5 Foto Yang Buktikan Mirisnya Kemanusiaan di tahun 2015

Kita tidak mengawali tahun 2016 dengan bencana besar seperti setahun kemarin atau lebih spesifik lagi adalah jatuhnya pesawat Air Asia. Namun, apa yang terjadi selama setahun belakangan, sepertinya tetap memberikan kesan jika kita menapaki 2016 dengan kenangan buruk.

Selama 2015 memang banyak sekali kejadian buruk terutama yang berkaitan dengan kemanusiaan. Mulai dari Rohingya sampai yang mungkin masih terjadi saat ini, pengungsi Suriah. Amat disesalkan hal-hal tersebut sampai terjadi. Padahal, harusnya makin berjalannya waktu akan membuat kita lebih beradab.

Berikut adalah foto-foto kemanusiaan paling memiriskan hati yang terjadi selama setahun kemarin. Beberapa mungkin belum pernah kamu lihat sebelumnya. Mari simak ulasan dari 5 foto memilukan yang jadi tanda mirisnya kemanusiaan di 2015.

Imigran Rohingya Menadahi Hujan untuk Diminum

Kembali ke pertengahan tahun, kita akan kembali disuguhkan tentang mirisnya nasib orang-orang Rohingya, Myanmar. Mereka terusir dari negara mereka sendiri, hidup di tengah-tengah laut yang sangat minim apa pun, dan ketika mereka merapat ke negara tetangga, orang-orang Rohingya ditendang kembali ke laut.

Ketika sudah berada di kamp pengungsian, kehidupan mereka juga tak berangsur membaik. Foto di atas adalah salah satu bukti kerasnya hidup orang Rohingya di pengungsian. Bahkan sampai air minum pun mereka tak memilikinya.

Pengungsi Suriah Melewati Kawat Berduri

Pengungsi Suriah juga sama seperti Rohingya. Hanya saja dalam beberapa hal mereka berbeda. Selain konflik yang melatarbelakanginya, pengungsi Suriah lebih menyebar untuk mencari tempat yang aman. Meskipun begitu, bukan berarti hidup pengungsi Suriah lebih mudah. Mereka bahkan harus melewati tantangan yang lebih besar.

Melewati perbatasan-perbatasan adalah hal yang berisiko. Namun bagi para pengungsi, mereka tak punya opsi lain untuk menyelamatkan hidup selain dengan cara seperti ini. Foto di atas adalah momen di mana keluarga pengungsi tengah melewati perbatasan negara. Lihat ekspresi mereka yang campur aduk itu, takut, siaga, dan juga ingin sekali menangis. Setelah melewati perbatasan, mereka masih harus berjalan bahkan lari. Pada momen seperti ini, akan selalu ada polisi-polisi tanpa hati yang menangkapi para pengungsi ini.

Polisi Wanita Burundi Dihajar Massa

Burundi mungkin jadi negara yang tak terdengar kabarnya selama setahun terakhir. Meskipun begitu, bukan berarti tak ada hal apa pun yang terjadi di sana. Tanggal 12 Mei lalu, tercatat ada sebuah kejadian kemanusiaan yang mungkin akan membuat hati kita ngilu dan miris.

Percaya atau tidak, sosok yang tengah diseret oleh massa adalah seorang wanita, lebih tepatnya polisi wanita. Kejadian ini sendiri berawal dari unjuk rasa besar, kemudian diduga si polisi wanita ini melakukan tembakan dan mengenai salah satu demonstran. Walaupun tidak benar-benar terbukti. Namun, massa yang marah besar akhirnya menggempur polisi yang menjaga. Karena kalah jumlah, beberapa polisi pun kabur.

Namun, malang bagi polisi wanita ini, ia tertangkap dan dijadikan bulan-bulanan massa. Tidak diketahui bagaimana nasibnya setelah apa yang terjadi di foto tersebut.

Seorang Pengungsi Suriah Berenang Sambil Membawa Bayi

Sepertinya tak usah dijelaskan lagi alasan kenapa pengungsi Suriah pergi dari kampung halamannya. Karena yang jelas, keputusan untuk pergi adalah hal yang sangat masuk akal jika mereka masih ingin tetap hidup. Berbagai rute mereka tempuh. Beberapa bernasib baik, namun tidak bagi yang lain. Salah satunya adalah pengungsi ini.

Si pria tersebut berasal dari Suriah dan ingin menuju Yunani. Sayangnya, perahu karet yang ditumpanginya bocor dan tak bisa dipakai lagi. Tak ada pilihan, ia harus terus berenang untuk menuju pantai. Yang bikin hati bergetar adalah ia juga membawa seorang bayi. Nampak sang pria berusaha membuat mereka berdua tetap di atas. Sang bayi seakan mengerti keadaan dengan tertidur pulas saat sang ayah tengah mengayuhkan lengannya kuat-kuat.

Jenazah Korban Bom Ukraina

Ukraina juga negara yang cukup banyak disorot di awal tahun lalu. Apalagi negara pecahan Soviet itu tengah berkonflik dengan Rusia. Banyak teror yang terjadi di sana setahun terakhir. Termasuk salah satunya meledaknya sebuah bom di daerah bernama Kramatorsk. Sebenarnya bagian mirisnya bukan hanya soal tragedi ini, tapi juga kepedulian orang-orang terhadap korban.

Wanita yang tergeletak di atas ini bukannya sedang pingsan atau tidur. Ia adalah salah satu korban tewas pada kejadian nahas tersebut. Namun mirisnya, lihat lah sekelompok pria di belakangnya yang seolah tak peduli dengan si wanita ini. Apakah tragedi sudah membunuh sifat belas kasih manusia? Kalau dilihat dari foto di atas jawabannya adalah iya.

Di tahun yang baru memang tak ada jaminan hidup akan lebih baik. Tapi, kita bisa membuatnya seperti itu. Semoga semua keburukan sudah terjadi di 2015, sehingga kita bisa menikmati tahun ini dengan lebih nyaman dan aman. Mudah-mudahan, takkan ada lagi foto-foto miris seperti di atas, sebagai tanda manusia sudah benar-benar memiliki sifat kemanusiaannya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola