5 Kasus Polisi Pembunuh Berantai Paling Sadis di Dunia

Tugas seorang polisi adalah melindungi semua masyarakat. Di tangan polisi lah keamanan selalu terjaga dan orang yang melakukan kejahatan bisa dikendalikan. Sayangnya, polisi juga seorang manusia biasa. Kadang ia juga tetap melakukan kesalahan dan kejahatan yang justru merugikan masyarakat secara luas.

Seperti lima polisi ini. Mereka justru melakukan pembunuhan berantai. Masyarakat yang harusnya dilindungi justru dibuat takut dengan aksi mereka. Baiklah, inilah ulasan dari lima polisi yang jadi pembunuh berantai paling mengerikan.

Garibaldi Handayani

Garibaldi adalah anggota Kepolisian Polda Jambi yang saat itu masih aktif bertugas. Sayangnya, ia terbukti melakukan pembunuhan berantai terhadap 7 orang dalam kurun waktu 6 tahun saja. Korban terakhir adalah wanita yang merupakan istri muda dari Garibaldi Handayani sendiri. Ia membakar tubuh mayat hingga pihak kepolisian harus bekerja dengan sangat ekstra saat melakukan identifikasi.

Awalnya ia menyangkal semua tuduhan, terlebih ia adalah seorang anggota kepolisian. Namun saat dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengumpulkan banyak sekali bukti yang mengarah padanya. Akhirnya Garibaldi yang mendapatkan julukan pembunuh berdarah dingin ini mendapatkan hukuman mati.

Norbert Poehlke

Norbert Poehlke adalah seorang polisi veteran yang melakukan banyak sekali pembunuhan setelah merampok. Kejahatan telah menjadi gaya hidupnya setelah putri kesayangannya meninggal di tahun 1984. Karena terjepit utang yang banyak, akhirnya ia memutuskan untuk selalu merampok bank.

Selama setahun ia banyak sekali melakukan perampokan hingga akhirnya polisi mengetahui motifnya. Norbert akhirnya menjadi buronan polisi. Karena tak tahan dengan keadaan ini ia kembali ke rumah dan membunuh istri dan satu orang anak laki-lakinya. Polisi terus mengejar Norbert dan akhirnya mendapati buronan itu telah bunuh diri dengan satu anak laki-lakinya yang tersisa.

Gennady Mikhasevich

Gennedy Mikhasevich adalah seorang polisi dari Uni Soviet (Rusia). Dia bertugas untuk menangani kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di sana pada tahun 70-an. Sayangnya, justru dia yang melakukan pembunuhan kepada banyak sekali wanita di kamp pengungsian. Setidaknya yang bisa dikonfirmasi adalah 36 wanita.

Korban dari Gennady kebanyakan adalah mereka yang meminta perlindungan. Namun ia justru melakukan kekerasan secara fisik dan mental hingga membunuhnya. Genneady akhirnya tertangkap dan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Kasus ini adalah kasus pembunuhan berantai pertama di Rusia yang diliput media secara besar-besaran.

Antony Sully

Antony Sully adalah orang yang pernah aktif bekerja sebagai polisi Kota Millbrae. Sayangnya setelah mengundurkan diri, ia justru melakukan bisnis mengerikan. Dari semua data yang di dapat saat bekerja sebagai polisi, Antony dengan gampang menjual obat terlarang. Bahkan ia juga melakukan bisnis prostitusi dengan mengumpulkan banyak sekali pekerja muda di seluruh kota.

Sayangnya ia menjadi seorang yang kejam. Satu persatu pekerjaannya yang loyal justru dibunuh dengan mengerikan. Mereka di siksa lalu mayatnya dimasukkan ke dalam tong. Antony mengulanginya sebanyak enam kali dengan modus yang sama. Polisi akhirnya berhasil menangkap Antony karena motif yang ia gunakan selalu sama. Dari data ini ia tak bisa membela diri dan hanya bisa pasrah menerima ganjaran yang berat.

David Stephen Middlenton

David adalah orang yang pernah bekerja di Kepolisian Miami, Amerika. Sayangnya setelah keluar dari sana ia justru bertransformasi menjadi seseorang yang suka membunuh. Ia selalu mencari korban dengan berpura-pura menjadi tukang servis kabel. Jika korban diketahui kaya maka ia akan datang dan mulai memalukan aksinya dengan sangat kejam. David membunuh korban lalu membungkusnya dengan plastik kuning besar dan membuangnya begitu saja.

Polisi sejak awal telah mencurigai korban, sayangnya tak ada data yang kuat untuk menyeretnya ke penjara. Hingga beberapa pembunuhan lain yang dilakukan David terendus polisi dan membuatnya harus rela mendekam di penjara untuk selamanya. Pihak kepolisian sampai meminta pihak dari FBI untuk melakukan penyelidikan tentang identitas korban dan pelaku. Akhirnya David tak bisa mengelak lagi dan bersiap menerima hukuman yang sangat berat.

Polisi harusnya bisa melindungi rakyatnya dengan baik karena memang itu tugasnya. Namun kelakuan lima polisi di atas cukup membuat kita tercengang dan berharap tak akan ada lagi kasus seperti ini. Terutama yang terjadi di Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola