai hanya sebuah rekayasa.

"Kemampuan Korea Utara dalam membuat rudal balistik masih terlalu dini dan masih jauh dari ancaman yang membahayakan bagi kami, " ungkap pejabat senior angkatan laut Amerika, James Winnefeld di Pusat Studi Strategi dan Internasional di Washington, Selasa, (19/5), seperti dilansir situs Guardian.

Berita kebohongan ini diperkuat dengan tidak ada penyebutan di mana dan kapan hal itu terjadi. Meski diperkirakan uji coba itu terjadi di perairan dekat Kota Sinpo, sebelah timur Korea Utara.

Para ahli sebut bom hidrogen Korea Utara berdaya ledak kecil

Korea Utara dua hari lalu melakukan uji coba bom nuklir yang menimbulkan gemba 5,1 skala Richter yang terasa beberapa kilometer jauhnya. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat mengungkapkan pusat gempa dideteksi di sebelah timur laut Ibu Kota Pyongyang, yakni sekitar 50 kilometer dari Kota Kilju.

Korea Utara sendiri mengklaim berhasil melakukan uji coba bom hidrogen mereka dengan adanya gempa itu. "Bom hidrogen pertama Korea Utara berhasil diluncurkan pada 6 Januari 2016, pukul 10 pagi. Laporan ini berdasarkan strategi yang dilakukan Partai Pekerja," ujar stasiun televisi pemerintah Korea Utara.

Namun pakar nuklir, ilmuwan, dan sejumlah badan intelijen meragukan klaim Korut itu. Menurut mereka getaran gempa yang dihasilkan dari bom hidrogen itu terlalu kecil. Menurut mereka bom hidrogen harusnya menimbulkan getaran lebih kuat.

Para ahli mengatakan bom hidrogen seharusnya lebih besar ledakannya ketimbang bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Bom hidrogen bisa seribu kali lebih kuat dari bom atom. Badan intelijen Korea Selatan mengatakan ledakan dari bom hidrogen Korea Utara itu hanya berkekuatan enam kiloton, lebih kecil dari bom Hiroshima.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola