5 Hewan Yang Berhasil Dijadikan Pasukan Khusus Militer

Manusia sejak lama menyadari kehebatan hewan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Tak cuma itu, beberapa binatang dapat dipakai untuk memenangkan peperangan. Bukti sejarah pelibatan hewan dalam strategi militer muncul sejak era Yunani Kuno.

Burung-burung di Yunani dilatih untuk mengirimkan pesan rahasia yang bisa mendukung operasi intelijen. Amerika Serikat pada 1960-an juga diketahui melatih hewan seperti anjing, lumba-lumba, maupun burung untuk terlibat dalam misi rahasia. Dinas Intelijen Luar Negeri AS (CIA) juga dituding melatih gagak untuk mengirim pemancar elektronik pada era Perang Dingin melawan Uni Soviet. Kepolisian di seluruh dunia, termasuk Indonesia, juga memiliki unit K-9 berisi anjing yang bisa mengendus narkoba atau bom.

Belakangan, beberapa negara kedapatan masih melanggengkan praktik penggunaan hewan untuk militer yang sangat canggih. Sebagian sudah berjalan, seperti di Israel. Sebagian lagi masih uji coba, seperti kabar tikus menjadi tim penjinak bom di Rusia pekan ini. Mari simak ulasan dari lima hewan yang sukses dibuat jadi pasukan khusus militer.

Israel pakai lumba-lumba untuk pantau Jalur Gaza

Pasukan Hamas dikabarkan telah menangkap seekor lumba-lumba yang disinyalir sebagai mata-mata milik Israel di perbatasan lepas pantai Jalur Gaza. Salah satu mamalia laut yang terkenal jinak ini dilengkapi alat perekam hingga panah untuk menembak.

Lumba-lumba ini ditangkap minggu lalu oleh pasukan katak Hamas 'Al-Qassam', radio militer Israel melaporkan yang mengutip organisasi Islam Palestina Rabu kemarin. "Lumba-lumba telah dipersenjatai alat mata-mata termasuk kamera pengintai," seperti dilaporkan Russian Times, Kamis (20/8).

Diketahui mamalia laut ini bertugas untuk memantau gerak-gerik latihan kelompok intel Hamas di tepi barat Gaza. "Binatang itu ditangkap karena gerakannya yang mencurigakan, serta dilengkapi persenjataan yang dapat melukai manusia, kata seorang anggota Hamas, Nedae Al-Watan. Militer Israel bukan sekali ini saja menggunakan binatang menjadi mata-mata ke wilayah Palestina. Pada 2012, Negeri Zionis itu memantau situasi di Jalur Gaza menggunakan bantuan burung.

Ilmuwan Rusia latih tikus menjadi penjinak bom

Ilmuwan Rusia menelurkan terobosan terbaru dalam bidang militer. Negeri Beruang Merah itu diketahui menguji coba tikus menjadi bagian dari tim penjinak bom. Para ahli Rusia meyakinibinatang pengeratini bisa berperan maksimal sebagai pasukan antiteror karena indra penciumannya lebih tajam dari anjing.

Eksperimen tikus ini dilakukan oleh lembaga riset Olfactory Perception (LOP) di Kota Rostov. "Binatang pengerat ini dapat dilatih menemukan bahan peledak yang disusupkan militan semacam ISIS. Lebih dari itu, tikus pintar ini juga dapat menemukan manusia yang berada dalam reruntuhan bangunan," kata Kepala Laboratorium LOP Dmitry Medvedev, seperti dikutip Tabloid Mirror, Selasa (5/1).

Keunggulan binantang pengerat ini telah diteliti di Laboraturium dengan menyambungkan alat elektroda di otaknya. "Tidak seperti anjing, tikus dapat terus masuk ke tempat sangat kecil, yang kita pikir tidak ada yang mungkin bisa masuk ke dalamnya," kata Medvedev.

Dalam sistem yang sudah dimodifikasi di otak para tikus, mereka dapat tahu bila ada manusia yang terjebak dalam puing dan masih dalam keadaan hidup sehingga dapat diselamatkan tim penolong dengan segera.

Anjing laut dipakai Rusia jaga kapal selam nuklir

Institut Maritim Biologi Murmansk juga terlibat dalam pekerjaan yang tidak kalah pentingnya dalam bidang tersebut. Lembaga ini melatih melatih hewan-hewan laut untuk tujuan militer. Saat ini ada 15 'prajurit anjing laut' dalam Pasukan Khusus di bawah naungan Armada Utara. Walaupun jumlah mereka sedikit, dalam jangka panjang jumlah tersebut sudah dianggap cukup. Mereka diandalkan menjaga kapal selam nuklir strategis.

Menurut akademisi dari Akademi Sains Rusia, Gennady Matishov, anjing laut sangat berpotensi melaksanakan berbagai misi tempur di darat maupun di bawah air. Terutama dalam mengawal kapal selam yang sangat sulit dilakukan manusia karena keterbasan fisik.

Sebagai contoh, anjing laut mampu menyelam hingga ke kedalaman 100 meter, sedangkan manusia jelas merupakan masalah serius dan malah mengancam nyawa. Anjing laut mampu mendeteksi berbagai benda dan mengambilnya dari dasar laut, membawakan alat kepada penyelam dan bila perlu mampu membunuh musuh.

Burung pemakan bangkai Israel bisa jadi mata-mata

Seekor burung pemakan bangkai dilengkapi GPS ditemukan di Kota Kereinek wilayah Darfur, sebelah barat Sudan pekan lalu. Burung itu juga dilengkapi peralatan bertenaga surya untuk menyiarkan gambar melalui satelit. Di peralatan itu terdapat label Badan Alam Israel dan Universitas Hebrew, Yerusalem.

Situs Huffington Post melaporkan, Rabu (12/12), Ohad Hazofe, seorang ekolog dari Otoritas Perlindungan Alam Israel membenarkan burung itu membawa label Israel. Namun dia menyatakan burung itu berasal dari Balkan dan bermigrasi ke Israel saban tahun. Dia membantah burung itu dilengkapi alat fotografi. "Burung kondor itu bisa terbang 600 kilometer sehari. Oktober lalu seratus burung sama dipasangi GPS buatan Jerman."

Pihak oposisi Sudan dalam sebuah situsnya mengkritik pemerintah tutup mata terhadap aksi pesawat tempur Israel sejak memanasnya hubungan kedua negara ketika Oktober lalu pesawat tempur Israel mengebom gudang persenjataan di Khartoum. "Bagaimana mungkin rezim ini bisa mendeteksi seekor burung tapi tak mampu melacak pesawat jet Israel mengebom gudang persenjataan?"

Kejadian Israel menggunakan burung kondor sebagai telik sandi ini bukan pertama kali. Di Turki Mei lalu seekor burung jenis pemakan lebah ditemukan mati dan di kakinya ada sebuah cincin bertuliskan Israel.

Beruang Polandia dilatih bawa mortir dan amunisi perang

Perusahaan Transportasi Polandia menemukan beruang bernama Voytek di perbukitan Iran pada 1943. Saat itu hewan itu masih bayi. Tentara kemudian mengambil Voytek dan memberinya susu lalu menjadikan dia bagian dari pasukan. Dia bahkan ikut menikmati bir dan rokok bersama tentara.

Ketika Voytek sudah semakin besar setinggi 180 sentimeter dan beratnya 113 kilogram dia dilatih membawa mortir dan mengirimkan amunisi saat perang. Pada 1944 dia secara resmi terdaftar sebagai pasukan Polandia, lengkap dengan nama, jabatan dan nomor urut, seperti dilansir mnn.com.

Di medan perang Voytek kemudian berpatroli bersama tentara dan dia juga membawa amunisi bagi pasukan. Dia bahkan menemukan mata-mata Arab yang bersembunyi di sebuah gubuk. Usai perang Voytek diberi rumah di Kebun Binatang Edinburgh dan dia tinggal di sana sampai ajal menjemput.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola